<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606</id><updated>2012-02-17T08:01:50.078+07:00</updated><category term='pemrograman web'/><category term='pemrograman java'/><category term='download'/><category term='jeritan hati'/><category term='puisi'/><category term='ke - PKS - an'/><category term='artikel'/><category term='taushiyah'/><title type='text'>"One Stop Dakwah....!!!"</title><subtitle type='html'>Siapakah yang LEBIH BAIK perkataannya daripada orang yang MENYERU kepada ALLAH, mengerjakan AMAL SHALEH, dan berkata : " Sesungguhnya aku termasuk ORANG-ORANG yang MENYERAH DIRI."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>135</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-7532320488021282580</id><published>2012-01-19T00:58:00.001+07:00</published><updated>2012-01-19T00:59:04.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Quo Vadis Gerakan KAMMI Malang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Saifullah 'shev' Robbani&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Kaderisasi KOMSAT UIN MALIKI Malang -&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/408599_2484953015398_1599818257_31964552_1155549710_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="photo_img img" src="https://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/408599_2484953015398_1599818257_31964552_1155549710_a.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-top: 0px; max-width: 493px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;KAMMI Malang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang sudah sewajarnya pertanyaan diatas itu harus ditanyakan kepada seluruh mahasiswa yang mengaku kader KAMMI Malang. Menanggapi zaman yang terus berkembang dengan bermacam-macam kebutuhan, membuat gerakan KAMMI Malang harus lebih mempunyai inovasi gerakan yang lebih unggul, lebih berani, lebih kompetitif dan lebih cerdik. Karena itu, pergerakan mahasiswa harus senantiasa hidup dalam panggangan api sejarah nasional ini. Agar arus mereka selalu hidup, agar sirkulasi air yang dimasaknya terus mengalami pemanasan-pemanasan hingga pada akhirnya, gerakan KAMMI Malang ini mampu menjadi sebuah solusi yang solutif untuk Malang Raya ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejalan dengan ide Amar Ma'ruf Nahi Mungkar, Gerakan KAMMI Malang ini mampu menjadi kontrol sosial di daerah Malang. Menjembatani rakyat dengan pemerintah untuk mengusung ide kemakmuran bersama demi terwujudnya kesejahteraan untuk seluruh rakyat Malang Raya. Menjadi gerakan mahasiswa yang mampu mengawal kebijakan-kebijakan daerah dengan Perda-Perda yang ada saat ini. Jika memang tidak sesuai dengan ide Amar Ma'ruf Nahi Mungkar, maka gerakan inilah yang pertama kali akan meluruskannya. Peran Gerakan KAMMI Malang tidak hanya sebatas mengawal kebijakan-kebijakan daerah saja.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memegang isu-isu yang berkembang di media juga menjadi penting. mengingat bahwa teknologi akan selalu berkembang. Oleh sebab itu, Gerakan KAMMI Malang harus jauh lebih menguasai isu-isu di daerah saat ini, khususnya adalah di komisariat-komisariat yang tersebar di Malang ini. Kebijakan-kebijakan birokrasi menjadi bahan diskusi teman-teman komisariat, sehingga akan menghasilkan isu-isu yang baru. Dan ini yang harus dikembangkan di seluruh komisariat bawahan KAMMI Malang. Melempar isu-isu baru tentang politik kampus, tentang birokrasi kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswa pun tertarik, itu adalah sebuah pembuktian bahwa KAMMI Malang melalui komisariatnya telah menguasai setengah dari kampus. Sehingga diharapkan nantinya, KAMMI Malang melalui komisariatnya mempunyai bargaining position di kampusnya. Terlebih lagi di Daerah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh kasus adalah, sebagian komisariat di Malang ini masih belum mampu untuk mengembangkan isu-isu yang dibuat oleh mereka. Dan meminimalisir isu-isu yang dibuat oleh gerakan lain. Sebagai contoh adalah Komisariat UIN Malang. Mereka belum mampu memahami isu-isu politik di kampus ini. Karena ada sebagian dari kader KAMMI UIN Malang ini memahami bahwa ide besar yang dibawa oleh UIN Malang ini sejalan dengan cita-cita mereka. Yang kemudian saya takutkan dari sini adalah, seluruh pergerakan KAMMI UIN Malang akan menjadi anjing yang&amp;nbsp;&lt;em&gt;manut&lt;/em&gt;&amp;nbsp;kepada majikannya. Gerakan KAMMI di UIN Malang ini menjadi tidak lagi sesuai dengan Kredo Gerakan KAMMI, yaitu orang-orang yang berpikir dan bertindak merdeka.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KAMMI di Komisariat UIN Malang bisa dipastikan mendapatkan intimidasi dari birokrasi. Dan ini sudah terjadi, saat demo kenaikan SPP salah satu kader KAMMI UIN Malang ditelepon oleh salah seorang dari birokrasi kampus UIN Malang yang melarang agar jangan melakukan demo. Ini adalah bukti bahwa demo yang terjadi membuat suara para kader KAMMI UIN Malang menjadi terpecah. Yang Pro terhadap birokrasi dan yang Kontra terhadap birokrasi. Aksi kenaikan SPP seharusnya menjadi pembelajaran manajemen aksi buat kita. Akan tetapi karena memang bersebrangan dengan Ide besar UIN Malang, akhirnya suara kader disini terpecah menjadi dua tadi. Ini menjadi bukti lemahnya penguasaan isu yang berkembang di Komsariat UIN Malang ini. Artinya propaganda ke-KAMMI-annya itu masih kurang. Coba kalau kemudian kita tidak terlibat dalam aksi tersebut. Maka kita tidak akan terbuka matanya untuk tahu kondisi kampus di UIN Malang tersebut. Inilah yang melatari Komisariat untuk menambil peran dalam aksi menuntut kenaikan SPP (Aksi anarkis yang terjadi pada demo kemarin adalah efek samping dari kekecewaan pendemo, KAMMI sudah mundur jika aksi berakhir anarkis). Komisariat mungkin tidak akan paham sistem BLU yang sudah dibuat oleh Universitas. Dan komisariat pun tidak akan paham bahwa ternyata Rektor Universitas menyelewengkan dana BLU untuk pembangunan masjid (ceritanya sudah saya posting di grup KAMMI UIN MALIKI Malang tentang 'Siapa yang harus KAMMI Bela'. Linknya :&lt;em&gt;https://www.facebook.com/groups/kammiuinmalikimalang/doc/323875350968731/&lt;/em&gt;). Walaupun secara syariat itu dibetulkan. Namun secara hukum, itu salah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menguatkan apa yang dikatakan oleh Wahyu Dani,KaDept HUMAS KAMMI Malang,bahwa yang harus dipahami dalam Quo Vadis adalah menguatkan propaganda KAMMI Malang,&amp;nbsp;&lt;em&gt;political marketing&lt;/em&gt;, membuat jaringan dengan lintas gerakan, dan pembagian masyarakat. Artinya disini propaganda yang dimiliki oleh KAMMI Malang harus mampu mengideologisasi, meyentuh hingga ke ranah&amp;nbsp;&lt;em&gt;grass root&lt;/em&gt;tentang ide apa yang akan ditawarkan KAMMI Malang ini. Oleh sebab itu, penguasaan media dan isu menjadi penting dalam hal ini.&lt;em&gt;&amp;nbsp;Political marketing&lt;/em&gt;, menurut Oman Heryaman,S.IP, M.Si salah satu dosen pengajar di FISIP Universitas Pasundan memberikan definisi mengenai istilah ini yaitu Serangkaian aktivitas terencana,strategis tapi juga taktis, berdimensi jangka panjang dan jangka pendek, untuk menyebarkan makna politik kepada pemilih, sehingga&amp;nbsp;&lt;em&gt;political marketing&lt;/em&gt;&amp;nbsp;bertujuan membentuk dan menanamkan harapan, sikap, keyakinan, orentasi dan perilaku pemilih. Perilaku pemilih yang diharapkan adalah secara umum mendukung dan khususnya memilih partai kita (Nursal,2004).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Political Marketing&lt;/em&gt;&amp;nbsp;menentukan kemana arah Gerakan KAMMI Malang selanjutnya. Kenapa demikian ? karena sejatinya yang kita komunikasikan kepada masyarakat Malang khususnya mahasiswa adalah gagasan kita untuk kemakmuran dan kesejateraan rakyat Malang tadi. Kita menjual gagasan-gagasan kita yang kemudian dipagari dengan Prinsip Gerakan KAMMI. Sehingga, gerakan KAMMI ini mempunyai bargaining position seperti yang saya katakan diatas. Gagasan yang dimiliki Gerakan KAMMI Malang ini akan menjadi pertimbangan dalam memutuskan kebijakan-kebijakan daerah. Gagasan gerakan KAMMI Malang ini dijual kepada mahasiswa-mahasiswa yang ada di universitas Malang. Pernah kemudian, strategi ini kita buat di komisariat UIN, walaupun agak sedikit pragmatis tapi kemudian sangat berpengaruh sekali. Kita ketahui sekali, bahwa bendera Komisariat UIN ini tidak ada yang tersisa. Sehingga, tanpa melalui prosesi syuro dan diputuskan secara sepihak untuk menganggarkan pembelian bendera. Jadi, sekian banyak ide yang kita jual itu terpental mentah-mentah. Namun ketika kita menggunakan ide ini, ternyata yang mendaftar saat Pelatihan Kepemimpinan (baca : DM1) melonjak dari tahun sebelumnya. Cukup mencengangkan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang ketiga adalah membuat jaringan dengan lintas gerakan mahasiswa. Sejatinya seluruh gerakan mahasiswa ini mempunyai satu titik kesamaan yaitu mengawal kebijakan pemerintah agar pro dengan rakyat. Itu yang kemudian mewajibkan kita untuk membuat jaringan komunikasi antar gerakan mahasiswa lainnya. Mungkin kita bisa belajar kepada HMI yang pandai mengadvokasi, dalam manajemen isu, dan dalam manajemen aksi (Studi kasus di UIN Malang). Atau kemudian kita bisa belajar kepada PMII,IMM, dan pergerakan mahasiswa lainnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang keempat adalah pembagian masyarakat. Kita mencoba mengenali masyarakat dalam berbagai stratanya. Ada yang kemudian strata pendidikannya sangat kurang, maka gerakan KAMMI ini menggunakan metode seperti apa. Ada yang memiliki strata pendidikan yang sangat tinggi, maka gerakan KAMMI ini menggunakan metode seperti apa. Sehingga diharapkan, seluruh gagasan dari gerakan KAMMI Malang bisa diterima hingga ke kalangan grass root. Dan kita mampu menciptakan cita-cita dan ide besar ini&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mau dibawa kemana Gerakan KAMMI Malang ?? Tanyakan kepada kader-kader KAMMI Malang&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;span class="photo_left" style="clear: left; float: left; max-width: 180px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 10px; padding-top: 2px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-7532320488021282580?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/7532320488021282580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2012/01/quo-vadis-gerakan-kammi-malang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7532320488021282580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7532320488021282580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2012/01/quo-vadis-gerakan-kammi-malang.html' title='Quo Vadis Gerakan KAMMI Malang'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-5908073054257237428</id><published>2011-11-02T11:36:00.000+07:00</published><updated>2011-11-02T11:36:48.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>Idul Adha : Refleksi tadhiyyah  Nabi Ibrahim terhadap dakwah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Masih ingat dalam lintasan sejarah kenabian, dan sejarah terjadinya Idul Adha bahwa Ibrahim as disuruh oleh Allah untuk menyembelih anaknya Ismail as melalui mimpi dari ayahnya. Atas kejadian inilah kemudian dinamakan peristiwa Idul Adha atau kembali berkorban.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan Ibrahim atas setiap langkah dakwahnya inilah yang seharusnya menjadi perhatian kita semua. Ibrahim bapak tauhid yang senantiasa menjalankan perintahnya tanpa mempertanyakannya. Seharusnya bagi kader dakwah yang mengikuti milah Ibrahim harus mencontoh tadhiyyah dari nabi Ibrahim. Karya-karya besarnya hasil dari pengorbaanannya terhadap dakwah sangat besar, salah satunya adalah Idul Adha ini. Kita sebagai kader dakwah seharusnya meyakini bahwa dengan pengorbanan kita terhadap dakwah ini akan mampu melahirkan master piece-master piece yang jauh lebih besar untuk keperluan dakwah ini. Nabi Ibrahim telah membuktikan pada sejarah bahwa menolong agama Allah, maka Allah akan memuliakannya sebagai hamba-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Titel-titel kehormatan yang disematkan Ibrahim adalah bukti bahwa kita tadhiyyah  di jalan dakwah ini tidak akan merugi. Prestasi-prestasi Ibrahim mulai dari prestasi fisik hingga memiliki wawasan yang luas menjadi bukti akan hal itu. Tidak ada perjuangan di dunia ini kecuali harus disertai dengan pengorbanan. Hasan al-Banna dalam bukunya Risalah Pergerakan mengatakan bahwa : ”Yang saya maksud dengan pengorbanan adalah pengorbanan jiwa, harta, waktu, kehidupan dan segala sesuatu yang dipunyai oleh seseorang untuk meraih tujuan”. Itulah yang dilakukan bapak kita Ibrahim, dia sudah mengorbankan jiwa sehingga tubuhnya dibakar oleh Raja Namrud, pengorbanan harta yang hanya meninggalkan anak dan istrinya tanpa bekal apapun, pengorbanan waktu dan kehidupan hanya untuk meraih satu tujuan yaitu mardhatillah atau ridho Allah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita akan santai-santai dengan tugas dakwah kita yang masih belum terpenuhi sedangkan kewajiban kita jauh lebih banyak dari waktu yang tersedia. Apakah tadhiyyah mengenal santai-santai saat perjuangan dakwah ini ? Sungguh banyak di hadapan kita peluang untuk berkorban, terutama karena kebenaran telah terdominasi oleh kejahatan, jumlah pelaku kebenaran jauh lebih sedikit dari jumlah pelaku kejahatan, dan pelaku kebenaran jauh lebih lemah dari berbagai kekuatan yang dimiliki para pelaku kejahatan; kekuatan politik, ekonomi, fisik dan lain sebagainya ada di tangan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jangan berkecil hati dulu!! Karena sumber kekuatan mereka adalah sumber kekuatan kita juga, yaitu Allah SWT, Ia Allah kekuatan yang sesungguhnya. Dan Allah akan bersama kita, apabila kita ingin mengikuti jalannya para Rasul, yaitu berjuang dan berkorban merebut kekuatankekuatan mereka, berjuang memperbanyak jumlah pelaku kebaikan, sehingga pada gilirannya kebenaran akan menjadi jaya, dan sebaliknya kebatilan akan runtuh.Walaupun dalam perjuangan itu banyak harta yang habis serta jiwa yang gugur, tetapi sejarah kemanusiaan akan mencatatnya sebagai buah bibir generasi-generasi mendatang, dan Allah akan memberinya kedudukan yang mulia di sisi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-5908073054257237428?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/5908073054257237428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/11/idul-adha-refleksi-tadhiyyah-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/5908073054257237428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/5908073054257237428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/11/idul-adha-refleksi-tadhiyyah-nabi.html' title='Idul Adha : Refleksi tadhiyyah  Nabi Ibrahim terhadap dakwah'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-3100968593328648655</id><published>2011-09-26T12:48:00.000+07:00</published><updated>2011-09-26T12:48:14.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 13 #Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;"Cinta  kepada orang-orang sholih, memberikan penghormatan kepadanya, dan  memuji karena perilaku baiknya adalah bagian dari taqarrub kepada Allah  swt. Sedangkan para wali adalah mereka yang disebut dalam firman-Nya :&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;'Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka itu bertaqwa'&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Karamah  pada mereka itu benar terjadi jikaa memenuhi syarat syar'i nya. Itu  semua dengan suatu keyakinan bahwa mereka tidak memiliki mudharat dan  manfaat bagi dirinya apalagi bagi orang lain"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini  Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna ingin menerangkan kepada kita untuk  memuliakan para ulama yang terdahulu maupun yang sekarang. Kita tahu  bahwasanya ulama adalah &lt;em&gt;warasatul anbiyaa'&lt;/em&gt; (pewaris risalah para nabi). Maka dengan kita mencintai dan meng-&lt;em&gt;ikram-&lt;/em&gt;kan  para ulama adalah salah satu taqarrub kita kepada Allah. Kita mencintai  orang-orang shalih dengan memintakan doa kepadanya dengan harapan bisa  terkabul. Orang-orang shalih di masa-masa sekarang yang memang benar  keshalihannya sangat jarang ditemui. Banyak orang-orang yang shalih  namun hanya sebatas penampilan saja. Tapi masih mempunyai &lt;em&gt;suluk&lt;/em&gt; (akhlak) yang jelek. Mudah-mudahan kita tidak terjebak dengan penampilan saja.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Waliyullah&lt;/em&gt;  atau wali Allah, Imam Hasan Al-Banna mempunyai definisi tentangnya  adalah orang-orang yang beriman, tapi tidak cukup dengan beriman, ia  haruslah bertaqwa. Penilaian ketaqwaan memang sangat susah untuk  dilihat, namun kita manusia mungkin cukup hanya dengan melihat bagaimana  perilaku wali Allah tersebut ketika di masyarakat. Allah pun terkadang  memilih sebagian dari mereka untuk mempunyai karamah dengan izin-Nya.  Karamah-karamah dari para Wali Allah inilah yang terkadang membuat  manusia takjub dan heran. Mungkin ada orang yang percaya dengan hal itu  karena memang ia wali Allah, mungkin juga ada yang tidak percaya karena  memang mereka menganggap para wali Allah adalah sama seperti manusia  biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna meneruskan dengan mengatakan : "&lt;em&gt;Itu semua dengan suatu keyakinan bahwa mereka tidak memiliki mudharat dan manfaat bagi dirinya apalagi bagi orang lain&lt;/em&gt;"  Apa arti dari statemen beliau ini ? Dalam realita sekarang, banyak para  Wali Allah yang mempergunakan karamahnya untuk dikomersilkan, misalnya.  Padahal sesungguhnya karamah itu tidaklah untuk dipertontonkan kecuali  memang saat terdesak. Dengan karamah juga, misalnya mereka mengancam  akan memberikan sakit yang bertubi-tubi jika tidak dituruti kemauannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya,  banyak orang-orang awam yang masih sedikit pemahaman aqidahnya  menggantungkan nasibnya kepada wali Allah tersebut. Jika mereka sakit,  maka mereka perginya kepada Wali Allah tersebut untuk disembuhkan. Jika  mereka lapar, maka mereka perginya kepada wali Allah untuk didatangkan  rezeki. Itu juga kalau akan terjadi jika wali Allah tersebut  memanfaatkan karamahnya. Kalau hanya sekedar membantu dan kemudian  memberikan wejangan bahwa segala sesuatu yang dia miliki hanyalah dari  Allah semata dan janganlah terlalu bergantung kepadanya, karena dia  adalah sesama manusia. Namun realita yang terjadi adalah, justru para  Wali Allah ini memanfaatkan karamahnya untuk membantu orang-orang awam  yang masih sedikit pemahaman aqidahnya tanpa memahamkan mereka tentang  karamah yang dia miliki. Sehingga inilah yang terjadi di masyarakat kita  sekarang. Orang-orang awam menganggapnya sebagai &lt;em&gt;orang pintar&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;orang sakti&lt;/em&gt;.  Iya kalau kemudian Wali Allah ini masih tetap bertawadhu' dan rendah  hati, namun bagaimana jika ia menjadi orang-orang yang membanggakan  dirinya karena karamahnya tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat awam  banyak yang belum faham tentang mana karamah dan mana sihir. Ini yang  berbahaya. Aqidah orang-orang awam haruslah kembali ditata. Dipahamkan  tentang perbedaan 2 hal itu. Ditakutkan mereka akan terjebak dalam  lembah kesyirikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kah kita ingat tentang syair Tombo Ati ?? salah satunya adalah  hanya dengan mendekat kepada orang-orang yang sholih maka hati kita akan  tenang, hati kita akan nyaman. Tapi bukan hanya dengan mendekat kepada  mereka saja, mengingatnya saja hati kita mungkin bisa juga menjadi  tenang&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bisshowab&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-3100968593328648655?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/3100968593328648655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/09/pasal-13-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3100968593328648655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3100968593328648655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/09/pasal-13-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 13 #Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-633973648765265232</id><published>2011-09-23T13:02:00.003+07:00</published><updated>2011-09-23T16:32:53.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemrograman web'/><title type='text'>Tugas Pertama Web-ku</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Download tugas pertama web-ku &lt;a href="ftp://u191201397@31.170.163.175/public_html/web%20baru%20ku.zip"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;passwordnya : m4d1un&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cek download &lt;a href="ftp://u191201397@31.170.163.175/public_html/3_Pengertian_Class_Object_Method.pdf"&gt;disini&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-633973648765265232?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/633973648765265232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/09/tugas-pertama-web-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/633973648765265232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/633973648765265232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/09/tugas-pertama-web-ku.html' title='Tugas Pertama Web-ku'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-6948791718281937853</id><published>2011-08-26T07:02:00.001+07:00</published><updated>2011-08-26T07:09:53.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jeritan hati'/><title type='text'>KAMMI Jalan Berjuang (Mars Terbaru KAMMI)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;KAMMI Jalan Berjuang&lt;br /&gt;Karya Cipta : Maukuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia 2X&lt;br /&gt;Berjuang tegakkan ketauhidan&lt;br /&gt;Untuk Kemuliaan&lt;br /&gt;Berbekal ilmu iman yang mendalam&lt;br /&gt;Mahasiswa Muslim Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelektual Masyarakat Beriman&lt;br /&gt;Islam Jiwa Perjuangan&lt;br /&gt;Kebatilan adalah musuh insan&lt;br /&gt;Islam jalan perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia 2X&lt;br /&gt;Berjuang tegakkan kebenaran&lt;br /&gt;Ciptakan Masyarakat Bermoral&lt;br /&gt;Berbekal ilmu iman yang mendalam&lt;br /&gt;Mahasiswa Muslim Negarawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan tradisi dalam berjuang&lt;br /&gt;Memimpin ummat gapai kemenangan&lt;br /&gt;Persaudaraan watak dalam berjuang&lt;br /&gt;Solusi islam dalam perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah Satu Hasil MUKTAMAR VII KAMMI, Banda Aceh, 13-17 Maret adalah  menetapkan MARS KAMMI dengan Judul "KAMMI Jalan Berjuang" Karya Cipta :  Maukuf S.Pd (Ketua Dept. Pengembangan Wilayah KAMMI Pusat), yang di  nyayikan perdana pada Penutupan MUKTAMAR di Aula Utama Asrama Haji Banda  Aceh. 17 Maret 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-6948791718281937853?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/6948791718281937853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/08/kammi-jalan-berjuang-mars-terbaru-kammi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6948791718281937853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6948791718281937853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/08/kammi-jalan-berjuang-mars-terbaru-kammi.html' title='KAMMI Jalan Berjuang (Mars Terbaru KAMMI)'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-6645364440828278355</id><published>2011-08-24T06:54:00.002+07:00</published><updated>2011-08-24T07:01:12.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jeritan hati'/><title type='text'>Shev_theLiverpudlian on the action</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VjPJXyQMi_A/TlQ2pjtoNFI/AAAAAAAAAHg/U-K2kufucD4/s1600/P1310%255B01%255D_09-08-11.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-VjPJXyQMi_A/TlQ2pjtoNFI/AAAAAAAAAHg/U-K2kufucD4/s400/P1310%255B01%255D_09-08-11.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 1 : Masjid tempat penulis beraksi "Al-Falah Mosque"&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QnSya-M4s3c/TlQ3rgTeMtI/AAAAAAAAAH0/-BuKGoqNW50/s1600/P0956_21-08-11.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-QnSya-M4s3c/TlQ3rgTeMtI/AAAAAAAAAH0/-BuKGoqNW50/s400/P0956_21-08-11.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 2 : Penulis beraksi saat pelantikan POSDAYA (Pos Pemberdayaan Masyarakat) bersama masyarakat. Ki-Ka : Misbah (ketua kelompok Pengabdian), penulis (pendamping MC ^^), Sulthon Sholehuddin (saat itu menjadi MC), Ust.Bilal (salah satu tokoh masyarakat Desa Tlogosari)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-b0AQCHTljtg/TlQ2w0HasZI/AAAAAAAAAHk/3N8-28VbHE4/s1600/P1506%255B02%255D_02-08-11.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-b0AQCHTljtg/TlQ2w0HasZI/AAAAAAAAAHk/3N8-28VbHE4/s400/P1506%255B02%255D_02-08-11.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 3 : penulis sedang mengajar anak-anak kecil mengaji di TPQ Nurul Huda, bekerjasama dengan Takmir Masjid Al-Falah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hj_SidIVLS8/TlQ2-g3ba5I/AAAAAAAAAHo/83Qoedvb9bg/s1600/P0953_31-07-11.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/-hj_SidIVLS8/TlQ2-g3ba5I/AAAAAAAAAHo/83Qoedvb9bg/s400/P0953_31-07-11.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 4 : penulis sedang memberikan penjelasan proker yang akan di musyawarahkan oleh seluruh elemen desa Tlogosari. Ki-Ka : Ust.Sucipto (tokoh masyarakat), penulis, Pak Ach Paidi (Ketua Takmir Masjid Al-Falah)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vnwaWNo8-gg/TlQ3Q9NWohI/AAAAAAAAAHs/fsCOVi4AQAg/s1600/P0623%255B01%255D_19-08-11.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-vnwaWNo8-gg/TlQ3Q9NWohI/AAAAAAAAAHs/fsCOVi4AQAg/s400/P0623%255B01%255D_19-08-11.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 5 : Jalan-jalan pagi bersama teman-teman kelompok&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iQR36yeKvI0/TlQ32bvPQhI/AAAAAAAAAH4/Gqcpunzd7Pw/s1600/P1017_21-08-11.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/-iQR36yeKvI0/TlQ32bvPQhI/AAAAAAAAAH4/Gqcpunzd7Pw/s400/P1017_21-08-11.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 6 : penulis mendengarkan arahan dari tokoh masyarakat saat pelantikan POSDAYA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-vrmukOvxzdg/TlQ3eZ6VVkI/AAAAAAAAAHw/gPB0JEWR4VY/s1600/P0951_21-08-11.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-vrmukOvxzdg/TlQ3eZ6VVkI/AAAAAAAAAHw/gPB0JEWR4VY/s400/P0951_21-08-11.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 7 :  penulis sedang memberikan penjelasan dan sedikit masukan. Ki-Ka : Pak Yaturi (Tokoh Masyarakat), Pak Musleh Herry (Dosen Pembimbing Lapangan), Misbah (Ketua Kelompok), penulis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4b29nq5H_hI/TlQ36SwnibI/AAAAAAAAAH8/NxqLIFpuRuo/s1600/P1235_21-08-11.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-4b29nq5H_hI/TlQ36SwnibI/AAAAAAAAAH8/NxqLIFpuRuo/s400/P1235_21-08-11.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 8 : Penulis berphoto sebelum perpisahan. Ki-Ka : Andang Laksono (aan), Doni Heru Prasetyo (Doni), Sulthon Sholehuddin (Sulthon), Fendi Aprilia (Pendi), penulis, Misbakhul Choeroni (Misbah), Bpk.Musleh Herry + anaknya, Maya, Roudlotul Hasanah (Dotul), Tutik Handayani (Tutik), Kartika Rukmana Sari Dewi (Dewi), Paramita Ayu Rahadian (Mita), Irma. Sebenarnya masih ada 1 lagi : Nicka Puspita Sriminangga (Nicka), tapi beliau pulang karena sakit&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RKAIpuaPNHU/TlQzzNYRZuI/AAAAAAAAAHQ/njHhuqI2-tU/s1600/DSC00460.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-RKAIpuaPNHU/TlQzzNYRZuI/AAAAAAAAAHQ/njHhuqI2-tU/s400/DSC00460.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 9 : saat menjadi moderator penyuluhan keluarga sejahtera di desa Tlogosari, kec.Tirtoyudo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-531gR5MIKvQ/TlQz444qu-I/AAAAAAAAAHU/xNXlbLy8nYE/s1600/DSC00462.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-531gR5MIKvQ/TlQz444qu-I/AAAAAAAAAHU/xNXlbLy8nYE/s400/DSC00462.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 10 : saat menjadi moderator percobaan sebelum acara penyuluhan keluarga sejahtera di mulai. Ki-Ka : Paramita Ayu Rahadian (Mita), Misbakhul Choeroni (Misbah), Penulis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-FzC5A86rVNo/TlQ0S8Kp5oI/AAAAAAAAAHc/dbsCcKpFTOI/s1600/P1141%255B02%255D_16-08-11.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-FzC5A86rVNo/TlQ0S8Kp5oI/AAAAAAAAAHc/dbsCcKpFTOI/s400/P1141%255B02%255D_16-08-11.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 11 : Bersama pemateri Penyuluhan Keluarga Sejahtera. Ki-Ka : Ust Ali Mustofa (Mudir PonPes Nurul Huda), Ibu Astrie (Perwakilan dari BKKBN), Ibu Dyah Ikewati (Ketua Posyandu Desa), penulis (moderator)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bmiAFmq_w4E/TlQ0B8zoG9I/AAAAAAAAAHY/WaG43ZuZeZM/s1600/DSC00464.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-bmiAFmq_w4E/TlQ0B8zoG9I/AAAAAAAAAHY/WaG43ZuZeZM/s400/DSC00464.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Action 12 : mejeng dulu sebelum bekerja, agar Percaya Diri, itu intinya ^^&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-6645364440828278355?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/6645364440828278355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/08/shevthe-liverpudlians-on-action.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6645364440828278355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6645364440828278355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/08/shevthe-liverpudlians-on-action.html' title='Shev_theLiverpudlian on the action'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VjPJXyQMi_A/TlQ2pjtoNFI/AAAAAAAAAHg/U-K2kufucD4/s72-c/P1310%255B01%255D_09-08-11.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-2281692367589001843</id><published>2011-07-24T22:39:00.000+07:00</published><updated>2011-07-24T22:39:27.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 12 #Seri Ushul ‘Isyrin</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;“Perbedaan pendapaat dalam masalah bid’ah idhafiyah, bid’ah tarkiyah, dan iltizam terhadap ibadah mutlaqah (yang tidak ditetapkan cara maupun waktunya) adalah perbedaan masalah fiqh. Setiap orang mempunyai pendapatnya sendiri. Namun tidak mengapa jika dilakukan penelitian untuk mendapatkan hakekatnya dengan dalil dan bukti-bukti”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disini kemudian Hasan al Banna memberikan penjabaran-penjabaran tentang macam-macam bid’ah yang menjadi perbedaan diantara kita. Hasan al Banna ingin menjelaskan kepada kita bahwa bid’ah-bid’ah yang diatas itu sebenarnya adalah boleh, namun ada beberapa pertentangan dari para ulama. Sikap kita tentu harus kepada kembali kepada pasal 5, yaitu tidak mengolok-olok bahkan menjustifikasi kafir kepada orang yang melakukan bid’ah di atas. Sebelum kita berbicara lebih lanjut, agar kemudian tidak terjerumus kepada prasangka jelek, alangkah baiknya jika kita pahami makna dari istilah-istilah diatas beserta contoh dari macam bid’ah diatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah Idhafiyah, apa yang dimaksud dengan bid’ah tersebut ? Mengapa maknanya adalah bid’ah penambahan ? Ya, secara bahasa memang bermakna bid’ah tambahan. Pada zaman dahulu (zaman nabi), ada barang yang tidak ada kemudian di zaman kita muncul sesuatu yang tidak ada pada zaman dahulu (zaman nabi). Seperti contoh; adanya mobil, adanya motor, adanya sendok. Bid’ah idhafiyah sendiri dalam istilah adalah setiap amalan ibadah yang pada prinsipnya disyariatkan, namun berbeda dalam tata cara pelaksanaannya. Jika ada dalil yang digunakan terdapat keterkaitan dengan tata cara pelaksanaannya, maka itu bukan bid’ah. Namun, jika tidak ada dalil, maka itu disebut Bid’ah Idhafiyah. Contoh seperti; wudhu. Dalam al-quran juga disebutkan bahwa kalau ingin sholat kita harus berwudhu. Nah, untuk tata cara berwudhu juga sudah dijelaskan dalam surat al-Maidah ayat 6. Disitu dijelaskan mulai awal berwudhu hingga akhir wudhu itu seperti apa. Maka ini bukan bid’ah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun beda lagi dengan, misalkan adalah membaca al fatihah untuk Muhammad (alaa hadratan Nabi Muhammad…. Al fatihah). Dalam hadits maupun quran menganjurkan untuk memperbanyak al fatihah. Namun tata cara yang ditujukan kepada nabi ini tidak ada dalam syariat atau quran maupun hadits, maka ini disebut Bid’ah Idhafiyah. Hal ini juga yang masih dipertentangkan oleh beberapa ulama. Ada ulama yang membolehkan, ada juga yang tidak. Misalkan lagi adalah dzikir dan doa setelah sholat wajib berjamaah dan dengan suara keras. Dzikir dan doa memang ada syariatnya, namun tata caranya dengan dikeraskan memang tidak ada syariatnya (lebih utama dzikir dan doa dengan diam, karena Allah Maha Mendengar). Ini juga yang disebut dengan Bid’ah Idhafiyah. Atau seperti yang dilakukan Umar bin Khattab, yaitu menghimpun sholat tarawih bersama-sama. Awalnya, rasul tidak menyuruh tarawih bersama-sama. Namun oleh Umar dihimpun hingga sekarang sholat tarawih berjamaah. Shalat Tarawih memang ada syariatnya (yang dilakukan Nabi), namun berjamaah atau tata cara shalat tarawih berjamaah tidak pernah ada dalam syariatnya Nabi. Ini juga yang dimaksudkan dengan Bid’ah Idhafiyah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak lagi bid’ah-bid’ah Idhafiyah yang beredar di kalangan kita. Karena sesungguhnya zaman ini yang tidak memungkinkan untuk menetapkan tata cara yang baku. Namun bagaimana pun jika tata cara sudah ada dan disyariatkan oleh Allah maupun Nabi, kita yakin tata cara itulah yang terbaik yang tak akan lekang oleh waktu. Dan tak akan terhapus oleh masa. Namun jika tata cara yang tidak diajarkan oleh Nabi maupun Allah mungkin nanti akan mengalami perubahan-perubahan, asalkan tidak menghapus prinsip syariatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang dimaksud dengan Bid’ah Tarkiyah ? Bid’ah Tarkiyah adalah yaitu meninggalkan suatu amalan yang dibolehkan dan disunahkan. Jadi dalam bid’ah ini kita meninggalkan sesuatu yang mubah atau bahkan sesuatu yang disunahkan. Nah, seperti apa contoh dari Bid’ah Tarkiyah ini ? Misalkan adalah ada seseorang yang tidak mau menikah selama hidupnya karena ia ingin hidupnya ia dedikasikan kepada Allah. Secara syar’I, nikah adalah disunahkan. Namun ia menghalangi dirinya sendiri untuk tidak menikah selama ia hidup. Kalau dalam contoh kehidupan kita sehari-hari, memang jarang ditemui kasus bid’ah tarkiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dan kemudian maksud dari iltizam terhadap ibadah mutlaqah (yang tidak ditetapkan cara maupun waktunya) adalah seorang muslim iltizam atau terus menerus melakukan beribadah tertentu dan memiliki landasan syariatnya. Akan tetapi, ada penentuan tempat, waktu, dan jumlah tertentu serta berulang-ulang, sesuatu yang tidak dicontohkan Rasul saw. Seperti misalnya adalah membaca Tahlil, Tasbih, dan Tahmid dengan jumlah tertentu, waktu, dan tempat tertentu. Kemudian membaca Surat Al-Waqiah dengan jumlah tertentu dan dalam waktu yang tertentu saja. Ziarah kubur pada waktu tertentu saja. Melakukan Maulid Nabi dan menceritakan sirahnya karena kecintaan kita kepada Nabi. Jadi segala sesuatu yang diperselisihkan para ulama dan memiliki landasan hukum, baik secara khusus maupun umum, bukanlah bid'ah yang sesat, seperti dalam bid’ah-bid’ah yang tertera diatas. Akan tetapi, masalah khilafiyah. Sehingga perbedaan ini tidak menimbulkan perpecahan dan merusak ukhuwah Islamiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika kita ingin melakukan penelitian terhadap hal-hal yang tadi untuk mendapatkan hakekat dalil-dalil dan bukti-buktinya. Maka dalam hal ini, kita sebagai muslim jangan sampai terlalu cepat membid’ahkan sesuatu yang tidak kita tahu. Banyak orang-orang yang belum paham ilmu dan tidak tahu ilmunya dengan seenaknya membid’ahkan suatu amalan. Karena para ulama menyebutkan bahwa bid'ah memiliki berbagai macam tingkatan dan tidak memiliki status hukum yang sama. Berkata Ibnu Hazm, "Bid'ah dalam agama adalah sesuatu yang tidak ada dalam Al Quran dan sunah Rasulullah saw. Akan tetapi, ada yang pelaku bid'ah mendapat pahala dan dimaafkan karena tujuannya baik. Di antara bid'ah ada yang baik, yaitu sesuatu yang asli hukumnya mubah, sebagaimana yang diungkapkan Umar bin Khatab ketika mengumpulkan manusia untuk shalat Tarawih berjamaah dan beliau berkata, "Bid'ah yang baik adalah ini." Dan di antaranya ada yang tercela dan tidak dimaafkan pelakuknya, yaitu sesuatu yang terbukti ada kerusakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam  bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-2281692367589001843?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/2281692367589001843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/07/pasal-12-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2281692367589001843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2281692367589001843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/07/pasal-12-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 12 #Seri Ushul ‘Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-4310243443394704926</id><published>2011-07-23T07:36:00.002+07:00</published><updated>2011-07-23T07:36:56.640+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>6 Visi Reformasi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;1. pagi ini saya akan mencoba mnuliskn kmbali tentang #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;2. Hanya skdar nostalgia,,, skligus mengingatkan #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;3. #6VisiReformasi yg prtama adlah : Adili Soeharto n antek2nya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;4. Qt mngnal soeharto adlah bpak pmbangunan, tp slain itu ia jg org yg mnyengsarakan qt dg pmrintahan otoriternya #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;5. inilah yg membuat sluruh mhsiswa mnuntut untuk diadakan #6VisiReformasi, trmasuk KAMMI yg mncetuskn #6VisiReformasi ini&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;6. Soeharto bnar2 mnutup keran2 demokrasi... shingga suara2 yg mngkritik pmrintah lngsung dihabisi #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;7. Mjalah,koran, n mdia massa bnar2 di batasi dlm pmberitaannya, jka tdk, mk siap2 untuk dibredel #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;8. org2 yg mrncanakan untuk demo, jmat wktu demo - kamisnya korlapnya sudah hilang #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;9. #6VisiReformasi yg kedua adlah : Tegakkan Supremasi Hukum...&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;10. knp hrus supremasi hukum yg harus direformasi ? #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;11. zaman sblum reformasi, Hukum yg dipakai di indonesia adlah hukum rimba #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;12. yg pnya uang bnyk pasti aman dri gngguan hkum, wlau mlanggr aturan ngara. #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;13. org kecil yg hnya mlakukan pncurian kecil di hukumnya dgn hkuman yg sngat brat tdk sbnding dgn yg dia lkukan #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;14. Akhirnya di masa soeharto, rule of law tdk berjalan sesuai khittahnya #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;15. keadilan tdk ditegakkan dgn seadil-adilnya #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;16. mngkin ini jg yg mnginspirasi #PartaiKeadilan. mreka mngusung keadilan agr trciptanya Supremasi Hukum yg stinggi2nya #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;17. mmg #Keadilan tdk akn jauh dri Supremasi Hukum agr tercipta #Kesejahteraan. #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;18. #6VisiReformasi yg ketiga adalah Cabut Dwifungsi ABRI&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;19. Dlu fungsi abri ada 2 : mnjaga ktertibn n keamanan negara &amp;amp; memegang kekuasan n mngatur ngara #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;20. sluruh jajaran Abri mnduduki pos2 pmrintahan yg vital spt : bupati,gbrnur, n mentri #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;21. tdk hnya itu knp mhsiswa meminta untk hpuskn Dwi Fungsi ABRI.... tp jga ABRI membawa suasana militrisme #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;22. disinilah ABRI brtugas bkan untuk mengamankan ngara, tapi mengamnkan prsiden #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;23. Sgala yg membhayakn prsiden, maka ABRI akn brtindak #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;24. Itulah fungsi dwifungsi ABRI :: mlindungi prsiden (bukan negara) n mengatur negara #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;25. #6VisiReformasi yang keempat adlah : Amandemen UUD '45&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;26. knpa hrus diamandemen ?? #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;27. knpa hrs di amandemen : 1. krn ad bbrapa UU yg trlalu luwes shingga dpt mnimbulkan multitafsir dg UU #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;28. knpa hrs di amandemen : 2. ad planggran pd pasl 23 yaitu htang knglomerat dijadikan beban rakyat Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;29. knpa hrs di amandemen : 3. pd pasal 33 yaitu memberi kekuasaan pd phak swasta untuk mnghncurkan htan n sumber alam kita #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;30. 7an amandemen UUD '45 : 1. mnyempurnakan aturan negara spt ta2nan ngra, kdaulatn rakyat, HAM, eksistensi ngra dmokrasi #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;31. kspakatan untk amandemen UUD'45 adlh tdk mrubah Pmbukaan UUD'45, te2p mmpertahankn susunan kenegaraan kesatuan (NKRI) #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;32. #6VisiReformasi yang kelima adalah : Otonomi daerah seluas-luasnya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;33. dlu sblum ad otonomi daerah, pnyebaran kesejahteraan itu tdak mrata #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;34. ksejahteraan pun hnya bersifat sentralistik #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;35. Akhirnya dibentuklah otonomi daerah #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;36. yg br-7an untk mnggali ptensi alam stiap daerah &amp;amp; yg kmudian ksewenangan ad di tngan stiap daerah #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;37. tapi kmudian, dlm otonomi daerah trdapat beberapa kekurangan #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;38. salah satunya adalah trdapat ketimpangan.... #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;39. ktimpangan ini mksdny adlah daerah yg pnya lbih bnyk SDA akn jauh lbih sejahtera dgn daerah yg tidak memilikinya #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;40. krn mreka mampu untuk mngolahnya, sdngkn yg tdk punya SDA, apa yg hrus diolah ?? #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;41. #6VisiReformasi yang keenam adlh : Demokrasi yang Egaliter n hapus budaya KKN&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;42. mndngar nama demokrasi sprtinya membuat hati kita berbunga2... #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;43. knp ? krn inilah grbang yg sluruh rakyatnya turut memerintah #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;44. minimal dgn adnya dmokrasi ini, suara2 sdh tdk lgi di kunci #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;45. dmokrasi jugalah yg mngakomodasi prgerakan2 dakwah islam untuk mncul di permukaan #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;46. jadi, kita patut brsyukur jikalau kmdian suara2 dkwah kita sudah tidak lagi dibatasi, bkan malah mncaci #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;47. tapi kmudian jg mngartikan dmokrsi trlalu luas. Dmokrasi jg mngakibatkan kbebasan yg tak trkntrol #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;48. bagi kita sbg mnusia indonesia hrs bs memaknai dmokrsi, krn sesungguhnya dmokrasi adlh pdang bermata dua #6VisiReformasi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;49. itulah cerita dari #6VisiReformasi... sekian&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-4310243443394704926?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/4310243443394704926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/07/6-visi-reformasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4310243443394704926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4310243443394704926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/07/6-visi-reformasi.html' title='6 Visi Reformasi'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-8954712882885972449</id><published>2011-07-23T07:35:00.002+07:00</published><updated>2011-07-23T07:35:27.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>#sifatulmuslim</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;1. Parameter manusia unggul dicontohkan oleh Hasan al Banna dgn #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;2. #sifatulmuslim versi Hasan al Banna ada 10 sifat yg hrus dipenuhi jika ingin menjadi manusia unggul&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;3. #sifatulmuslim yg pertama adalah #salimulAqidah&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;4. knp dlm #sifatulmuslim hrus #salimulAqidah ???&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;5. prtma adlh kita org islam yg hrus pham ttg aqidh kita... ad bbrapa prameter lgi bgimana agr kta bisa #salimulAqidah #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;6. prameter dri #salimulAqidah adlah dy tdk brhubungan dgn jin,, sdhkah kita tdk brhubungan dgn jin ?? #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;7. yg kdua #salimulAqidah adalh dy tdk mnta tlong kpd org yg pnya jin (dukun). #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;8. pramter yg ktiga #salimulAqidah adlah tdk minta2 pd kburan, brsmpah slain allah, n mngimani smua rukun iman #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;9. prmeter keempat #salimulAqidah adlah tdk mrasa sial krn mlihat atw mndngar sesuatu #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;10. sudahkah kta sesuai dgn parameter #salimulAqidah td ?? #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;11. #sifatulmuslim yg kdua adlah #shahihulibadah&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;12. #shahihulibadah adlh muslim yg bnar dlm bribadah n bribadah dgn bnar #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;13. bnar dlm teori ibadah n bnar dlm aplikasi ibadahnya #shahihulibadah... #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;14. #shahihulibadah jg hrus pnya prameter lgi...krn jika tdk ad prameter mka tdk akn ad trget pncapaian #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;15. prmeter #shahihulibadah adlah bnar dlm bersuci, knp ini pnting ?? #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;16. krn bab thaharh adlh bab yg prtma dlm bab fikih #shahihulibadah.. #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;17. prmeter #shahihulibadah yg lain adlah bnar dlm shlat, brpuasa frdhu, membyr zakt, mnjauhi dosa bsar #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;18. itu diatas adlh prameter yg hrus dipnuhi olh org2 awam jika ingin jd mnusia unggul #shahihulibadah #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;19. n untuk kdr dkwah jg hrus pnya prametr tmbhan dr #shahihulibadah #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;20. n ini utk kder dkwah #shahihulibadah,,, brsmngat utk shlat jama'ah di msjid, qymulail min 1x/pkan, puasa sunah 1x/pkn #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;21. utk kder dkwah #shahihulibadah,,, hfal 1 jz dr alQuran, sdhkah kita ??, mntup hri2 dgn taubt n istighfar #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;22. #sifatulmuslim yg ketiga adlh #matinulkhuluq (punya akhaq yg baik)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;23. #matinulkhuluq mncrminkan tngkah laku kita trhadp org2 disekitar kita #sifatul muslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;24. mk, #matinulkhuluq ini mnjga kita agr tdk tkabur, tdk imma'ah (asal ikut g pny pndrian), tdk ghibh,birrul walidain #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;25. tdk motong pmbcraan org lain, mnutupi dsa org lain yg alim, ghadul bashar, itulah #matinulkhuluq...#sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;26. #sifatulmuslim yg keempat adlh #qadirunAlaKasbi (brpenghasilan)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;27. sifat #qadirunAlaKasbi ini mnyruh kita agr tdk trlalu brgntung kpd mnusia lain, olh krn itu kita disruh utk brpengahsilan #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;28. jauhilah smbr pnghasilan yg hram, riba, judi, tndak pnipuan(korupsi), membyr zkat, infaq,mnabung #qadirunAlaKasbi, #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;29. #sifatulmuslim yg kelima adlah #mustaqafulFikr (wa2san yg luas)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;30. s'org mslim hrus pnya wa2san yg luas, krn zman ini mnuntut kita dmikian #mustaqafulFikr #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;31. #mutsaqafulFikr adlh baik dlm bca tulis, m'prhtikan hkum2 tilwah, mngkaji mrhlah mkiyah n mdniyah,thu hkum tharah #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;31. #mustaqafulFikr adlh thu 10 org yg djmin msuk syurga, thu masalh ghzwul fikr, thu organisasi2 trseblung, #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;32. #mustaqafulFikr adlh bca 1 jz tfsir alQuran, prtisipasi dlm krja2 jama'i, hpal 1/2 hdits arbain #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;33. bca ssuatu d luar spesialisasi bidng kita minimal 4 jm/pkan, jd pndngar yg baik #mutsaqafulFikr #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;34. #sifatulmuslim yg keenam adlah #qawiyulJism&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;35. #qawiyulJism adlh org yg pnya bdan shat n kuat, brsih bdan n pkaian, kmitmen dgn olhrag 2 jm/pkan, bngun sblum fjar #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;36. #qawiyulJism adlh memprhatikan keshatn bdan kita, jauh dri mrokok, bhkan tdk mrokok, tdk brlebihn dlm bgadang #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;37. #qawiyulJism mnghruskan kita mnjadi kder dkwah yg tngguh, oleh sbb itu dianjurkan untk bisa karate,atw pnck silat yg lain #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;38. dgn #qawiyulJism jg, s'org kder dkwah tdk akn mdha trkena pnyakit.. #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;39. #sifatulmuslim yg ketujuh adalah #mujahidLinafsi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;40. #mujahidLinafsi adlh brjihad dgn nafsu kita, jhad yg sesungghnya adlah jihad nafsu #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;41. syp yg lu2s #mujahidLinafsi maka syurga blasannya #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;42. olh krna itu #mujahidLinafsi shrusnya kta bisa mngtrol untk mnjauhi sgla yg hram, sgala yg sybhat, tmp2 brmain yg hram #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;43. #sifatulmuslim yg kedelapan adlah #munazhamFisyuunihi (tratur dlm stiap urusan)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;44. #munazhamFisyuunihi tringat akn kata2 ali bin abi thalib : kbaikn yg tdk trorgnisir akn klah dgn kjahatn yg trorgnisir #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;45. #munazhamFisyuunihi mnuntut akn kprofesionalan kita #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;46. #sifatulmuslim yg kesmbilan adlah #haritsunAlawaqti&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;47. #haritsunAlawaqti adlh komitmen waktu, manajemen waktu...#sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;48. s'org mslim tdk ada di kmusnya itu jam karet #haritsunAlawaqti #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;49. jka di brat aj bgtu memahami arti urgensi wktu, masak org muslim tidak ? #haritsunAlawaqti #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;50. sdahkah kita #haritsunAlaWaqti disetiap pkrjaan kita, dlm khidupan kita ?? #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;51. #sifatulmuslim yg kesepuluh adlah #nafiunLighari&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;52. #nafiunLighari brmanfaat bg manusia yg lain... dy sholeh individu jg sholeh sosial...#sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;53. khoirun nas anfauhum li nas #nafiunLighari #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;54. sbaik2 mnusia adlah yg brmnfaat bgi yg lain #nafiunLighari #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;55. sbrapa org yg ktika kita tdk hdir disitu, kita dirindukan #nafiunLighari #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;56. sbrapa org yg ktika kt tdk disitu, org mrasa lbih enjoy #nafiunLighari #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;57. jka org2 kmpul kmudian mrasakn kita tdk disitu n dirindukan, itulah #nafiunLighari #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;58. artinya, rabthul 'am kita mngena kpd mreka smw, shingga mrindukan khdiran kta #nafiunLighari #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;59. bruntunglah org2 yg selalu dirindukan orng lain#nafiunLighari #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;60. sekian dari #sifatulmuslim,,, smoga kita bisa mengaplikasikannya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;61. shingga mnjadi mnusia unggul scra jasadiyah,ruhiyah, fikriya #sifatulmuslim&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-8954712882885972449?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/8954712882885972449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/07/sifatulmuslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8954712882885972449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8954712882885972449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/07/sifatulmuslim.html' title='#sifatulmuslim'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-6833332697777512291</id><published>2011-07-23T07:34:00.002+07:00</published><updated>2011-07-23T07:34:26.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>* Khilafah Not Solution *</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;1. sya tdk percya kalo khilafah mampu mnjdi solusi bngsa ini kalo mental bngsa ini masih mental tempe. #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;2. khilafah adlah s'buah pradban. N peradban tdk akn ad tnpa mnusia dan tanah #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;3. prjalanan siroh nabi pun tdk lngsung kpd khilafah #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;4. n nabi pun tdk prnah mwacnakn bhwa dgn ngra islam smua solusi akn tntas #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;5. yg pertama kali nabi lakukan adlah mncri SDM n membinanya. Tdk ad mksd untk mndrikan khilafah #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;6. stelah dibina, doktrin pertama kali bkan tegakkan khilafah. Tp dktrin islamisme #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;7. stelah mntal mnusia2 yg dibina tlah siap untk mndrikan sbuah pradabn. Mk d plihlah tanah sbgi implementasinya #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;8. ad 2 pilihan wktu it yg mw dijadikan sbg negara islam. Antra mdinah atw etiopia #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;9. tp knp kmudian d plih mdinah ? Krn trnyata rkytnya ramah. Tp ad 1 lg yg membuat nabi smkin ykin kpd mdinah #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;10. duta bsar islam pertama, mushab bin umeir blang : d mdinah, tiada satupun rumah kcuali d dlamnya ad suara quran #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;11. sudahkh stiap rumah org muslim indonesi dibckan al-quran ? #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;12. kalo blum, mnding isu khilafah d gnti aj deh. Atw jgn d indonesia kalo mw negakin khilafah #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;13. knp ? Krn mslim d indonesia msih blum siap. Mknya isu khilafah menjdi utopis #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;14. kcuali kalo hti sblm negakin khilafah pnya program 'one quran one home'. Bru saya dkung untk khilafah #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;15. nah, ad g d hti program kyk gtu ! Klw g ad y isunya dignti aja #skalilagi #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;16. drpda buang tnga yg bnyak tp g mksimal,kn sm sja. Wlopun gnjarannya bsar. Kn amal yg kcil tp istiqmah lbih dicintai #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;17. sekian dari twitter ane yg berjudul #khilafahnotsolution #fb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-6833332697777512291?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/6833332697777512291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/07/khilafah-not-solution.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6833332697777512291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6833332697777512291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/07/khilafah-not-solution.html' title='* Khilafah Not Solution *'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1080775873655477661</id><published>2011-07-09T19:45:00.000+07:00</published><updated>2011-07-09T19:45:38.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 11 #Seri Ushul Isyrin</title><content type='html'>“Setiap bid’ah dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia, baik berupa penambahan maupun pengurangan, adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan sarana yang sebaik-baiknya, yang tidak justru menimbulkan bid’ah lain yang lebih parah”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Segala amalan yang baru yang tidak diajarkan oleh Rasulullah adalah bid’ah. “Barang siapa mengada-adakan dalam urusan [agama] kami ini sesuatu yang bukan berasal darinya, maka ia tertolak”(HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Ath-Thayalisi, Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah, Al Baihaqi). Dalam syarah imam Nawawi, beliau menjelaskan bahwa semua bentuk ibadah baik mandi, wudhu, puasa, maupun sholat, jika dikerjakan tidak sesuai dengan ketetapan syariat islam, maka amalan ibadah itu akan tertolak dari pelakunya. Imam Nawawi melanjutkan bahwa orang yang berbuat bid’ah dalam urusan agama yang tidak sesuai degan syariat maka dia akan menanggung dosanya, amalannya tertolak dan dia dikenai ancaman. Rasulullah bersabda : “Barang siapa mengada-adakan satu perkara baru[dalam agama] atau melindungi orang yang membuat perkara baru [dalam agama], maka ia mendapatkan laknat Allah”(HR.Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Turmudzi, An Nasa’I dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hasan al-Banna mengatakan bahwa setiap bid’ah yang tidak ada pijakannya tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu adalah kesesatan. Artinya bahwa ada beberapa jenis bid’ah yang memang sesat dan ada juga bid’ah tapi esensinya adalah justru menambah kemashlahatan [pasal 12] dalam memahami agama Islam ini. Dalam pasal ke-11 inilah, Imam Hasan al-Banna mencoba untuk memahamkan kepada setiap orang untuk tidak membuat bid’ah yang hanya mengikuti hawa nafsu. Perbedaan antara bid’ah yang tidak memiliki landasan syar’I yang hanya menuruti hawa nafsu dengan bid’ah yang masih diperselisihkan[untuk bid’ah jenis ini akan dibahas di Pasal 12] adalah bahwa bid’ah yang mengikuti hawa nafsu adalah bid’ah yang sudah disepakati para ulama akan keharamannya, sehingga ia pun merupakan bid’ah yang haram. Inilah yang ingin dimaksudkan oleh Imam Hasan al Banna dalam pasal 11 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bid’ah ini lah yang harus diberantas hingga akar-akarnya, tentunya dengan konsep Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Jadi ketika kita memberantas bid’ah yang telah disepakati keharamannya oleh para ulama haruslah dengan cara-cara yang halus. Ketika kita mengubah kemungkaran ini, jika dampakny adalah akan lahir kemungkaran yang lebih besar, misalny adalah perang saudara atau bahkan perpecahan diantara kita sendiri, maka solusinya adalah kita harus mencari cara yang lain yang lebih baik dari semuanya atau jika tidak ada kita diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah melarang murid-muridnya mencegah orang Tartar minum minuman keras dengan pertimbangan bahwa jika mereka mabuk, maka mereka akan tertidur. Dengan demikian, tertekanlah kejahatan yang menimpa kaum muslimin lantaran mabuk dan tidurnya. Akan tetapi jika mereka terjaga, maka mereka akan membuat keonaran dan kebinasaan kepada harta benda dan kehormatan kaum muslim. Inilah maksud dari pasal 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bisshowab wahuwal muwafiq ilaa aqwamith thariq.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1080775873655477661?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1080775873655477661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/07/pasal-11-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1080775873655477661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1080775873655477661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/07/pasal-11-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 11 #Seri Ushul Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-3370538628228664928</id><published>2011-04-25T10:41:00.000+07:00</published><updated>2011-04-25T10:41:34.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Materi SOLID 1 : Tabbaruj dan Ikhtilath</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamualaikum,,, ikhwatifillah SOLID 1 untuk tanggal 30 insya allah dalam bentuk penugasan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;penugasan yang pertama : download materi tabarruj dan ikhtilath di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14735132/TabarrujDanIkhtilath.pdf.html"&gt;sini&lt;/a&gt; (untuk yang ikhtillath) dan disini untuk yang &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14735133/tabarrujdanjilbabasrma.ppt.html"&gt;tabarruj&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penugasan yang kedua : antum meresume tentang tabarruj dan ikhtilath dan dikumpulkan waktu SOLID 1 minggu depannya lagi....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;semoga bermanfaat..&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-3370538628228664928?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/3370538628228664928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/materi-solid-1-tabbaruj-dan-ikhtilath.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3370538628228664928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3370538628228664928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/materi-solid-1-tabbaruj-dan-ikhtilath.html' title='Materi SOLID 1 : Tabbaruj dan Ikhtilath'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-8213764723000990715</id><published>2011-04-20T00:02:00.000+07:00</published><updated>2011-04-20T00:02:51.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Ekonomi Islam kalahkan Sistem Kapitalis Barat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang menggelitik di hati saya, memang saya bukanlah orang yang  paham terhadap ekonomi islam karena jurusan saya adalah Teknik  Informatika. Tapi, kemarin(Minggu, 17 April 2011) saya membaca koran  harian terbesar di Jawa . Koran itu memuat tentang kebangkrutan Euro.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah  beberapa tahun, Amerika diguncang krisis ekonomi juga yang  mengakibatkan perekonomian seluruh dunia collapse. Kini, Eropa yang  tiada lain adalah teman dari Amerika itu sendiri, mengalami hal yang  sama dengan Amerika pada beberapa tahun silam. Entah apakah kemudian hal  ini juga akan merembet kepada perekonomian dunia yang lain atau tidak.  Tapi yang jelas, sistem ekonomi yang dianut oleh Amerika dan Eropa tidak  akan bertahan lama. Karena sesungguhnya, sistem itu hanya menguntungkan  bagi sebagian orang saja, inilah yang dinamakan sistem kapitalis.  Menguntungkan orang kelas menengah keatas dan merugikan bagi orang kelas  menengah kebawah (kayaknya memang jadi orang itu enak  tengah-tengah/pas-pasan. Pas butuh uang, pas juga ada uang. Pas butuh  mobil, pas juga ada yang ngasih mobil ^_^).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain  melumpuhkan sektor ekonomi, krisis ekonomi pun mengubah peta politik  dalam negeri. Reputasi pemimpin yang kini sedang berkuasa dipertaruhkan.  Partai pemerintahan juga terancam kehilangan citra di mata rakyat dan  pemilih jika mendukung atau sekedar membiarkan diterapkan kebijakan  ekonomi yang tidak populis(Jawa Pos,17 April 2011). Kebijakan yang  diambil sebagian pemimpin di Eropa adalah memperketat anggaran.  Islandia, sejak tahun 2008-2011 mengalami krisis finansial yang nyaris  membuat gulung tikar. Bayangkan saja, hutang di negara itu (swasta  maupun pemerintah) mencapai hampir enam kali lipat dibandingkan dengan  produk domestik brutonya(PDB). Akhirnya Islandia mendapatkan talangan (&lt;em&gt;bailout&lt;/em&gt;)  dari IMF pada 2008. Krisis utang tidak hanya menimpa Islandia saja,  Yunani, Estonia, Luksemburg, Slovenia, Finlandia, Spanyol, Siprus,  Belanda, Irlandia, Austria, Malta, Jerman, Portugal, Prancis, Belgia,  dan Italia. Namun mengapa inggris tidak ? Ternyata di Inggris adalah  negara Uni Eropa tapi non-euro yang di negara tersebut punya bank yang  sistem syariah. Bahkan pusat perekonomian syariah ada di Inggris. Namun  begitu, Inggris juga khawatir dengan krisis yang melanda sebagian besar  Eropa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dylan Grice, Pakar keuangan di Lembaga Societe  Generale, di Paris menyatakan bahwa menerapkan program pengetatan  keuangan di negara-negara UE(baca: Uni Eropa) yang terancam bangkrut  akhirnya berdampak buruk pagi pemilik suara. Kantong rakyat kian kempes.  Di negara maju rakyat cenderung sensitif juga bicara soal ekonomi.  Apalagi, jika stabilitas perekonomian dan kemapanan terancam. Ini  terbukti misalkan di Portugal, pada 23 maret lalu, PM Portugal Jose  Socrates mengundurkan diri setelah parlemen menolak program pengetatan  ekonomi yang dia ajukan. Akhirnya, portugal yang terjerat utang harus  mengadakan pemilu lagi. Dan mungkin masih banyak lagi. Seperti Nicolas  Sarkozy harus kehilangan popularitas. Partai yang dia pimpin kalah dalam  serangkaian pemilu lokal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga kini masih belum  menemukan solusi yang terbaik. Negara-negara yang terjerat utang  kamudian akan mengutang lagi kepada IMF yang notabene adalah gurita  ekonomi yang jika negara tidak mampu membayar utang ke IMF, maka  perekonomian akan diatur oleh IMF sendiri (contohnya bisa dilihat di  Indonesia). Akhirnya, kita akan menyadari, bahwa perekonomian yang mampu  membawa kesejahteraan adalah Ekonomi Islam. Yang sebenarnya sistem ini  tidak terlalu ribet. Sistem ini menganut keadilan diantara sesama. Tidak  ada yang dirugikan dan tidak ada yang diuntungkan. Semuanya  diuntungkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapitalis yang dianut barat akan tunduk dan  menyembah kepada Ekonomi Islam yang sangat tinggi dan tidak ada yang  melebihinya. Islam adalah sistem yang menyeluruh, tidak akan bisa  dikalahkan oleh kapitalis, sosialis, maupun ideologi-ideologi lain. Yang  bisa mengalahkan islam adalah orang islam itu sendiri. Ketika orang  islam sudah tidak paham lagi dengan ke-Islam-annya. Mereka kemudian  menganggap islam sebagai sistem yang kolot dan tidak modern. Padahal di  satu sisi, bahwa keseimbangan di dunia ini ada di Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin tidak banyak yang saya ketahui, hanya sekedar &lt;em&gt;share&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bish showab wahuwal muwaafiq ila aqwamith Thariq..&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-8213764723000990715?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/8213764723000990715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/ekonomi-islam-kalahkan-sistem-kapitalis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8213764723000990715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8213764723000990715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/ekonomi-islam-kalahkan-sistem-kapitalis.html' title='Ekonomi Islam kalahkan Sistem Kapitalis Barat'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-8009943779609667611</id><published>2011-04-20T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-04-20T00:01:07.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Khilafah dan Demokrasi, Adakah Keberbedaan ?</title><content type='html'>Bicara mengenai dua sistem diatas memang tidak akan ada habisnya. Sistem yang dinilai tidak membawa kemashlahatan dan keuntungan bagi semua orang. Sistem yang menyengsarakan orang-orang miskin-katanya. Seolah-olah demokrasi adalah sistem yang paling buruk di alam semesta ini. Setelah sebelumnya sistem sosialis juga telah mengalami keruntuhan, di beberapa negara. Sistem sosialis di negara-negara yang sebenarnya penganut komunis hanya bertahan di jajaran menengah ke bawah. Sedangkan menengah ke atas tidak ada sistem yang berlaku, yang penting perut kenyang.  Demokrasi dengan segala interpretasinya, disini saya hanya ingin membicarakan sistem demokrasi multipartai saja dan secara garis besar apa itu demokrasi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi di dalam kamus besar bahasa indonesia adalah 1.(bentuk atau sistem) pemerintahan yg seluruh rakyatnya turut serta memerintah dng perantaraan wakilnya; pemerintahan rakyat; 2. gagasan atau pandangan hidup yg mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yg sama bagi semua warga negara; Jika kita membaca definisi dari demokrasi diatas, sesungguhnya tidak ada yang bertentangan dengan islam. Pemimpin yang dipilih oleh rakyat dan kemudian rakyat sebagai kontrol sosial. Sebagai kontrol sosial, rakyat juga tidak boleh lemah dalam bertindak. Ketika ada yang menyeleweng segara eksekusi. Itu adalah penjabaran dari definisi yang pertama. Definisi yang kedua, lebih kepada cara pandang. Mengutamakan persamaan hak dan kewajiban dan perlakuan yang sama bagi semua rakyat. Lalu apa bedanya dengan sosialis komunis ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan khilafah ? Sebuah sistem yang diyakini oleh beberapa orang sebagai satu-satunya sistem yang mampu mensejahterakan rakyat. Sistem islam yang menyeluruh. Sistem islam sebagai rahmatan lil 'Alamin. Banyak yang kemudian orang-orang islam menggaung-gaungkan sistem ini. Sistem ini dinilai cocok untuk diterapkan di Indonesia, dengan alasan bahwa umat Muslim di indonesia jauh lebih banyak dan besar. Perkataan khilafah sebagai salah satu sistem di Indonesia akan terlihat dicemooh oleh banyak orang. Bukan apa-apa, tapi sebenarnya apa yang mereka gaungkan tidaklah nampak. Terlihat sebagai sistem utopis. Karena tidak ada langkah-langkah yang konkrit untuk menuju kesana.Sistem khilafah yang diyakini oleh sebagian kita adalah mutlak adanya. Artinya, ada yang percaya bahwa suatu saa nanti khilafah akan kembali berjaya saat sediakala. Entah bagaimana itu caranya. Inilah yang kemudian membuat saya agak risih jika ada orang yang terlalu memaksakan munculnya khilafah. Sistem ini memang akan muncul sebagai sistem rahmatan lil alamin. Namun, apakah ada momen yang tepat untuk itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat secara seksama, khilafah dan demokrasi ini adalah satu kesatuan. Ini jika kita melihat dari kita sebagai seorang muslim yang harus percaya bahwa khilafah itu nantinya akan muncul dan berjaya kembali. Itu adalah suatu kepastian. Khilafah adalah tujuan bersama, dan demokrasi adalah alat kita untuk menuju kesana. Jika ada orang idealis yang mengatakan bahwa saat ini demokrasi bobrok dan tidak mau terlibat dalamnya, maka jangan harap khilafah muncul. Kita melihat saat ini, demokrasi adalah satu-satunya sistem yang terbaik diantara yang terburuk. Kita melihat, dengan kebebasan yang diberikan oleh demokrasi membuat kita semakin leluasa menyebarkan dakwah ini. Dan inilah yang dinamakan menikmati demokrasi. Menunggangi demokrasi untuk kejayaan khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, sistem multipartai adalah satu-satunya paling pas untuk mewujudkan khilafah. Di indonesia, apapun partainya, siapapun partainya pasti tidak jauh dari asas nasionalisme liberal, asas nasionalisme sosial, asas nasionalisme islamis. Diantara ketiga asas ini yang kemudian nanti akan menang, maka itulah sistem yang akan diterapkan di negeri ini. Walaupun sistem sebenarnya adalah demokrasi, tapi secara penerapannya bukan demokrasi. Saat ini, jalan satu-satunya untuk menuju khilafah adalah menunggangi demokrasi. Kalau ada orang yang tidak mau mempercayai hal ini, maka jalan apa lagi yang akan ditempuh ? Revolusi ? Mau seperti apa wajah bangsa kita nanti ? Revolusi hanya akan merusak mata rantai sejarah Indonesia. Dan ini tentunya akan merusak citra islam sebagai rahmatan lil 'alamin. Indonesia bukanlah negeri timur tengah yang kebanyakan pemimpinnya diktator. Maka, sangat tidak wajar kalau menggunakan revolusi hanya untuk penegakan khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya pemilihan multipartai kita akan dapat tentukan siapa yang menang, itulah yang berkuasa. Ketika islam menang, maka saat itulah momen yang tepat untuk penegakan khilafah. Maka, adakah keberbedaan antara Khilafah dan Demokrasi ?  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-8009943779609667611?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/8009943779609667611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/khilafah-dan-demokrasi-adakah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8009943779609667611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8009943779609667611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/khilafah-dan-demokrasi-adakah.html' title='Khilafah dan Demokrasi, Adakah Keberbedaan ?'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-3560014457855196836</id><published>2011-04-19T23:57:00.000+07:00</published><updated>2011-04-19T23:57:19.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 10 # Seri Ushul Isyrin</title><content type='html'>Ma'rifah kepada Allah dengan sikap tauhid dan penyucian(dzat)-Nya adalah setinggi-tinggi tingkatan aqidah islam. Sedangkan mengenai ayat-ayat sifat dan hadits-hadits shahih tentangnya serta berbagai keterangan mutasyabihat yang berhubungan dengannya kita cukup mengimaninya sebagaimana adanya, tanpa ta'wil dan ta'thil dan tidak juga memperuncing perbedaan yang terjadi diantara para ulama. Kita mencukupkan diri dengan keterangan yang ada, sebagaimana Rasulullah dan para sahabatnya mencukupkan diri dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang yang mendalam ilmunya berkata : 'Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu berasal dari Tuhan kami (Ali-Imron : 7)'"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan dalam pasal 10 ini adalah tentang penafsiran kepada ma'rifat kepada Allah. Permasalahan ini muncul ketika mulai bermunculan aliran-aliran aqidah dalam islam, mulai dari qadariyah yang sepenuhnya percaya adanya takdir Allah dan mereka percaya bahwa segala sesuatu itu skenarionya sudah ada pada Allah, kita di dunia ini hanya sebagai boneka yang dimainkan oleh orang yang punya, Hingga kepada jabariyah yang menolak adanya takdir Allah, bahwa segalanya itu bisa dicapai karena usaha kita dan tidak ada campur tangan Allah di dalamnya. Termasuk di dalamnya terdapat mu'tazilah. Dan masih banyak lagi aliran-aliran aqidah yang mulai bermunculan setelah khulafaurRasyidin semua wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kemudian Hasan al-Banna menuliskan hal ini kedalam Pokok yang dua puluh ? Tujuan Hasan al-Banna dalam menulis ini tiada lain adalah agar kita jangan terjerumus kepada penafsiran yang mengada-ada tentang tuhan. Penafsiran-penafsiran yang kemudian menjerumuskan kita kepada hal-hal yang mampu membawa kita keluar Islam, karena ini adalah masalah aqidah. Masalah aqidah adalah masalah ushul dalam Islam. Bagaimana kemudian tabiat para sahabat dan orang-orang yang mendalam ilmunya tidaklah mempermasalahkan hal itu. Seperti apa yang difirmankan oleh Allah dalam salah satu ayatnya di Ali-Imron ayat 7. Bahwa mereka beriman kepada ayat-ayat mutasyabihat dan semuanya itu hanya dari Allah. Artinya hanya Allahlah yang tahu, kita tidak tahu dan kita mau tahu. Seperti itulah tabiat atau sikap para sahabat terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran ayat-ayat yang mengandung tentang sifat-sifat-Nya, dalam hal ini Hasan al-Banna mengelompokkan orang-orang dalam 4 kelompok :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelompok yang Pertama&lt;/b&gt;, mereka mengambil zahir teks yang tersirat sebagaimana adanya. Artinya disini, orang-orang yang pada kelompok pertama adalah mereka percaya bahwa Allah punya tangan seperti tangannya manusia(seperti dalam surat al-Fath, ayatnya lupa). Atau mungkin ada teks dalam al-quran menggambarkan wajah Allah, mereka pun akan menafsiran bahwa Allah punya wajah seperti wajah makhluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelompok yang Kedua&lt;/b&gt;, mereka mengabaikan makna yang terkandung dalam lafadz-lafadz diatas dalam segala bentuknya. Mereka ini seolah-olah tangan Allah itu tidak ada, sifat-sifat yang lain juga mereka nafikkan. Mereka juga tidak percaya dengan wajah Allah itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelompok ketiga&lt;/b&gt;, percaya menetapkan adanya sifat-sifat. Namun pada hakikat, makna diserahkan kepada Allah. Disinilah kita kemudian harus mengikuti kelompok ini. Yaitu, kita percaya bahwa Allah punya tangan, Allah punya wajah, ataupun Allah itu pernah marah, Atau Allah seperti apapun yang digambarkan dalam al-Quran. Namun, untuk maknanya kita serahkan kepada Allah saja. Apakah tangannya Allah seperti manusia, itu kita serahkan kepada Allah. Atau mungkin apakah wajahnya Allah itu sama dengan wajah makhluknya atau beda, itu kita serahkan kepada Allah. Dan inilah sebaik-baik kelompok yang mengimani sifat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelompok yang Keempat&lt;/b&gt;, mereka menakwilkan sifat-sifat Allah dengan arti yang lain. Misalkan dalam kasus ini, saya mengambil surat al-Fath sebagai contoh. Orang-orang dalam kelompok empat ini, mereka mentakwilkan tangan Allah itu seperti kekuasanNya, misalnya. Jadi, orang-orang ini mereka mentakwilkan sifat Allah dengan interpretasi yang berbeda dari yang lain. Namun di sini tetap beda dengan kelompok yang pertama yang meyakini betul bahwa Allah punya tangan. Kalau di kelompok empat ini, mereka menafsirkan dengan sesuatu seperti yang saya contohkan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, Hasan al-Banna disini berpesan bahwa kewajiban muslim terhadap aqidah islam yang paling tinggi adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mengenal-Nya secara yakin, bukan secara pengetahuan intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. mentauhidkan-Nya dengan tulus tanpa keraguan di dalamNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. meyakini kesempurnaan hanyalah milik Allah dan meMahaSucikan-Nya dengan segala kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam wa huwal muwafiq ilaa aqwamit thariq  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-3560014457855196836?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/3560014457855196836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/pasal-10-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3560014457855196836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3560014457855196836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/pasal-10-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 10 # Seri Ushul Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1216248610435671334</id><published>2011-04-19T23:55:00.000+07:00</published><updated>2011-04-19T23:55:03.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 9 # Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Setiap masalah yang amal tidak dibangun diatasnya, sehingga menimbulkan perbincangan yang tidak perlu, adalah kegiatan yang dilarang secara syar'i. Misalnya memperbincangkan berbagai hukum tentang masalah yang tidak benar-benar terjadi atau memperbincangkan makna ayat-ayat al-Quran yang kandungan maknanya tidak dipahami oleh akal pikiran, atau memperbincangkan perihal perbandingan keutamaan sahabat-sahabat Nabi dan perselisihan yang terjadi diantara mereka, padahal masing-masing dari mereka memiliki keutamaan sebagai sahabat nabi dan pahala niatnya. Dengan ta'wil (menafsiri baik perilaku para sahabat) kita terlepas dari persoalan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disini Hasan al-Banna ingin mencoba untuk melepaskan kita dari perdebatan panjang dan berlarut-larut yang tiada manfaatnya. Mendiskusikan masalah memang ada baiknya, namun jika diskusi yang tidak membawa manfaat, maka sebaiknya dikurangi atau mungkin dihindari. Karena sesungguhnya kita hanya mampu berdiskusi tanpa beramal. Padahal, harapan dari setiap diskusi adalah amal atau kerja. Setelah berdiskusi tentu kita akan bergerak dan melakukan apa yang didiskusikan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal kesembilan ini, Hasan al-Banna memberikan contoh yaitu; 1). memperbincangkan berbagai hukum tentang masalah yang tidak benar-benar terjadi atau 2) memperbincangkan makna ayat-ayat al-Quran yang kandungan maknanya tidak dipahami oleh akal pikiran, atau 3) memperbincangkan perihal perbandingan keutamaan shabat-sahabat Nabi dan perselesihan yang terjadi diantara mereka. Mungkin tiga poin inilah yang kemudian menjadi sebab jatuhnya islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang sebenarnya belum terjadi sesungguhnya tidak perlu kita untuk mendiskusikan. Hanya akan menambah beban kita sebagai seorang muslim. Perilaku para sahabat yang patut kita contoh adalah, mereka senatiasa tidak mendiskusikan permasalahan yang belum terjadi. Ketika sudah terjadi, maka mereka baru mencari landasannya di al-Quran dan Hadits. Kalaupun tidak ditemukan, maka mereka baru berdiskusi tentang hukumnya tersebut. Bagaimana tentang cerita yang di Bani Quraidhah, Rasulullah menyuruh untuk sholat ashar pas disana, namun ternyata ditengah perjalanan telah masuk ashar. Ada sebagian sahabat yang meneruskan perjalanannya dan ada sebagian berhenti untuk sholat dulu. Apa sebelum ada kasus seperti ini, para sahabat sudah mendiskusikannya ?? Inilah makna dari apa yang disampaikan oleh Imam Hasan al-Banna. Sahabat umar dahulu melaknat orang yang bertanya tentang sesuatu yang belum terjadi, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya Said Hawwa 'Membina Angkatan Mujahid' halaman 147. Bahwa ada beberapa masalah yang bukan termasuk wilayah aqidah yang dibebankan kepada kita, masalah itu juga tidak termasuk dalam fiqh yang kita perlukan, dia juga bukan termasuk masalah perilaku yang harus kita rujuk kepada al-Kitab dan Sunnah, bukan pula persolan penting bagi kehidupan dunia dan akhirat. Dan seyogyanya kita tidak usah membahasnya, karena ia tidak akan keluar dari wujudnya sebagai sikap mengikuti hawa nafsu, memuaskan logika semata, dan menyia-nyiakan waktu, bahkan ia termasuk dalam berilaku banyak omong (OmDo) dan memaksakan diri. Allah berfirman dalam surat Shad : 86 "Katakanlah (Hai Muhammad) ,'Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas dakwahKu dan aku bukanlah termasuk golongan orang-orang yang memberat-beratkan". Bagaimana kemudian Rasulullah meneruskan ayat ini dengan sabdanya : "Aku dan kemashlahatan ummatku bersih dari memberat-beratkan diri". &lt;br /&gt;Bahasan kedua dari pasal 9 ini, ustadz Hasan al-Banna mencoba mengingatkan kepada kita bahwa ada beberapa ayat di al-Quran yang memang tidak perlu penafsiran lebih dan juga ada ayat-ayat yang mutasyabihat. Dan menafsirkan ayat-ayat ini (ayat-ayat yang penafsirannya belum dipahami oleh manusia) termasuk contoh dari beberapa masalah yang tidak membuahkan amal dan tidak termasuk yang dibahas dalam ayat-ayat al-Quran yang jelas tafsirnya. Dan ini merupakan etika para ulama di setiap masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena dari memperbincangkan makna ayat-ayat al-Quran yang kandungan makna belum dipahami oleh akal adalah meyakini secara pasti sesuatu yang tidak seyogyanya diyakini demikian atau mendebatkan masalah yang tidak seharusnya dibahas dengan perdebatan. Sebagai contoh adalah ayat berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwasannya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah diatas tangan mereka "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dimaksud dengan tangan Allah dalam ayat diatas ? apakah tangan Allah memang seperti tangan kita sebagai makhluk atau seperti apa ?? Kita haruslah paham, bahwa sesungguhnya Allah itu tidak akan pernah menyerupai makhluk-Nya. Siapapun itu dan apapun bentuknya. Kita juga jangan terlalu mendebatkan permasalahan ini. Memperbincangkan dan mendiskusikan secara berlebihan dengan mengungkapkan berbagai kemungkinan atas nash adalah perbuatan memaksakan diri dan dapat menjerumuskan kedalam kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ustadz Hasan al-Banna mengatakan : "... atau memperbincangkan perihal perbandingan keutamaan dan perselisihan yang terjadi diantara para sahabat, padahal masing-masing dari mereka memiliki keutamaannya sebagai sahabat nabi dan pahala niatnya. Dengan takwil kita terlepas dari persoalan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbincangkan masalah membanding-bandingkan sahabat apakah sabahat ini baik, apakah sahabat itu buruk sifatnya adalah sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Karena mereka sudah mempunyai pahala atas niatnya masing-masing. Penulis mencoba menganalasis bahwa mendiskusikan masalah ini datang ketika ada fitnah yang menimpa sahabat ali dengan muawiyah dalam perang shiffinnya. Dan juga fitnah yang menimpa sahabat ali dengan ummul mukminin 'Aisyah dalam perang jamal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang-orang yang kemudian mempertanyakan misalnya dalam perang shiffin, Muawiyah adalah orang yang curang ketika dalam perang tersebut dan bla...bla...bla... Kita sebenarnya tidak ingin berlarut-larut untuk menanyakan atau mendiskusikan kira-kira siapa yang salah dalam perang shiffin yang menyebabkan orang-orang muslim bertumpah darah dengan orang-orang muslimnya. Kita cukup sampai batasan memahami hikmah dibalik peristiwa tersebut. Dan tidak usah saling menyalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Said Hawwa punya beberapa pendapat :&lt;br /&gt;1. Terdapat beberapa nash qath'iyyud dalalah (jelas maknanya) dan qath'iyyuts tsubut (jelas derajat riwayatnya) tentang keistimewaan sebagai sahabat dari sebagian yang lain. Ini bagian dari urusan aqidah yang sepatutnya diketahui oleh setiap muslim.&lt;br /&gt;2. Perselisihan antara sahabat merupakan perselisihan yang-pada situasi tertentu- kadang-kadang mengakibatkan lahirnya peperangan. Namun perselisihan semacam itu hendaknya tidak berdampak bagi kesatuan umat islam di masa kini. Hanya saja jelas bahwa sebagian bentuk perselisihan itu telah diputuskan dalam nash. Hal ini tidak termasuk dalam berbagai masalah yang dilarang oleh Hasan al-Banna, karena merupakan bagian dari masalah-masalah aqidah. Nash yang menyatakan jelas dan tegas bahwa orang-orang yang menentang ali dari kalangan khawarij adalah kaum sesat. Nash menyatakan dengan jelas juga bahwa muawiyah adalah kelompok yang memberontak kepada ali. Jadi, sepanjang perkataan itu dibangun diatas pondasi argumentasi yang jelas, ia bukan termasuk sikap memaksakan diri, bahkan termasuk indikasi orang yang paham terhadap nash itu sendiri.&lt;br /&gt;3. Perselisihan yang terjadi di kalangan sahabat itu tidak menafikkan keutamaan mereka. Oleh karenanya kita tidak boleh melemparkan tuduhan negatif tanpa dalil, tetapi hendaknya kita men-takwil kejadian yang menimpa kehidupan mereka bahwa hal itu terjadi karena berbeda ijtihad diantara mereka. Sebagian benar dan sebagian keliru. Itu lebih semangat bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam bisshowab wahuwal muwafiq ilaa aqwami thariq... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1216248610435671334?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1216248610435671334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/pasal-9-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1216248610435671334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1216248610435671334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/pasal-9-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 9 # Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-3218279767068297773</id><published>2011-04-08T14:32:00.000+07:00</published><updated>2011-04-08T14:32:22.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>Materi Tarbiyah : "Realisasi Syahadat"</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk yang ber-ekstensi .doc &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14512425/.doc.html"&gt;disini&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan untuk yang ber-ekstensi .pdf &lt;a href="http://www.blogger.com/%09%20http://www.ziddu.com/download/14512424/.pdf.html"&gt;disini&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-3218279767068297773?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/3218279767068297773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/materi-tarbiyah-realisasi-syahadat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3218279767068297773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3218279767068297773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/materi-tarbiyah-realisasi-syahadat.html' title='Materi Tarbiyah : &quot;Realisasi Syahadat&quot;'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-5549066268431314833</id><published>2011-04-08T10:51:00.000+07:00</published><updated>2011-04-08T10:51:36.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jeritan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>The Ways How to Get My Ideal Ambition</title><content type='html'>My ambition in my life is i wanna be a good programmer, i wanna be Head of Communication and Informatic Ministry (MENKOMINFO), and i wanna be a good System Analysis. And how i get my ambition that ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, Study Hard. I know it's be a first step to get my ideal ambition. My father send me from school to scholl just wanna me get a wisdom of life. I Study from East Java until West Java just wanna get it. Finally, experience of my formal education ended in eastern java at an Islamic University in Malang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second, patience. I believe without patience, i never know about what is Informatic Engineering, i dont know about what is Java programming, or other programming languages. I believe that the patience can drive me to success. Yes, i believe that. That is advise from my parent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Third, pray a lot. I believe with much prayer, Allah will grant all my request. What can't be done by me, will be performed by Allah, If i pray a lot. Of course, its not separated from the previous factor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here are three keys ways we can get our ideal ambition, are Study Hard, patience, and pray a lot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the last, i just wanna say : "I was not smart people with high IQ, but i was a fool who spirit in learning"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks !!!&lt;br /&gt;eep'erdogan'shev&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This article was not translated all by me, but partly by google translation. Sorry&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-5549066268431314833?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/5549066268431314833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/ways-how-to-get-my-ideal-ambition.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/5549066268431314833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/5549066268431314833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/04/ways-how-to-get-my-ideal-ambition.html' title='The Ways How to Get My Ideal Ambition'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-5350813588463358262</id><published>2011-03-26T07:57:00.000+07:00</published><updated>2011-03-26T07:57:22.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 7 # Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Setiap muslim yang belum mencapai kemampuan menelaah terhadap dalil-dalil hukum furu' (cabang), hendaklah mengikuti pemimpin agama. Meskipun demikian, alangkah baiknya jika -- bersamaan dengan sikap mengikutinya -- ia berusaha semampu yang ia lakukan untuk mempelajari dalil-dalilnya. Hendaknya ia menerima setiap masukan yang disertai dengan dalil selama ia percaya dengan kapasitas orang yang memberi masukan itu. Hendaknya ia juga menyempurnakan kekurangannya dalam hal ilmu pengetahuan, jika ia termasuk orang yang pandai, hingga mencapai derajat penelaah"&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal ketujuh ini merupakan kelanjutan dari pasal keenam. Hasan al-Banna didalam pasal tujuh ini ingin mengatakan kepada kita tentang urgensi ijtihad dan batasan-batasan tentang taklid itu sendiri. Jika dalam pasal keenam, setiap orang dapat diambil ataupun ditolak perkataannya. Namun dalam bahasan pasal ketujuh ini, kita dituntut untuk lebih memahami mengapa kita mengikuti perkataan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap muslim yang belum mencapai kemapuan menelaah terhadap dalil-dalil hukum furu (cabang), hendaklah ia mengikuti pemimpin agama."  Secara gamblang Hasan al-Banna mengatakan untuk bertaklid dalam masalah-masalah furu'iyah, jika belum mencapai kemampuan untuk menelaah dalil-dalil furu'. Anjuran Hasan al-Banna ini tidak lain adalah kekhawatiran beliau terhadap orang-orang yang beramal namun tidak tahu landasan berpikirnya. Kenapa ia melakukan sholat, kenapa sholatnya seperti ini. Mengikuti pemimpin agama (imam 4 mazhab, atau kyai-kyai yang sudah memiliki kemapuan untuk berijtihad) adalah wajib bagi orang-orang yang belum mencapai kemampuan dalam menelaah dalil-dalil hukum furu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;"Meskipun demikian, alangkah baiknya jika ia berusaha semampu yang ia lakukan untuk mempelajari dalil-dalilnya" Lanjutan ini merupakan keseriusan Hasan al-Banna dalam kemerdekaan akal. Agar akal dalam mencari dalil-dalil ini tidak selalu mengikuti pendapat orang lain. Namun, jika orang itu kemudian percaya terhadap salah satu imam saja, maka dianjurkan untuk mempelajari dalil-dalil yang mendukung pemikiran imam tersebut. Ketika imam tersebut mengucapkan A terhadap masalah sesuatu, dan kemudian diikuti dengan pengikut mazhabnya maka pengikutnya ini harus mencari kenapa kemudian imam mazhabnya itu mengucapkan A terhadap masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hendaknya ia menerima masukan yang disertai dalil selama ia percaya kapasitas orang yang memberi masukan itu" Artinya disini adalah apabila terdapat kesalahan atau ijtihad dari pendapat imam yang diikuti masih lemah dalam periwayatan haditsnya, maka kita harus berlapang dada jika kemudian kita ditegur dengan suatu dalil yang kedudukannya lebih shohih daripada dalil yang dianut oleh imam kita. Asalkan, kita tahu kapasitas orang yang memberi masukan itu kepada kita. Seberapa hebatnya ilmu orang yang memberi masukan kepada kita itu jauh lebih penting untuk membuka wawasan ijtihadiyah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya ia juga menyempurnakan kekurangannya dalam hal ilmu pengetahuan, jika ia termasuk orang yang pandai, hingga mencapai derajat penelaah" Inilah output yang ingin dicapai atau keinginan dari hasan al-Banna adalah agar setiap orang itu menjadi mujtahid. Orang yang mujtahid, maka ia tidak akan memperhitungkan masalah furu'iyah belaka. Ia yang sudah paham bahwa imam yang dianutnya hanya sebatas manusia saja yang tentu luput dari kesalahan berijtihad, maka tentu akan merasa kurang dengan dalil yang dipegang oleh imamnya tersebut. Belajar menelusuri kebenaran suatu pegangan akan membawa kita mampu untuk menjadi seorang mujtahid. Apabila setiap orang muslim disini mampu untuk melihat perbedaan-perbedaan mazhab dan kemudian semuanya menjadi seorang mujtahid, maka kasus saling ejek antar mazhab tidak akan muncul. Maka kasus orang-orang yang mempertanyakan kebenaran berapa raka'at dalam sholat tarawih akan hilang. Sungguh, hanya orang-orang yang bodoh yang menganggap mazhabnya paling benar. Ketika setiap orang mampu menelaah setiap permasalahan khilafiyah, maka sungguh mereka akan berpikir jauh lebih maju dari yang diperkirakan orang barat. Mereka (orang barat.red) menggunakan politik ini untuk memecah belah. Tapi sungguh, kekuatan islam tidak akan tumbang dengan kekuatan yang lain. Islam hanya dapat dikalahkan dari kekalahan pemeluknya. Islam kalah hanya ketika pemeluknya tak lagi percaya dengan islam. Islam tidak akan pernah dikalahkan oleh sistem-sistem dunia yang lain.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-5350813588463358262?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/5350813588463358262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/03/pasal-7-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/5350813588463358262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/5350813588463358262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/03/pasal-7-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 7 # Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-6005609028674964661</id><published>2011-03-26T07:46:00.000+07:00</published><updated>2011-03-26T07:46:29.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 8 # Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>"Khilaf dalam masalah furu'(cabang) hendaknya tidak menjadi faktor pemecah belah agama, tidak menyebabkan permusuhan, dan tidak menyebabkan kebencian. Setiap mujtahid mendapatkan pahalanya, sementara itu tidak ada larangan melakukan studi ilmiah yang jujur terhadap persoalan khilafiyah dalam naungan kasih sayang dan saling membantu karena Allah untuk menuju kepada kebenaran. Semua itu tanpa melahirkan sikap egois dan fanatik"&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal kedelapan ini, ada beberapa poin yang bisa atau dapat kita ambil pelajaran darinya. Yang pertama : permasalahan khilafiyah yang kemudian tidak menjadi pemecah belah, permusuhan dan kebencian. yang kedua : Setiap mujtahid mendapatkan pahala atas apa yang telah di-ijtihad-kan. Yang ketiga : boleh untuk melakukan studi ilmiah yang jujur dalam masalah khilafiyah. Output dari ketiganya adalah tidak ada sikap egoisme dan fanatikisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan khilafiyah tentu saja sudah menjadi bahan diskusi kita, baik di kelas maupun di ruangan kuliah sekalipun. Tentu ada beberapa hal yang kemudian tahu tentang bagaimana menyikapi perbedaan dalam masalah furu'iyah dan tentu ada juga yang sebenarnya paham, namun dirinya tidak paham dalam menyikapi masalah ini. Dan inilah yang kemudian harus dipahami. Mungkin, masyarakat luas di Indonesia ini masih dalam tahap yang kedua. Sehingga ketika mereka berdiskusi dan tidak ada penengah dalam hal ini, maka mereka sesungguhnya sudah terjerumus ke dalam hasutan syetan. Karena apa ? Karena hasil akhir dari diskusi itu nantinya hanya akan menimbulkan perpecahan dan terjadi class-isasi yang terasa terkotak-kotak. Golongan A  bergaul dengan golongan A yang se-fikroh, golongan B bergaul dengan golongannya. Inilah yang kemudian Hasan al-Banna mewanti-wanti. Apakah kemudian kita tidak boleh membuka diskusi untuk porsi yang seperti ini ? Boleh, hanya saja kita harus lebih bersikap dewasa dan kemudian tidak terjadi pengkelasan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dalam memahami masalah khilafiyah (perbedaan) adalah seperti apa yang dikatakan oleh Allah dalam surat al-Kafirun : Lakum diinukum waliya diin.. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Bagimu mazhabmu, bagiku mazhabku. Itu saja, selesai urusan. Jangan kemudian hanya berbeda pendapat, kita melupakan hal yang wajib yaitu menjaga persatuan dan kesatuan (baca : Ukhuwwah). Padahal,kan sudah jelas kalau dalam al-quran itu, Allah lebih menekankan kepada ukhuwwah ? Lalu adakah kemudian para sahabat menyikapi masalah khilafiyah ini juga dengan sikap kebencian dengan mazhab yang lain ? Khilafiyah dalam beribadah akan lebih baiknya mungkin kita serahkan kepad orang yang memang berkompeten dalam bidangnya. Dan tentu, merujuk dalam Pasal ke-6 mengatakan bahwa pendapat setiap orang boleh ditolak, boleh diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap mujtahid mendapatkan pahalanya". Seperti yang telah penulis jelaskan pada pasal-pasal awal, bahwa seorang mujtahid jika benar akan mendapatkan pahala dan ketika salah atau dalam mengutip sebuah hadits ternyata hadits itu dhaif, maka tidak ada dosa baginya, wallahu a'lam apakah kemudian dia juga mendapatkan pahala atas apa yang diijtihadkan ataukah hanya sebatas tidak ada dosa atasnya. Karena sudah jelas permasalahan disini, bahwa ragam interpretasi dari perkataan Allah (al-Quran) yang bersifatnya masih global dan perkataan Nabi (hadits) pasti akan banyak. Sehingga tidak dapat kita pungkiri lagi, bahwa wajar kalau kemudian muncul mazhab-mazhab dalam ibadah. Sejenak kita merefleksikan diri kita dan kemudian kita kembali pada zaman penjajahan. Bagaimana para ulama bisa berkumpul, bersatu padu mulai dari ulama wahabbi hingga ulama nasionalis, misalkan. Mereka kemudian berkumpul membentuk organisasi M.I.A.I (Majlis Islam A'la Indonesia). Majelis ini sungguh sangat dihormati oleh semua kalangan masayrakat. Dan majelis ini, adalah perkumpulan dari ulama-ulama yang membahas tentang permasalahan khilafiyah. Lalu bagaimana dengan potret MUI (Majelis Ulama Indonesia) sekarang ini ? Sebagian fatwa-fatwanya tidak didengarkan oleh masyarakat luas. Inilah yang membuat umat islam mundur dari kejayaan. Masyarakat Islam Indonesia tidak lagi mendengarkan arahan atau fatwa-fatwa MUI. Akhirnya, fungsi MUI hanya terlihat sangat sempit dari yang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sementara itu tidak ada larangan untuk melakukan studi ilmiah yang jujur terhadap persoalan khilafiyah dalam naungan kasih sayang dan saling membantu karena allah untuk menuju kepada kebenaran". Studi ilmiah yang seperti inilah yang akan membawa angin segar bagi kita semua. Kenapa angin segar ? Karena, dengan studi ilmiah akan terlihat lebih jelas semua permasalahan-permasalahan yang ada di dalam elemen masyarakat. Kemudian disini mengkaji tentang perbandingan mazhab dan satu kasus diselesaikan tidak hanya dengan sudut pandang satu mazhab saja, akan tetapi beberapa mazhab yang memang kuat di masyarakat luas. Asalkan ada syaratnya yaitu ia jujur terhadapa persoalan khilafiyah. Artinya bahwa ketika melakukan studi ilmiah ini, ia tidak memojokkan mazhab tertentu. Dan memang sengaja untuk menunjukkan bahwa mazhab-mazhab yang lain itu tidak salah. Karena mereka sudah punya dalilnya. Maka sangat tidak etis sekali kalau kita menjelek-jelekan mazhab lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua itu tanpa melahirkan sikap egois dan fanatik". Inilah output yang diinginkan Hasan al-Banna dalam pasal ini. Dan mungkin implementasinya harus kepada yang lain. Disini sudah jelas, bahwa sikap egois dan fanatik akan membawa kepada perpecahan, permusuhan, dan perpecah-belahan. Kalau semua ketika kita dalam melakukan sebuah diskusi yang mungkin menelaah tentang khilafiyah, sifat inilah (tidak egois dan tidak fanatik) yang pertama kali harus kita tanamkan jikalau kita ingin berdiskusi ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam, wa Huwal-Muwaffiq ilaa aqwamith-thariiq, wal -Haadii ilaa sawaa-issabiil  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-6005609028674964661?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/6005609028674964661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/03/pasal-8-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6005609028674964661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6005609028674964661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/03/pasal-8-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 8 # Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-2641076447790139524</id><published>2011-03-14T10:57:00.000+07:00</published><updated>2011-03-14T10:57:10.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 6 # Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>&lt;em&gt;Setiap orang boleh diambil atau ditolak kata-katanya, kecuali  Al-Ma'shum (Rasulullah) saw. Setiap yang datang dari kalangan salaf ra.  dan sesuai dengan kitab dan sunnah, kita terima. Jika tidak sesuai  dengannya, maka Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya lebih utama untuk  diikuti. Namun demikian, kita tidak boleh melontarkan kepada orang-orang  --karena sebab sesuatu yang dipertentangkan dengannya-- kata-kata caci  maki dan celaan. Kita serahkan saja kepada niat mereka dan mereka telah  berlalu dengan amal-amalnya"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz hasan al-Banna  disini ingin mengatakan kepada pengikut perjuangan dan menyeru kepada  seluruh manusia agar tidak tertipu dengan sifat taklid (ikut-ikutan  tanpa ada ilmunya). Karena setiap orang yang kemudian kita ikuti  perkataannya itu bisa salah jika tidak sesuai dengan Kitabullah dan  Sunnah Rasul. Kecuali Rasulullah, setiap perkataan beliau mengandung  kebenaran, karena itu mengapa beliau dijuluki al-amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Hasan al-Banna disini mengingatkan kepada kita agar kita jangan terlalu teledor dengan hal-hal yang &lt;em&gt;furu'iyah&lt;/em&gt;.  Awal-awal keruntuhan islam sebagai satu-satu agama yang terbesar adalah  karena orang-orang islam itu sendiri kemudian mereka berdebat masalah &lt;em&gt;furu'iyah&amp;nbsp; &lt;/em&gt;yang  hanya menimbulkan debat kusir. Padahal jika kita tahu, Imam Syafi'i  pernah berkata : "Jika ada pendapat yang lebih kuat, maka itu juga  pendapatku". Disini, Imam Syafi'i saja bisa berlapang dada demi  kemaslahatan umat islam. Namun, kenapa justru pengikutnya tidak bisa  berlapang dada untuk saling menerima ? Dulu, di awal kemerdekaan ulama  dari Ahlu Sunnah wal Jammah dan ulama dari Wahabi bisa bersatu. Namun  kemudian setelah kemerdekaan ini, mereka tidak bersatu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  mengikuti salah satu imam, jika kita tidak mempunyai ilmu maka boleh  untuk diikuti asalkan imamnya tidak melenceng dari dua wasiat Rasulullah  (Kitabullah dan As-Sunnah). Namun, ketika ulama yang kita ikuti itu  benar, kita juga tidak boleh mengolok-olok ulama yang lain. Kita sering  dengar, ulama ini diejek hanya karena berbeda pendapat masalah &lt;em&gt;fiqhiyah&lt;/em&gt;.  Apakah kemudian sifat umat islam sekarang tidak bisa menghargai  pendapat orang lain hanya karena beda mazhab ? Apakah kemudian  orang-orang yang mengikuti mazhab yang minoritas di kampungnya  dikucilkan ? Ini kemudian yang ditakutkan oleh Hasan al-Banna. Jika  kemudian telah sampai kepada taklid buta, maka jangan harap bisa bersatu  dalam masalah &lt;em&gt;fiqhiyah.&lt;/em&gt; Padahal justru masih ada hal-hal yang perlu dibereskan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  tahu, imam mazhab itu ternyata tidak cuma 4 saja, namun banyak sekali.  Hanya saja, 4 orang itulah yang terbesar dianut oleh seluruh kamu muslim  di dunia. Mereka tentu punya masanya, dan setiap masa punya kondisi  masing-masing, dan setiap kondisi masing-masing punya sendiri  keputusannya. Mereka adalah orang-orang yang dijamin masuk syurga,  karena ijtihadnya yang membawa kemaslahatan umat islam. Kita lihat saja,  Imam Syafi'i, beliau saja mempunyai mazhab yang beda ketika di Mesir  dan ketika beliau di Irak. Begitu juga dengan imam hanafi atau mazhab  hanafiyah yang kemudian lebih banyak memakai logika dalam memutuskan  suatu perkara. Karena saat itu, daerah beliau adalah di Irak yang  permasalahannya sangat berbeda dengan masyarakat Madinah. Beda lagi  dengan imam hambali, atau mazhab hanabilah, ketika memutuskan suatu  perkara, ia jauh lebih mengedepankan bagaimana perilaku ahli madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,  karena mereka juga manusia. Dan manusia memiliki kesalahan, maka jika  kemudian ada salah satu dari mereka ada yang pendapatnya berbeda, maka  kita boleh mengambil ijtihad sendiri. Asalkan kita paham dengan bahasa  arab, dan kaidah ushul fiqh yaitu &lt;em&gt;maqasid Syar'iyah&lt;/em&gt;. Jangan  sampai ketika mereka salah, kita kemudian mengolok mereka karena salah.  Padahal telah jelas dalam al-Quran mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Itu  adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu  apa  yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan  jawab  tentang apa yang telah mereka kerjakan.&lt;/blockquote&gt;Lalu  buat apa kita berselisih satu sama lain ? Bukankah kita punya akal untuk  mengecek kebenaran dari imam yang dianut oleh kita ? Lalu kemudian  mengapa kita tidak lapang dada dengan penganut mazhab lain ? Sungguh  ironi bagi kita jika kita masih mempermasalahkan apakah orang-orang yang  termasuk ahlu sunnah wal jamaah itu yang memakai qunut ketika shubuh  atau yang tidak qunut ? dan kemudian lebih ironisnya lagi, kita menjawab  yang ahlu sunnah wal jamaah itu adalah yang pakai qunut ketika dalam  sholat shubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan heran ketika kita jadi imam  dan tidak memakai qunut sholat shubuh, kita melihat makmum kita sholat  shubuh lagi dengan qunut, karena ia menganggap sholat shubuh tidak  memakai qunut itu tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi jika kita hari ini menginginkan kebangkitan islam untuk diseluruh dunia, namun tidak berlapang dada dalam masalah &lt;i&gt;furu'iyah&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-2641076447790139524?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/2641076447790139524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/03/pasal-6-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2641076447790139524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2641076447790139524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/03/pasal-6-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 6 # Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-3857393862403615314</id><published>2011-03-14T10:54:00.002+07:00</published><updated>2011-03-14T10:54:57.834+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 5 # Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>"Pendapat imam atau wakilnya tentang sesuatu yang tidak ada teks hukumnya, tentang sesuatu yang mengandung ragam interpretasi, dan tentang sesuatu yang membawa kemaslahatan umum bisa diamalkan sepanjang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah umum syariat. Ia mungkin berubah seiring dengan perubahan situasi, kondisi, dan tradisi setempat. Yang prinsip, ibadah itu diamalkan dengan kepasrahan total tanpa mempertimbangkan makna. Sedangkan dalam urusan selain ibadah (adat istiadat) maka harus mempertimbangkan maksud dan tujuannya."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal yang kelima ini, Hasan al-Banna ingin mengatakan bahwa semua pendapat imam yang tidak ada teks hukumnya boleh kita amalkan jika memang itu membawa kemaslahatan ummat. Dari sini juga, semua manusia bisa menggunakan ijtihadnya masing-masing. Jadi dalam mengambil keputusan yang didalamnya tidak mengandung atau tidak ada dalil sebagai landasan hukumnya, maka kita boleh mengambil pendapat imam yang kita yakini atau kita punya ijtihad sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam bukunya "Membina Angkatan Mujahid" - yang dijadikan rujukan utama oleh penulis - dikatakan bahwa kenapa seorang imam ? Imam disini adalah kepala tertinggi dalam suatu negara. Kalau negara itu demokrasi, maka imam itu adalah presiden. Jadi, ketika ada permasalahan yang tidak ada didalam al-quran dan hadits, maka presiden berhak memilih dari berbagai pendapat dari ulama fiqh yang dianggap membawa mashlahat, karena tujuan kita adalah mewujudkan agama islam sebagai rahmatan lil 'alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam suatu kondisi dan tradisi tertentu, maka pendapat yang bersifat ijtihadi boleh kemudian kita atau presiden mengubah pendapatnya dan kemudian memilih pendapat dari ulama lain mengenai masalah tersebut. Jadi kemudian bagaimana bisa membawa islam ini jauh lebih mudah dipahami. Asalkan tidak mengandung interpretasi yang kemudian bisa menurunkan wibawa islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengambil keputusan mana yang akan dijadikan pijakan hukum setelah al-quran dan hadits, maka harus ditetapkan dengan mengumpulkan orang-orang yang ahli dalam bidang fiqhiyah, dan bidang-bidang yang bersangkutan dengan permaslahan tersebut. Seperti contoh misalkan adalah bagaimana menyikapi halal atau haramnya kopi luwak. Imam negara ini harus mampu untuk memutuskan. Oleh karena itu, dibentuklah atau pendapat-pendapat tadi dibingkai oleh musyawarah ahlu syura di negara islam dalam persepektif kemashlahatan islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ungkapan "Yang prinsip, ibadah itu diamalkan dengan kepasrahan total tanpa mempertimbangkan makna. Sedangkan dalam urusan selain ibadah (adat istiadat) maka harus mempertimbangkan maksud dan tujuannya." Adalah bahwa yang pokok dalam urusan syariat kehidupan kita harus mencari dalil dan hukum tentangnya. Kemudian dari sana kita membuat analogi untuk menghasilkan kaidah-kaidah baru dan kemashlahatan sebagai pemahaman secara umum. Adapun urusan peribadatan, yang pokok adalah sikap menerima dan komitmen.(Said Hawwa, membina angkatan mujahid, hal.145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu 'alam  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-3857393862403615314?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/3857393862403615314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/03/pasal-5-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3857393862403615314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3857393862403615314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/03/pasal-5-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 5 # Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-6065306387924779424</id><published>2011-02-24T12:30:00.000+07:00</published><updated>2011-02-24T12:30:11.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 4 # Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Jimat, mantera, guna-guna, ramalan, perdukunan, penyingkapan perkara ghaib, dan semisalnya merupakan suatu kemungkaran yang harus diperangi, kecuali mantera dari ayat al-Quran atau ada riwayat dari Rasulullah SAW"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menjadi sosok manusia yang memiliki kesempurnaan dalam berislam yang berlandaskan al-Quran dan as-Sunnah dengan bekal keimanan yang tulus, ibadah yang benar dan mujahadah, maka sesungguhnya ia juga harus mengislamkan aqidahnya. Dengan tidak mempercayai jimat, mantera, guna-guna, ramalan, mitos, perdukunan, atau semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah dalam haditsnya barang siapa yang mendatangi atau mempercayai dukun maka doanya tidak akan dikabulkan selama 40 hari. Aqidah kita sebagai seorang muslim disini diuji dengan munculnya hal-hal yang ghaib yang secara tidak langsung kita harus mengimaninya, bukan kemudian meminta pertolongan kepada hal yang ghaib yang itu tidak ada tuntunannya sekalipun dalam al-Quran dan as-Sunnah. Kita sebagai muslim harus percaya dengan kitab kita. Sesungguhnya perisai orang-orang mukmin adalah doa. Doa yang diajarkan oleh al-Quran dan as-Sunnah. Jangan menambah-nambahi sesuatu yang tidak ada didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita yang muncul saat ini di masyarakat jawa adalah dengan masih percayanya hal-hal yang ghoib dan kemudian menyangkutkan kedalam kehidupan kita sebagai muslim. Masyarakat yang tidak mungkin meninggalkan tradisinya yang tidak ada dalam al-Quran dan as-Sunnah inilah yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh mereka. Maka, tugas kita adalah memahami aqidah keislaman kita yang sempurna, setalah memahami barulah kita mengatakan kepada mereka layaknya Ibrahim muncul dihadapan kaumnya untuk berdebat secara ahsan. Mitos-mitos yang muncul hingga sekarang adalah primbon, atau mungkin ada lagi yaitu tanggal pernikahan. Misalnya anak laki-laki yang pertama tidak boleh nikah dengan anak perempuan yang ketiga karena nanti rumah tangganya akan berantakan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya mitos-mitos yang masih menjadi sumber ketakutan dan mau tidak mau kita harus mengikutinya, bukan karena kita tunduk, tapi karena kita nantinya kita akan dimusuhi. Inilah memang konsekuensi kita sebagai seorang muslim yang mengaku bahwa kita adalah seorang muslim yang menolak kepada hal-hal yang berbau mistis. Kalau memang kita berani, konsekuensinya adalah kita dijauhkan dari masyarakat itu. Namun, jika memang ada solusi yang lebih baik dari itu kenapa takut untuk dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayanya kita terhadap jimat, mantera dan percaya terhadap dukun akan membawa kita kepada kesyirikan. Walaupun itu kita masih punya Allah. Dengan percayanya kita terhadap dukun (yaitu dengan mengikuti apa yang dia larang dan apa yang dia suruh) ini mengindikasikan bahwa kita juga disuruh percaya kepada dukun selain kepada Allah. Padahal kita tahu bahwa Allah itu mengetahui hal-hal yang tidak kita ketahui. Tinggal kemudian kita berdoa kepadanya, maka permasalahan akan selesai. Kata Allah dalam al-Quran :&lt;i&gt; "Berdoalah kamu maka akan Aku kabulkan"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan ini (yaitu dengan masih percayanya kepada dukun, mitos dan hal yang bersangkutan) maka akan sama halnya kita kembali kepada masa-masa jahiliyah sebelum masa kenabian Muhammad. Orang-orang Makkah masih menyembah berhala, mereka masih suka mendatangi dukun. Meminta mantera agar keluarganya langgeng, meminta jimat agar rumahnya aman dari maling. Kita sebagai muslim janganlah terlalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh dukun. Sungguh dukun itu meminta pertolongan kepada iblis dan jin. Mereka (jin dan iblis) mencuri berita dari langit untuk diberitahukan kepada dukun. Dan dukun akan memberikan mantera kepada kita, dan mantera itu tidak lain adalah jin dan iblis. Walaupun mantera itu berisi tulisan-tulisan arab. Tidak selama tulisan arab itu adalah tulisan al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan percaya juga dengan wirid-wirid yang rasulullah tidak pernah ajarkan kepada kita. Jangan percaya dengan wirid-wirid menggunakan bilangan tertentu untuk mendapatkan sesuatu hal, karena ditakutkan Rasulullah tidak mengajarkan itu. Selidiki dahulu, apakah wirid-wirid dengan bilangan tertentu itu ada dalam hadits atau tidak. Sungguh praktek yang demikian itu adalah bathil. Kita menjaga aqidah keislaman kita atau kita menjaga aqidah kebathilan ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh, Allah tidak akan mengampuni orang-orang yang syirik kepadanya dan akan mengampuni dosa-dosa selain kesyirikan" Kenapa Allah tidak mengampuni dosa kesyirikan ? Allah adalah pencipta kita, Allah adalah yang memberi rizki kita, Allah menyayangi kita. Pantas kan kalau kemudian Allah marah karena kita telah mendua. Sungguh, syirik itu berarti kita menduakan Allah. Padahal didalam kitab yang sering kita baca bahwa Allah dengan gamblang mengatakan "Katakanlah (Hai Muhammad) : Bahwa Dia adalah satu (ahad)". Pantaskan kalau kemudian kita (yang masih muda tentunya) marah dengan pacar kita ketika dia mendua ? Pantaskan ketika kemudian Allah itu marah dan tidak mengampuni kita karena kita sudah menduakan Allah. Allah itu sangat sayang kepada kita, sehingga kecintaan Allah itu kepada kita, jangan sampai kita duakan. Bagaimana rasanya kalau hati kita diduakan oleh orang yang kita sayangi ?? Itulah tadi hanya sedikit ilustrasi. Na'udzubillahi min dzalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Hasan al-Banna membuat wirid khusus yang referensinya adalah dari al-Quran dan as-Sunnah. Dengan kekhawatiran inilah kemudian Hasan al-Banna merancang dzikir pagi dan petang. Kenapa pagi dan petang ?? (mungkin bisa didiskusikan lagi dengan ustadz-ustadz kalian). Tentu sebagian dari kita sudah mengenal dengan Al-Ma'tsurat. Dzikir inilah yang ditulis oleh Hasan al-Banna untuk membentengi kita dari kesyirikan. "Allahumma inna na'udzubika min an nusyrika bika syai'an na'lamuh wa nastagfiruka limaa la na'lamuh". Ya Allah sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami sadari. Dan kami mohon ampun kepada-Mu terhadap apa yang kami tidak mengetahuinya (Hr. Imam Ahmad dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran inilah yang membuat Hasan al-Banna untuk tergerak menuliskan dzikir pagi dan petang yang biasa kita kenal Al-Ma'tsurat atau Wirdul Latif. Mantera yang diajarkan Allah kepada kita dari beberapa hadits rasulullah adalah al-fatihah, khasiatnya adalah mampu menyembuhkan segala penyakit kita asalkan ketika kita membacakan al-fatihah, niat kita yang menyembuhkan adalah Allah, bukan surat al-Fatihahnya. Al-Baqarah, khasiatnya adalah ketika kita punya rumah baru, maka bacakan surat al-Baqarah kedalam rumah kita, karena malaikat akan mendatangi rumah-rumah yang senantiasa dibacakan al-Quran. Ayatul Kursi dan dua ayat setelahnya. Tiga ayat dari surat al-Baqarah akhir. Dua ayat awal dari surat Ali-'Imron. Dan kemudian al-ikhlas, al-falaq, dan an-naas. Sungguh apabila kita membacanya setiap pagi dan petang, insya allah kedamaian akan bersama kita. Kita tidak akan diganggu oleh jin dan syaitan. Asalkan niat kita adalah Allah, bukan surat-surat itu. Niatkan kita ibadah karena Allah, karena itulah ciri kesempurnaan islam kita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-6065306387924779424?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/6065306387924779424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/pasal-4-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6065306387924779424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6065306387924779424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/pasal-4-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 4 # Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-4490102367556900136</id><published>2011-02-23T10:03:00.000+07:00</published><updated>2011-02-23T10:03:56.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 3 # Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Iman yang tulus, ibadah yang benar, dan mujahadah (kesungguhan dalam beribadah) adalah cahaya dan kenikmatan yang ditanamkan Allah di dalam hati hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sedangkan ilham, lintasan perasaan, ketersingkapan (rahasia alam), dan mimpi bukanlah bagian dari dalil hukum-hukum syariat. Ia bisa juga dianggap sebagai dalil dengan syarat tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan teks-teksnya"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Hasan al-Banna dalam pasal ini seolah mengatakan kepada kita bahwa kesempurnaan islam kita dengan berlandaskan al-Quran dan as-Sunnah mempunyai efek samping yaitu Iman yang tulus, ibadah yang benar, dan mujahadah (kesungguhan dalam beribadah). Jadi Iman yang tulus, ibadah yang benar, mujahadah adalah efek samping dari kesempurnaan islam kita dengan landasan al-Quran dan as-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menambahi bahwa Iman yang tulus, ibadah yang benar, dan mujahadah adalah cahaya bagi orang-orang yang keislamannya sudah sempurna. Ia juga sebuah kenikmatan yang ditanamkan Allah dalam hati hamba-Nya. Dalam firmannya bahwa orang-orang mukmin senantiasa beruntung, Qad aflahal Mukminun,sungguh beruntunglah orang-orang mukmin. Dalam ali-Imron ayat 164 :   (لقد منّ الله على المؤ منين) sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang mukmin adalah orang-orang yang pertama kali memegang beban amanah yang terberat ini. Orang-orang mukmin adalah orang yang senantiasa paling banyak mendapatkan cacian, hinaan dan makian, Ya ayyuhal ladzina aamanu ishbiru wa shoobiru wa robithu....Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuatkan kesabaranmu dan dan tetaplah bersiap siaga. Orang-orang mukmin adalah orang yang senatiasa disebut ketika ada ayat-ayat Allah yang berisi perintah. Ya ayyuhal ladziina aamanu kutiba 'alaikumu ash-shiyam.... Adalah kewajiban berpuasa, siapa yang disebut Allah dalam al-Quran tersebut ?? Aamanu... Orang-orang yang beriman.Ya ayyuhal ladziina aamanu qu anfusakum wa ahlikum naara... Adalah perhatian Allah terhadap orang-orang mukmin agar dia menjaga dirinya dan keluarganya dari neraka. Maka sungguh, adalah sebuah kenikmatan bagi orang-orang yang beriman. Orang-orang beriman dengan keimanan yang sangat tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman yang tulus akan membawa kepada cara pelaksanaan ibadah yang benar, dan memiliki kesungguhan dalam beribadah. Orang-orang yang beriman tidak cukup berhenti dengan pelaksanaan ibadah yang benar. Kesungguhan dalam beribadah juga mempengaruhi dirinya untuk senantiasa meng-up gread iman mereka, karena sesungguhnya keimanan mereka tidak akan bertambah kecuali dengan kesungguhan dalam beribadah. Mereka selalu yakin dengan muraqabatullah (merasa diawasi oleh Allah), ma'iyatullah (merasa senantiasa bersama Allah). Sifat inilah yang kemudian membawa mereka kepada ketakutan akan kekuatan yang lebih besar dari semesta ini. Dan ketakutan terhadap kekuatan yang lebih besar ini memotivasi dirinya untuk bermujahadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ilham, lintasan perasaan, ketersingkapan (rahasia alam), dan mimpi bukanlah bagian dari dalil hukum-hukum syariat. Ia bisa juga dianggap sebagai dalil dengan syarat tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan teks-teksnya. Ilham yang didapat dari suatu amalan atau mimpi tidak bisa dijadikan suatu landasan untuk hukum-hukum syariat. Ia bukanlah bersifat tertulis. Firasat manusia terkadang meleset dari apa yang diperkirakan. Maka dari ini, ia tidak bisa dijadikan landasan hukum syariat. Terkadang juga lintasan perasaan hanya akan membawa kepada kesesatan karena mereka hanya mengandalkan perasaan saja. Namun, ada beberapa dari orang-orang yang dikehendaki oleh Allah ketika mereka berfirasat, firasatnya itu 99% bisa benar. Dan itu hanya beberapa saja dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan ini sebenarnya masih sangat luas. Said Hawwa dalam bukunya mengatakan bahwa mengomentari pasal ketiga, ketujuh, kedelapan, ketiga belas, keempat belas dan kelima belas tidaklah cukup sekilas saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-4490102367556900136?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/4490102367556900136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/pasal-3-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4490102367556900136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4490102367556900136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/pasal-3-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 3 # Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-2426856624181506097</id><published>2011-02-22T07:28:00.000+07:00</published><updated>2011-02-22T07:28:25.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 2 # Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Al-Quran yang mulia dan sunnah Rasul yang suci adalah tempat kembali setiap muslim untuk memahami hukum-hukum Islam. Ia harus memahami Al-Quran sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, tanpa takalluf (memaksakan diri) dan ta'asuf (serampangan). Selanjutnya ia memahami sunnah suci melalui rijalul hadits (perawi hadits) yang terpercaya."&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;Pasal yang kedua ini, Ustadz Hasan al-Banna memberikan tentang landasan berpikir manusia. Memberikan landasan tentang kesempurnaan Islam. Setelah kita memahami kesempurnaan Islam, maka seyogyanya kita juga harus memahami landasan kenapa kita harus sempurna islam kita. Karena sesungguhnya, dua kitab itulah yang menjadikan Islam ini jauh lebih sempurna ketimbang agama yang lainnya. Ajarannya yang suci tidak lepas dari peran kedua kitab ini. Kitab ini juga yang menjadi wasiat Rasulullah ketika akan meninggal. Adakah yang lebih berharga daripada al-Quran dan as-Sunnah ketika rasulullah wafat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat an-Nisa : 59 &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikannlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari kemudian"&lt;/i&gt;. Ini sangat jelas mengindikasikan bahwa segala permasalahan kontemporer sekarang, sebenarnya dan sudah sepatutnya mengembalikan kepada Al-Quran dan As-Sunnah. Mengembalikan kepada Allah juga berarti mengembalikan kepada Kitab-Nya, karena setelah Muhammad wafat maka kitab-kitab setelah al-Quran tidaklah turun, sehingga ketika kita tidak menemukan sebuah solusi maka kita kembalikan kepada Al-Quran. Begitu pula dengan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia harus memahami al-Quran sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, tanpa takalluf (memaksakan diri) dan ta'asuf (serampangan)".  Al-Quran dan As-Sunnah tadi telah disebutkan bahwa keduanya adalah sumber utama syariat islam. Dan kita tahu, kedua kitab tersebut berbahasa arab, oleh karena itu Hasan al-Banna menganjurkan kita sebagai umat islam untuk belajar sejak dini pelajaran bahasa arab. Kita harus menjadikan trend setter bahasa arab. Kita sebagai umat islam harus menduniakan bahasa Arab kembali. Sebab, itulah landasan syariat kita. Tanpa bahasa arab yang digunakan untuk memahami al-Quran dan As-Sunnah, kita sebagai umat islam hanya menjalankan syariat islam tanpa memahami esensi dari syariat yang kita jalankan. Tanpa memahami al-quran dan as-sunnah dengan benar, maka bisa menimbulkan kesesatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Hasan al-Banna kemudian dilanjutkan dengan tanpa takalluf (memaksakan diri) dan ta'suf (serampangan). Setelah kita memahami bahasa arab sebagai bentuk pemahaman yang komprenhensif kita terhadap islam, karena memang kita tidak bisa memahami islam tanpa al-Quran dan As-Sunnah. Dan kita tidak bisa memahami al-Quran dan as-Sunnah tanpa bahasa arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan al-Banna telah mewanti-wanti kepada kita semua untuk tidak memaksakan diri dalam menafsirkannya. Karena sesungguhnya dalam diri kita itu terdapat nafsu. Dan nafsu akan membawa kita untuk melegitimasi perbuatan kita dengan mengambil al-Quran sebagai dalil pembenaran perbuatan kita. Itu adalah tindakan dari memaksakan diri. Apa jadinya jika kita menggunakan nafsu dalam menafsirkan al-Quran untuk dijadikan legitimasi perbuatan. Ya kalau kemudian perbuatan yang kita lakukan baik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said Hawwa dalam bukunya "Membina Angkatan Mujahid" mengomentari untuk pasal satu dan dua.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;i&gt;Prinsip pertama ini merupakan koreksi atas persepsi banyak kalangan; para pakar hukum perundang-undangan, pakar politik, juga pakar sosial ekonomi. Ia juga merupakan koreksi atas persepsi masyarakat umum tentang islam. Oleh karena itu keberadaannya adalah suatu keharusan dan keniscayaan.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Sedangkan prinsip kedua dapat dikatakan sebagai persepsi 'batiniah', yang menjadikan teks-teks dalil seperti simbol yang tanpa bisa dipahami. Selain itu juga merupakan koreksi atas banyak aliran fiqih yang sering memaksakan kehendak mentakwilkan teks-teks dalil, sekaligus sebagai koreksi atas berbagai cara pandang yang jauh dari kedalaman ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Apa yang dikatakan Said Hawwa dalam bukunya mengenai pasal yang kedua ini memang sangat realitas sekali. Saat ini, di rumah-rumah orang islam, al-Quran hanya sebagai bacaan tanpa mau memahami. Akhirnya, orang islam seperti  orang-orang kristen yang hanya membaca Injilnya saja. Padahal kalau kita kaji lebih jauh, maka kita akan menemukan fenomena-fenomena ganjil yang ada pada alam, namun telah dituliskan dalam al-Quran. Mungkin masih ada baiknya jika hanya membacanya saja. Lantas bagaimana dengan orang-orang yang hanya memajang al-Quran tanpa membacanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin berikutnya dari komentar Said Hawwa mengenai pasal kedua ini adalah banyak ahli fiqih yang kemudian memaksakan diri untuk mentakwilkan teks-teks dalil tanpa mengetahui dan memahami kaidah-kaidah ushuliyah. Maka dari itu kemudia muncullah ushul fiqh. Orang-orang mujtahid tidak bisa dikatakan mujtahid sebelum dia memahami kaidah ushuliyah dan memahami al-Quran mulai dari tafsirnya, asbabun nuzul-nya, dan nasikh wa mansukh dari al-Quran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal kedua ini, bisa kita simpulkan menjadi 2 bahan yang harus dipersiapkan : pertama, al-Quran dan as-Sunnah harus menjadi rujukan dalam setiap permasalahan dan syariat dalam islam. Kedua, pelajarilah bahasa Arab sebagai seorang islam dan bahasa lainnya sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bisshowab  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-2426856624181506097?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/2426856624181506097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/pasal-2-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2426856624181506097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2426856624181506097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/pasal-2-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 2 # Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1663079293206654396</id><published>2011-02-21T10:00:00.002+07:00</published><updated>2011-02-21T10:00:42.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pasal 1 # Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Islam adalah sistem yang menyeluruh yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan ummat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana ia adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih."&lt;/i&gt;- pasal 1 Ushul 'Isyrin -&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat nampak jelas oleh kita, bahwa sesunguhnya pemikiran yang dibawa oleh Hasan al-Banna ini ketika diawal adalah memahamkan islam terlebih dahulu. Hasan al-Banna dengan berbagai intepretasinya, menegaskan bahwa sesungguhnya kehancuran islam adalah pemahaman yang lemah terhadap islam. Makanya disini beliau mengawali langkahnya dengan Syumuliyatul Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebencian orang-orang yang benci terhadap islam semakin membesar. Oleh karena itu, orang-orang yang benci terhadap islam menyeru agar orang-orang islam jauh terhadap agamanya. Mereka menyerukan agar islam hanya ditempatkan di masjid saja, sedangan masalah negara dan tanah air, pemerintahan dan ummat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang dan sebagainya dijauhkan dari agama. Kalaupun ingin masuk ke ranah-ranah yang seperti itu, mereka mengatakan, jangan bawa nama islam kedalamnya. Pendapat yang mengatakan bahwa politik itu kotor adalah salah satu ideologisasi dari orang-orang yang benci terhadap islam. Mereka mampu memberikan buktinya yang konkrit. Akhirnya, para ulama-ulama pun dibiarkan mengurusi masjid-masjidnya. Mereka terus dibiayai dalam pembangunan masjid. Masjid memang penting, karena didalamnya penanaman ideologi islam yang sangat kental. Mungkin ini juga yang melatari berdirinya Pondok Pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka (orang-orang yang benci terhadap Islam) berhasil memisahkan agama orang-orang islam dengan politik, negara dan tanah air, kekuatan dan kasih sayang, dan lain sebagainya, mereka menggunakan kesewenangan mereka untuk mengambil referensi-referensi Islam dari para ulama-ulama terdahulu yang secara intelektual dan keislaman mereka sangat sempurna sekali. Akhirnya orang-orang yang benci terhadap islam membawa referensi dan mereka mempelajarinya, untuk menghancurkan islam.Dalil-dalil dalam al-quran yang membawa unsur kebangkitan negara, tanah air, jihad, materi dan sumber daya alam tidak dimunculkan. Mereka hanya memunculkan dalil-dalil tentang sholat, puasa dan hal-hal yang sifatnya furu'. Mereka membuka diskusi-diskusi yang melemahkan otak. Memabahas hal-hal yang furu' dimana para ahli mujtahid sudah sepakat bahwa jika ada pendapat yang lebih benar maka itu juga pendapatku. Orang-orang islam akhirnya hanya memahami islam secara sektoral, kata Said Hawa dalam bukunya "Membina Angkatan Mujahid". Orang islam yang paham terhadap masalah fiqhiyah tidak dipahamkan untuk memahami juga masalah politik. Orang islam yang paham terhadap masalah ketatanegaraan tidak dipahamkan untuk memahami juga masalah fiqhiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah yang lurus dan Ibadah yang benar hanya dapat diraih ketika kita mampu mengimplementasikan islam secara keseluruhan. Ia tidak dapat disebut seorang mujtahid sebelum paham masalah fiqhiyah secara sempurna. Begitu juga dengan Aqidah dan Ibadah. Aqidah kita sebagai muslim adalah memahami bahwa Islam adalah agama yang sempurna. menjelajah dari timur ke barat. Menghujam ke bumi dan melangit ke atas. Ia adalah ibadah yang benar, tanpa membawa kecacatan. Al-Quran dan Hadits adalah nash-nash yang dijadikan pegangan untuk asas kesempurnaan Islam, karena ia mengatur islam dari segala sisinya, tidak dapat dipisahkan. Dalam al-Quran terdapat negara, tanah air, pemerintahan, ummat, akhlak, kekuatan, materi, sumber daya alam, jihad dan dakwah. Dalam Hadits terdapat banyak tataran teknis yang mengatur hal-hal tersebut. Ia menjadi manhaj pola pikir ummat islam. "Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu." An-Nahl : 89.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, al-Quran pun telah mengatakan menurunkan al-Quran sebagai manhaj kesempurnaan islam untuk menjelaskan segala sesuatu. Lantas apa yang masih kita risaukan sekarang. Lantas apa yang menghalaingi kita untuk lebih memahami islam secara keseluruhan. Sungguh Al-Quran pun juga telah mengatakan dalam Yusuf : 111, "Al-Quran ini bukan cerita yang dibuat-buat tetapi membenarkan yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu". Said Hawwa dalam bukunya membina Angkatan Mujahid menambahkan : "Siapapun yang mengamati nash-nash ini dapat memahami bahwa tidak ada suatu masalah pun yang terjadi pada orang mukalaf kecuali bahwa allah menentukan hukumnya. Baik yang berkaitan dengan masalah aqidah, manhaj hidup, masalah ketatanegaraan, tanah air, akhlak, pengabdian, undang-undang, ekonomi, politik atau yang lain"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bisa kita simpulkan sedikit, bahwa aqidah kita tidak akan benar sebelum memahami islam secara komprehensip bukan secara sektoral. Bahwa ibadah kita tidak akan benar setelah Islam itu membumi dalam hati kita. Sehingga amal-amal yang kita lakukan adalah untuk tegaknya Islam di muka bumi ini dengan konsep Rahmatan lil 'Alamin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowwab.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1663079293206654396?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1663079293206654396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/pasal-1-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1663079293206654396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1663079293206654396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/pasal-1-seri-ushul-isyrin.html' title='Pasal 1 # Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-2179234908691253429</id><published>2011-02-21T09:56:00.000+07:00</published><updated>2011-02-21T09:56:51.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pendahuluan # Seri Ushul 'Isyrin</title><content type='html'>Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan sekalian, para facebookers yang dicintai Allah swt. Insya Allah penulis akan mencoba menguraikan sedikit tentang pemikiran Hasan al-Banna yang monumental secara fikriyah. Kita kalau membaca buku-buku Hasan al-Banna seolah kita juga melihat fenomena saat masanya Hasan al-Banna dan masa dimana kita tumbuh dan berkembang.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itulah mengapa penulis mencoba untuk menguraikan sedikit dari apa yang telah Hasan al-Banna pikirkan. Kalau kita melihat, sosok Hasan al-Banna adalah sosok yang mampu melakukan perubahan besar. Bahkan pergerakannya pun ditakuti oleh musuh-musuhnya. Sehingga di Mesir pun Ikhwanul Muslimin dicap sebagai golongan yang ekstrim. Namun, beda dengan perkataan Ehud Barak, bahwa sebenarnya banyak Ikhwanul Muslimin yang jauh lebih moderat, Ikhwanul Muslimin hanya ekstrim di Mesir saja, sedangkan di belahan bumi lainnya Ikhwanul Muslimin jauh lebih moderat, itu yang dikatakan oleh Ehud Barak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu penulisan ini tidak lepas dari pujian, cacian, hinaaan dan yang bisa menjatuhkan mental. Penulis hanya berharap dengan penulisan ini tidak menggangu kenyamanan. Hanya yang diharapkan adalah membuka wawasan khazanah keintelektualitasan kita saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang terdapat salah dalam penafsiran, dan apapun yang menyeleweng dari penafsiran awal dengan apa yang dimaksudkan oleh Hasan al-Banna, penulis meminta maaf di awal. Semoga penulisan ini dapat berjalan lancar. Walaupun nanti tidak jadi dibukukan mudah-mudahan ini bisa menjadi e-book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu a'lam bishowab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malang, 21/2/2011; penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eep'erdogan'shev &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-2179234908691253429?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/2179234908691253429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/pendahuluan-seri-ushul-isyrin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2179234908691253429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2179234908691253429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/pendahuluan-seri-ushul-isyrin.html' title='Pendahuluan # Seri Ushul &apos;Isyrin'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-6548217460375351125</id><published>2011-02-20T22:11:00.000+07:00</published><updated>2011-02-20T22:11:21.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Islam, Pemuda dan Perubahan Sosial</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam beberapa kurun sebelum islam hadir, yang mana Allah mengabadikan dalam surat Al-Kahfi. Allah terlihat jelas menampakkan sosok pemuda idaman Allah. Dalam ayat 13- 14, Allah berfirman : ".....Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri , lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran."  Khusus ayat ini, allah memuliakan pemuda. Setelah mengisahkan langkah-langkah perjuangan, keteguhan perjuangan pemuda,ketabahan dalam menghadapi tantangan resiko, Allah mengatakan dalam al-Quran : "Innahum fityatun " Mereka itu adalah pemuda. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang bagaimana yang dimuliakan oleh allah ? "Innahum fityatun aamanuu"  Yang mempunyai keyakinan, yang mempunyai kedalaman iman, yang mempunyai keteguhan hati. Dan kekuatan tekad, kekuatan iman itu bersumber dari imannya kepada Allah. Cukupkah pemuda dengan imannya ?? Iman memang basis, iman memang fundamen, iman memang landasan bagi kehidupan siapa pun, termasuk pemuda. Tapi kata Allah tidak cukup dengan itu, "Wazidnaahum huuda" Kami beri petunjuk mereka, kami beri petunjuk kepada jalan yang lurus, Kami beri petunjuk kepada orentasi perjuangan yang benar. Kami beri petunjuk kepada langkah-langkah yang benar. Mengetahui kemana arah langkah perjuangan mereka, mengetahui bagaimana gerak langkah perjuangan, mengetahui apa yang harus dicapai dalam perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Warabathnaa alaa qulubihim" Kami teguhkan hatinya, kami kokohkan tekadnya, kami gembleng keyakinannya. Kemudian, Allah menggambarkan karakter perjuangan pemuda "idz qomuu fa qoluu" ketika mereka bangkit dan berkata : pemuda tidak rela untuk duduk-duduk, pemuda tidak rela untuk berpangku tangan. Dia selalu bangkit, bangkit dan bangkit, itulah pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda selamanya mempunyai semangat kebangkitan ketika yang lain lumpuh. Pemuda selamanya mempunyai semangat kebangkitan ketika yang lain lesu. Pemuda selalu memberikan inspirasi akan kebangkitan ketika yang lain bosan berjuang. "Fa qoluu.." Artinya pemuda selamanya selalu bersifat deklaratif. Pemuda selamanya bersifat praklamatif. Pemuda selamanya berjuang dengan atraktif. Tidak ada pemuda berjuang dengan sunyi-sunyi. Pemuda tidak pernah menutup mulutnya karena ketakutan, pemuda tidak pernah gemeratan karena ancaman. Pemuda tidak pernah lunglai lututnya karena tekanan dan penderitaan. Itu Allah sendiri yang mengatakan, bangkit dan mendeklarasikan perjuangannya, bangkit mengantraktifkan perjuangannya. Itu sifat pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mendeklarasikan perjuangannya, pemuda mampu mengubah sosial. Dengan mulutnya, mereka menyuarakan kebenaran. Dengan tekadnya, segala ancaman yang menghambat dirinya untuk mengubah bangsa ini menjadi tertekan dengan azzamnya yang bulat. Dengan lututnya yang kuat, tekanan dan penderitaan tidak mampu menjatuhkan mental dan fisik untuk senantiasa melakukan perubahan. Sungguh, saat ini pemuda yang seperti itulah yang saat ini dibutuhkan bangsa. Bukan pemuda yang apatis, bukan pemuda yang pragmatis, apalagi pemuda yang sukanya nulis (hehehehehe santai aja bacanya bang/neng..... bercanda ^^ !!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, Pemuda dan Perubahan Sosial adalah sesuatu yang memiliki korelasi satu sama lain. Pemuda yang aamanuu adalah pemuda yang mampu menggerakkan segala potensi yang ada untuk menggulingkan keonaran, untuk menggulingkan kedzaliman, untuk menghentikan rezim-rezim yang tak beradab. Mereka adalah revolusioner untuk kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sebagian besar dikutip dalam ceramah ust.Hilmi Aminuddin dalam "Panggung Pemuda")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-6548217460375351125?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/6548217460375351125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/islam-pemuda-dan-perubahan-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6548217460375351125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6548217460375351125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/islam-pemuda-dan-perubahan-sosial.html' title='Islam, Pemuda dan Perubahan Sosial'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-7752807107821074857</id><published>2011-02-14T21:41:00.000+07:00</published><updated>2011-02-14T21:41:00.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Apakah ada Panti Asuhan dalam Islam ?</title><content type='html'>Pertanyaan diatas sebenarnya sudah pernah diajukan oleh Bang Fahri Hamzah dalam bedah bukunya di Jogja. Sebenarnya bukan pertanyaan yang tidak mesti dijawab, akan tetapi sebuah pertanyaan untuk direnungi. Kenapa kemudian anak-anak yatim piatu di Indonesia ini (yang mayoritas Islam) dimasukkan ke dalam Panti Asuhan ?? Ini mengundang pertanyaan yang besar untuk kita semua. Apakah kemudian Islam tidak menghargai anak-anak yatim ? Padahal kalau kita lihat di barat (samplenya Amerika), anak-anak Yatim ini kemudian mereka adopsi, mereka rawat layaknya keluarga mereka, seolah dia berada dalam keluarganya sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Turki - sambung Bang Fahri Hamzah - ketika ingin bergabung dengan UNI EROPA, orang-orang UNI EROPA tidak setuju, bukan karena sebagian negaranya berada di asia, akan tetapi, ternyata disana juga masih banyak anak-anak yatim yang ditaruh di Panti Asuhan. Akhirnya dengan beberapa kebijakan - kebijakan dari pemerintah, maka panti asuhan-panti asuhan di Turki dihilangkan dan anak-anak yatim piatu kemudian diadopsi oleh masyarakat sekitar. Lantas bagaimana dengan Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim ? Ini patut dipertanyakan, melihat bahwa Kanjeng Nabi pun pernah mengatakan dalam haditsnya seperti ini : Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdul Wahab dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz bin Abu Hazim dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ayahku dia berkata; saya mendengar Sahl bin Sa'd dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Aku dan orang yang menanggung anak yatim berada di surga seperti ini." Beliau mengisyaratkan dengan kedua jarinya yaitu telunjuk dan jari tengah."(HR.Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali (hipotesis penulis) dengan kita mengadopsi anak-anak miskin, maka segala urusan yang kita punya akan dimudahkan oleh Allah. Maka disini, mungkin kita bisa mengajukan sebuah solusi Islam, bahwa mengurusi anak yatim adalah bagian deri negara, lalu kemudian mereka ditaruh di panti asuhan, dimana kalau kita tahu uang-uang tunjangan untuk panti asuhan itu banyak yang tidak turun ke panti asuhan secara penuh, pasti ada pungutan-pungutan liar yang diambil oleh Mafia Pajak. Oleh karena permasalahan itulah, kemudian kita mencoba memberikan sebuah masukan kepada negara ini, hilangkan yang namanya panti asuhan-panti asuhan lalu kemudian negara ini harus membuat kebijakan seperti turki yaitu dengan membuat kebijakan bahwa setiap masyarakat yang mampu untuk mengurusi anak-anak yatim piatu tersebut. Setelah masyarakat mengadopsi anak-anak tersebut, bukan berarti negara lepas tangan begitu saja, karena sesungguhnya kepala negara wajib hukumnya untuk mensejahterakan rakyatnya, coba lihat bagaimana Umar bin Abdul Aziz sampai menangis ketika beliau tidak mampu mensejahtekan rakyatnya. Lantas, apa yang harus dilakukan oleh negara ketika anak-anak yatim piatu ini sudah diadopsi oleh masyarakat mampu ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan mereka tunjangan, berikan mereka tunjangan hingga umurnya mencapai kemampuan untuk mencari nafkah mereka sendiri. Artinya begini, anak-anak kecil yang laki-laki, maka negara harus mampu membiayai sekolahnya hingga perguruan tinggi (kalau mampu), ataupun jika tidak mampu maka, tunjangan mereka haruslah selesai saat mereka SMA/SMU, ini berlaku untuk laki-laki. Lalu bagaimana untuk anak-anak kecil yang perempuan ?? Berikan tunjungan bagi anak perempuan hingga mereka menikah. Ini melihat bahwa wanita yang kemudian tidak diurus oleh keluarga, potensi menjadi wanita liarnya jauh lebih berbahaya daripada laki-laki (ini hanya hipotesis penulis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara tidak perlu memberikan tunjangan kepada mereka per bulan. Cukup hitung keperluan mereka makan perbulan, pakaian mereka yang harus mereka kenakan, tunjangan sekolah dari buku tulis, seragam sekolah, dan lain-lain. Tunjangan ini langsung negara kasihkan tunai selama mereka belum mampu mencari nafkah (kalau mau memakai hitung-hitungan bisa juga, namun penulis bukanlah ahli ekonomi) kepada orang tua asuhnya. Mungkin hal ini pernah dilakukan oleh presiden soeharto dengan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh), maka ini perlu diberdayakan kembali, tapi harus dengan sistem yang tidak merugikan anak yatim. Jangan anggap anak-anak yatim piatu ini sebelah mata. Sungguh kalau mereka diberdayakan, prestasi yang mereka miliki hampir sama dengan prestasi dengan anak-anak yang mereka masih memiliki ayah dan ibu. Bahkan bisa melebihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari ini, penulis mencoba untuk bermimpi suatu saat nanti ketika berkeluarga maka akan mencontoh orang-orang yang mengadopsi anak-anak yatim, mengurusi hidup mereka. Penulis memang paham dan tahu bahwa mengurusi seorang anak saja belum tentu benar, namun apakah ini aib jika kita berani mengungkapkannya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-7752807107821074857?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/7752807107821074857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/apakah-ada-panti-asuhan-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7752807107821074857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7752807107821074857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/apakah-ada-panti-asuhan-dalam-islam.html' title='Apakah ada Panti Asuhan dalam Islam ?'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-4381255398255565305</id><published>2011-02-13T16:51:00.000+07:00</published><updated>2011-02-13T16:51:00.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Maulid Nabi dan Mesir</title><content type='html'>Maulid nabi sudah dihadapan kita, hal ini terlepas bid'ahkah orang-orang yang memperingatinya. Dan sekarang kita tidak sedang membahas hal itu. Silahkan kalau ingin memperingatiny juga tidak apa-apa, asal jangan berlebihan dalam memperingatinya. Ataupun yang tidak memperingatinya/ menganggap bid'ah juga lebih baik diam, karena setiap yang memperingati memiliki hujjah tersendiri. Maka, akan lebih baiknya kita yang tidak merayakan diam saja.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maulid nabi adalah hari dimana nabi besar kita terlahir, lahirnya nabi besar kita sungguh telah diumumkan di dalam sejarah. Ketika itu Isa berkata kepada kaumnya bahwa akan hadir yang namanya ahmad (bisa dilihat di surat shaff-6). Kelahiran Muhammad juga tidak pernah kita tahu bahwa kebenaran akan selalu menang melawan kebathilan. Sebelum kelahiran beliau, kita lihat bagaimana pasukan bergajah dihabisi oleh tentara burung ababil saat akan menghancurkan ka'bah (bisa dilihat di surat al-fiil). Dengan satu bukti diatas, maka kita akan mengira-ngira atau mengungkapkan hipotesis kita, bahwa sebenarnya kelahiran Muhammad untuk diutus sebagai agen perubahan telah tampak dalam hal ini. Kelahiran seorang Ahmad di lingkungan yang sangat jahiliyyah (masa kebodohan), bukan berarti masyarakat arab saat itu memiliki otak yang dungu. Muhammad dilahirkan sebagai pembaharu agama, sebagai penyempurna agama tauhid menjadi islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah yang menjadi sangat istimewa, mengapa ? Karena ternyata ketika Muhammad lahir, ada beberapa keanehan yang muncul terutama di alam. Bahwa suasana malam itu terlihat benderang, dll. Sungguh diawal kelahiran beliau akan nampak perubahan-perubahan yang akan membawa dunia dan bangsa arab akan terlihat lebih terangkat derajatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sedikit tentang maulid nabi, yang intinya adalah kelahiran nabi ini sungguh akan membawa sebuah kemenangan besar di seluruh dunia, terutama bangsa arab saat itu. Lalu apa hubungannya dengan mesir ? Hipotesis yang kemudian jika dikaitkan dengan maulid nabi adalah bahwa kemenangan rakyat mesir atas rezim yang berkuasa saat ini adalah salah satu ciri atau tanda bahwa kemenangan islam di timur tengah akan terwujud. Hal ini terlihat seperti awal dakwah kenabian Muhammad bahwa beliau awalnya berdakwah untuk membuat perubahan dalam tubuh orang-orang arab. Ketika orang-orang arab ini telah mengalami perubahan maka perubahan itu menjalar dengan sendirinya. Begitu juga di mesir. Tapi sebenarnya, hal ini telah didahului di Tunisia, dimana Ben Ali digulingkan sendiri oleh rakyatnya. Kemenangan Islam sungguh telah terlihat dalam dunia Arab. Kesatuan Arab adalah hal yang sangat inti untuk munculnya dunia yang islam sebagai rahmatan lil 'alamin (hal ini pernah terjadi pasca meninggalnya Muhammad adalah saat Umar bin Khottob dan Umar bin Abdul Aziz). Salah seorang pemikir islam, Hasan al-Banna pernah mengatakan : "Bangsa Arab dalam dakwah kami memiliki tempat yang menonjol dan porsi yang sangat besar. Karena arab adalah umat islam pertama dan bangsanya yang terpilih. Islam tidak akan bangkit tanpa kesatuan kata bangsa-bangsa arab dan kebangkitan mereka. Satu jengkal tanah di arab kami anggap sebagai jantung tanah air kami". Hasan al-Banna juga meyakini bahwa bangsa arab ini hanya disatukan oleh akidah dan bahasa. Beliau juga meyakini batas-batas geografis tidak akan bisa memecah belah makna persatuan arab dan islam ditengah kita selama-lamanya. Runtuhnya arab berarti islam juga runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perkataan dari Hasan al-Banna bisa kita simpulkan bahwa kemenangan dan bersatunya arab berarti islam juga akan menang. Inilah yang kemudian mengapa kebangkitan di mesir seharusnya bisa menjadi pelecut bagi negara-negara arab yang tidak tersekat oleh apapun, karena akidah dan bahasa mereka sama. Seharusnya Tunisia dan Mesir menjadi contoh bagi kesatuan Arab. Satu lagi yang harus menjadi inspirasi kesatuan Arab, yaitu Sudan Selatan. Setelah referendum akhirnya Sudan bisa mengakhiri paceklik dalam negara mereka. Sudan Selatan, menjadi sebuah negara Islam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-4381255398255565305?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/4381255398255565305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/maulid-nabi-dan-mesir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4381255398255565305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4381255398255565305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/02/maulid-nabi-dan-mesir.html' title='Maulid Nabi dan Mesir'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-5508552168127942058</id><published>2011-01-31T11:01:00.000+07:00</published><updated>2011-01-31T11:01:35.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Minta sedekahnya untuk membeli alat SEKOLAH</title><content type='html'>Judul diatas memang cukup miris. Mungkin kita menemukan di sekitar area tunjungan ATM, ataupun tempat-tempat yang strategis untuk mencari uang demi kepentingan mereka. Orang-orang miskin di Indonesia memang sudah cukup parah. Mungkin saja kalimat diatas terlihat seperti berbohong. Apalagi kalau yang meminta adalah anak kecil, mungkin kalau yang meminta-minta itu ibunya atau ayahnya. Akan tetapi dalam pekerjaan ini, seorang anak harus dilibatkan. Lalu dimana jadwal mereka sekolah ? Apakah mereka harus sekolah menunggu alat sekolah. Sedangkan tiap hari mereka duduk-duduk disana hanya untuk memberikan amplop berjudul : "Minta sedekahnya untuk membeli alat SEKOLAH".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyayangkan sebenarnya, padahal sekolah yang masih seumuran mereka sekarang,kan sudah gratis. Bahkan pemerintah menggratiskan sekolah 9 tahun pada sekolah-sekolah tertentu saja. Mungkin amplop yang mereka tulisi adalah tiada lain mereka berbicara"Orang untuk beli makan saja susah, apalagi harus beli peralatan SEKOLAH". Inilah yang tidak baik dari pengajaran orang tua. Mereka diminta membantu mengais pekerjaan. Seharusnya yang bertanggung jawab atas kehidupan mereka adalah orang tua mereka. Ya, mungkin pemikiran mereka sudah jauh lebih dewasa sehingga mereka juga harus bertanggung jawab atas sesuap nasi yang harus mereka makan. Lalu apa bedanya dengan binatang yang setelah melahirkan, mereka membiarkan anaknya untuk mencari sesuap makanan sendiri ? Maka kemudian pantaslah orang-orang seperti mereka(mungkin juga kita) mengatakan bahwa kehidupan kita ini adalah tiada lain adalah rimba di hutan. Persaingan yang sangat ketat, sehingga induk tidak mampu memberikan yang terbaik untuk mereka. Dan akhirnya, mereka meninggalkan anaknya untuk mencari makananannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas tadi adalah pembahasan tentang kesosialan, sekarang kita akan mencoba dari segi pendidikan. Ada satu pertanyaan : Buat apa sekolah, toh sekolah dimana saja sama ? apa kemudian perlu untuk sekolah yang gurunya itu mengajarkan apa yang dibuku. Gurunya mengajarkan menurut apa yang ada di kurikulum. Seolah pendidikan di Indonesia ini sedang dibodohi. Memberi tugas sama saja dengan manyalin di buku. Pertanyaan-pertanyaan yang ditugaskan hanya tinggal menyalin yang ada di buku. Sehingga mereka tidak dibiarkan berpikir. Mungkin akan lebih baiknya kalau, mereka(para guru) memberikan tugas yang sebenarnya tidak ada di buku tapi kalau dipikirkan secara mendalam, maka kita akan mendapatkan jawabannya ada di buku. Akhirnya, murid-murid untuk mendapatkan jawaban adalah harus membaca seluruhnya barulah ada satu kesimpulan yang itu bisa menjadi jawaban atas pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan formal sebenarnya tidak perlu dengan kita harus mengikuti jenjang SD,SMP/MTs, SMA/MA. Buat apa sekolah kalau memang semua yang diajarkan ada di buku ? kenapa tidak langsung membaca buku tersebut ? Ketika ada yang tidak dipahami, mungkin ia bisa merenungkan dengan "Apa ? Kenapa ? Mengapa ? Bagaimana ? Kapan ? dan seterusnya". Mungkin pendidikan saat ini sedang tidak butuh dengan guru yang hanya mengajarkan dengan memindahkan buku. Indonesia sedang membutuhkan GURU KEHIDUPAN. Indonesia butuh murobbi (Guru kehidupan) yang mengajarkan. prinsipnya sama dengan Lao Tze, Confusius. China dalam hal pendidikan memang bagus. Dan sebenarnya, bangsa Timur dalam berpendidikan lebih maju daripada bangsa Barat. Ini muncul saat 1400 tahun lalu dengan munculnya Muhammad sebagai Guru Kehidupan (Sang Murobbi)  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-5508552168127942058?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/5508552168127942058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/01/minta-sedekahnya-untuk-membeli-alat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/5508552168127942058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/5508552168127942058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/01/minta-sedekahnya-untuk-membeli-alat.html' title='Minta sedekahnya untuk membeli alat SEKOLAH'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-3019723024468066420</id><published>2011-01-01T08:23:00.000+07:00</published><updated>2011-01-01T08:23:10.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Apa yang harus kita siapkan ? Sebuah Renungan Tahun Baru 2011 dan Renungan Ulang Tahunku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memasuki penghujung tahun baru, setiap orang merayakannya. Setiap orang menunggu. Mereka rela menunggu berjam-jam hanya untuk melihat pergantian tahun. Dari tahun ke tahun, pergantian tahun selalu saja menjadi hal yang teristimewa dan menyenangkan bagi sebagian orang ataupun seluruhnya. Entah itu tahun baru Masehi ataupun Hijriyah. Kita atau bahkan mereka merasakan ada sebuah euphoria yang mendalam saat tahun baru. Kita menyadari hal itu. Tanggal 31 malam setiap bulan desember adalah momen yang ditunggu. Terompet-terompet mulai dijajakan. Jalanan dan tempat pariwisata penuh dengan hal-hal yang euphoria.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Namun, sadarkah kita. Apa sebenarnya esensi dari pergantian tahun ini. Ketika tahun ini bertambah, apakah bumi ini akan semakin muda dengan setiap pergantian tahunnya ? Ataukah bumi akan semakin tua, dan dia akan semakin berat dan renta untuk memikul beban ini. Sama seperti kita saat berulang tahun. Taruhlah diri kita ini adalah bumi, sedangkan seluruh komponen-komponen tubuh ini adalah penduduk masyarakat bumi. Bagi komponen tubuh, ulang tahun adalah sebuah pergantian tahun. Setiap umur kita berganti, bukankah waktu kita hidup di dunia ini akan semakin berkurang, dan kemudian ketika umur kita berkurang apakah seluruh komponen di dalam tubuh ini akan senang dengan apa yang dilakukan banyak manusia pada saat tahun baru ? Bukankah seharusnya, mereka justru sedih karena dengan bertambahnya usia kita, maka akan berkurang pula setiap fungsi organ-organ yang ada di dalam tubuh ini ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Sekarang, kita kembalikan kepada dunia yang sesungguhnya, bukan dunia perumpamaan dan bukan pula dunia permisalan. Umur bumi yang semakin bertambah ini ditandai dengan pergantian tahun, apakah sejalan dengan penghuni bumi yang merasakan bahwa sesungguhnya dengan pergantian tahun ini mereka seharusnya sadar kalau mereka akan mendekati masa-masa yang seolah tidak ada artinya, apakah mereka sadar bahwa semakin bertambahnya umur bumi ini akan semakin tambah aus setiap fungsi mereka ? Ternyata tidak, penghuni bumi justru merayakan atas bertambah tuanya bumi ini. Hal ini adalah kontradiktif dengan yang seharusnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;b&gt;Apa yang harus kita siapkan ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Tahun baru 2011 baru saja hadir, ditandai dengan petasan-petasan yang mewarnai indahnya langit malam itu. Pertanyaan besar diatas adalah pertanyaan yang mudah. Seolah kalau dalam ujian kemudian ada pertanyaan seperti itu kita mudah untuk menjawabnya, namun keyakinan mental untuk melaksanakan persiapan itulah yang cenderung susah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Tahun 2011 adalah tahun-tahun yang penuh dengan momentum. Setiap detiknya mengandung momentum. Namun, tidak semua bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan momentum tersebut. Salah satu jalan kesuksesan adalah memanfaatkan dan mengoptimalkan momentum dengan tepat,cermat, dan penuh perhitungan namun pasti. Saat ini, yang harus kita siapkan adalah bagaimana kita dengan tepat,cermat, dan penuh perhitungan namun pasti dalam menghadapi setiap momentum. Tidaklah setiap momentum itu milik kita. Namun, bagi kita momentum adalah hikmah yang hilang, sehingga kita harus mencarinya. Setelah merasakan momentum itu ada di waktu yang tepat, perhitungan yang cermat dan dengan pasti kita harus mengoptimalkannya. Kehilangan satu momentum adalah suatu kerugian bagi kita. Kematian istri dan paman daripada baginda Nabi adalah momentum yang tepat bagi Allah untuk kemudian mentarbiyah Nabinya untuk menjalankan isra Mi’raj, walaupun sesungguhnya yang memiliki momentum itu sebenarnya adalah Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Potensi yang ada di dalam diri kita adalah sesuatu yang nisbi atau relatif. Artinya tidak ada manusia yang sempurna dengan segala potensi yang dimilikinya. Pasti ada satu kekurangan yang ada dalam dirinya. Momentum yang Allah siapkan memang bukan untuk kita semua. Karena setiap momentum itu pastinya akan membutuhkan potensi yang dimiliki dan sekali lagi tidak semua orang memiliki potensi yang sempurna. Maka dari itu, Allah menyuruh kita untuk memaksimalkan momentum yang sekiranya itu dimiliki oleh potensi kita. Ketika momentum yang tepat, cermat dalam perhitungan dan kemudian kita memiliki potensi tersebut, maka sesungguhnya tahun 2011 adalah tahun milik kita. Momentum bertemu dengan potensi dasar ataupun buatan akan menghasilkan mahakarya yang besar, monumental. Oleh karenanya, kita harus pandai-pandai dalam mengolah momentum, karena sesungguhnya sekali lagi, momentum adalah hikmah yang hilang dari tubuh jamaah islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     Ada salah satu hadits dari Abu Hurairah riwayat Tirmidzi dan yang lainnya : “min husnil islami mar’i tarkuhu maa la ya’nih”. Bahwa salah satu tanda baiknya islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak ada gunanya. Artinya apa, bahwa sesungguhnya Allah ini memang sudah mewanti-wanti agar mengoptimalkan dan mendistribusikan kebaikan kita untuk menggapai momentum tersebut sehingga tenaga kita tidak terkuras dengan hal-hal yang menuru kita itu adalah sepele. Itu bukan bagian dari mengoptimalkan momentum. Momentum adalah hal yang lain, hal-hal yang tiada gunanya adalah lain juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-3019723024468066420?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/3019723024468066420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/01/apa-yang-harus-kita-siapkan-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3019723024468066420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3019723024468066420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2011/01/apa-yang-harus-kita-siapkan-sebuah.html' title='Apa yang harus kita siapkan ? Sebuah Renungan Tahun Baru 2011 dan Renungan Ulang Tahunku'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-7975386309014458769</id><published>2010-12-16T10:27:00.000+07:00</published><updated>2010-12-16T10:27:30.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Teori Relativisme Agama</title><content type='html'>Oke sebelum kita masuk dalam teori relativisme agama, disini saya mencoba menerangkan daripada arti relativisme itu sendiri. Dalam pengertian relativisme adalah fleksibel. Artinya bahwa relative itu hanya bisa dinilai tergantung oleh setiap penilainya. Disini bisa saya contohkan adalah kata sifat cantik. Orang yang cantik itu sifatnya relatif, artinya bahwa penilaian kecantikan seseorang itu tergantung dari sudut pandang setiap manusia yang menilainya. Kalo saya katakan wanita itu cantik, mungkin dihadapan anda semua wanita itu tidak cantik. Inilah makna daripada relative itu sendiri. Sebenarnya, teori ini lebih terhadap kebenaran sesuatu. Kebenaran teori adalah relativisme. Berbeda dengan hukum. Sifat hukum adalah absolut. Lawan daripada relative itu sendiri. Arti daripada absolut adalah kebenaran sejati yang tidak dapat diganggu gugat kebenarannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Relativisme agama, apa yang ada di dalam benak anda ketika saya mengatakan makna daripada arti relativisme agama. Relativisme agama adalah suatu paham yang mengatakan bahwa kebenaran agama itu dianggap benar oleh pemeluknya. Dalam artian begini, kebenaran setiap agama adalah benar menurut setiap pemeluknya. Orang-orang muslim menganggap benar agamanya. Orang-orang kristen menganggap benar agama yang dianutnya. Begitupun dengan hindu, budha, dan agama yang lainnya. Anda mungkin tidak setuju dengan pemikiran saya, terutama adalah orang muslim. Saya juga orang muslim, akan tetapi teori relativisme ini adalah bersifat sosial, bukan kebenaran mengenai keesaan tuhan. Bukan mengenai teologi ketuhanan. Bagi saya sebenarnya ini menyalahkan daripada aturan yang dibuat oleh Allah dalam surat Ali-Imron bahwa Islam agama yang paling benar. Kalau saya melihatnya bukan dari segi sosial. Akan tetapi Islam paling benar adalah merujuk daripada tuhan orang islam itu sendiri. Semua tuhan-tuhan dari agama selain islam dalam kitabnya tidak pernah mengklaim bahwa mereka adalah tuhan bagi pemeluknya kecuali islam. Dalam kitab injil, Yesus atau Isa tidak pernah mengatakan “Aku adalah tuhanmu, maka sembahlah Aku”. Dalam kitabnya orang yahudi, hindu, budha, dan agama yang lainnya pun tidak pernah mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh Allah. Namun kita bisa lihat dalam Al-Quran, banyak sekali Allah mengatakan dalam kitabnya “Aku adalah tuhanmu, maka sembahlah Aku olehmu dan kaum manusia sekalian.”&lt;br /&gt;Teori relativisme yang saya terangkan adalah ingin mencoba untuk menghilangkan sifat ekslusif dalam orang islam sendiri terhadap penganut agama yang lainnya. Kita bisa melihat dalam tragedi-tragedi di poso, ambon, dan terakhir adalah di bekasi. Itu adalah ketidakadaannya teori relativisme. Bahkan kita tidak bisa membayangkan kalau semua agama di dunia ini saling mengklaim untuk menjadi agama yang paling benar. Kasus di Indonesia mengatakan(sebagai saksi bisu) bahwa di daerah yang saya sebutkan diatas adalah kasus agama dimana kaum mayoritas menjadi mangsa kaum minoritas. Anda bisa bayangkan bagaimana kaum mayoritas bisa tertindas ??&lt;br /&gt;Inilah mengapa teori ini patut untuk diketengahkan, bukan berarti saya penganut paham liberal ataupun plural. Akan tetapi, saya mencoba untuk melahirkan kedamaian di Indonesia ini. Mencoba agar agama mayoritas tidak tertindas didalam kemayoritasannya. Dalam relativisme agama, saya mencoba untuk mengajak anda bahwa setiap ibadah yang mereka anut adalah benar. Dalam islam, sholat adalah benar  menurut kita. Dalam kristen, kebaktian adalah benar juga menurut mereka. Sehingga kita tidak bisa menghakimi dengan cara hal-hal yang brutal untuk memasukkan ajaran kita kepada agama lainnya. &lt;br /&gt;Rasulullah sendiri, dalam sejarah islam sangat memberi kebebasan dalam beragama. Negara madinah bukanlah negara yang secara keseluruhan islam, akan tetapi agama itu hidup saling berdampingan. Inilah makna daripada teori relativisme yang saya pahami. Disini, saya mencoba mengungkapkan bahwa kebenaran sejati adalah milik Allah. Kebenaran relative yang kemudian diimplementasikan dalam kegiatan-kegiatan beribadah setiap pemeluknya adalah benar juga. Selama mereka tidak menyimpang dari agama yang mereka yakini. Yah, bolehlah anda bisa mengatakan sebagai toleransi umat beragama. Kita meyakini bersama, keceriaan akan terwujud, kalau kita mau mewujudkan keceriaan itu bersama. &lt;br /&gt;Lakum dinukum waliyadiin...&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-7975386309014458769?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/7975386309014458769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/teori-relativisme-agama.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7975386309014458769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7975386309014458769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/teori-relativisme-agama.html' title='Teori Relativisme Agama'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1044618261085504803</id><published>2010-12-15T08:29:00.000+07:00</published><updated>2010-12-15T08:29:49.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><title type='text'>Download Buku Risalah Manajemen Dakwah Kampus</title><content type='html'>Buku ini sebenarnya dibuat oleh Gamais ITB. Namun saya akan membagikannya cuma-cuma kepada antum-antum semua yang membutuhkannya...&lt;br /&gt;untuk mendownload silahkan klik&lt;a href="http://www.blogger.com/%20%09%20http://www.ziddu.com/download/12974162/AryaS-RMDK.zip.html"&gt; disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Teruntuk sahabat-sahabatku yang ada di LDK dan FSLDKN&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1044618261085504803?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1044618261085504803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/download-buku-risalah-manajemen-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1044618261085504803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1044618261085504803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/download-buku-risalah-manajemen-dakwah.html' title='Download Buku Risalah Manajemen Dakwah Kampus'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-7077520126731209631</id><published>2010-12-10T13:43:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T13:43:17.783+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>UIN Malang : Poros Kekuatan Dalam Hidup Berjama’ah</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TQHLk7h659I/AAAAAAAAAG0/7eh7yJxTHhU/s1600/uin-malang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="219" src="http://4.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TQHLk7h659I/AAAAAAAAAG0/7eh7yJxTHhU/s320/uin-malang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sport Center&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TQHLyH-OCOI/AAAAAAAAAG4/Og6wwcwKkB0/s1600/uinmalang1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TQHLyH-OCOI/AAAAAAAAAG4/Og6wwcwKkB0/s320/uinmalang1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gedung B (tempat kuliah bersama)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Saya tidak tahu apa yang ada dipikiran rektor UIN Malang ini, entah apa yang telah dipikirkan masa lalu, sekarang atau masa depan. Tapi, rektor UIN Malang ini yang telah menjabat rektor selama kurang lebih 12 tahun mampu membawa UIN Malang ini bukan menjadi sekedar Universitas saja. Nama UIN Malang yang sekarang menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah tidak luput dari rekayasa rektor Imam Suprayogo. Selama beliau menjabat pula, universitas ini telah mengalami 6 kali pergantian nama. Masa-masa yang seperti inilah yang membuat universitas menjadi sedikit lebih bijak. Saat nama awal diberi nama dengan PTAIN Malang setelah itu menjadi STAIN Malang dan setelah itu IAIN Malang berlanjut dengan nama UIIS(Universitas Islam Indonesia Sudan atau bisa diplesetkan menjadi Universitas Islam Imam Suprayogo) setelah itu menjadi UIN tanpa nama, baru tahun 2004 kemarin UIN mengganti namanya dan mudah-mudahan akan tetap menjadikan nama yang abadi dengan nama UIN MALIKI Malang. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Mungkin kalian semua yang membaca ini akan menggeleng-gelengkan kepala karena selama pemerintahan cukup dengan 1 rektor saja mampu mengganti nama dengan 6 kali pergantian. Masa-masa transisi inilah yang kemudian bisa membawa siapa sebenarnya UIN Maulana Malik Ibrahim ini. Awal-awal sebelum berdiri gedung-gedung megah di UIN, dahulu adalah universitas yang sangat kumuh, bahkan bisa dibilang UIN waktu itu gedungnya sama dengan gedungnya sekolah SD. Akan tetapi dengan pemerintahan Imam Suprayogo semua disulap menjadi gedung-gedung megah bahkan pembangunannya pun sangat-sangat cepat. Dalam pidato-pidatonya yang sering diulang-ulang saat pertemuan-pertemuan wali mahasiswa, dalam pertemuan-pertemuan penting, pak rektor selalu mengulang-ulang kiat sukses dalam membangun universitas. Lantas apa itu kiat sukses dari pembangunan universitas ini, tidak lain adalah kebersamaan. Pak rektor mencoba untuk menerapkan system kebersamaan antar dosen, antar pegawai, antar elemen-elemen kampus. Sistem jama’ah inilah yang membawa UIN menjadi berjaya, bahkan saat ini UIN sedang melakukan pembangunan gedung baru yang ada di kabupaten Malang dan Batu. &lt;br /&gt;Segala sesuatu dimulai dengan kebersamaan. Bersama-sama kita bisa-mungkin itulah yang menjadi jargon pak Imam saat itu. Sistem ini dimulai dengan rektor, pembantu rektor, dekan, pembantu dekan, ketua jurusan, para dosen dan pegawai di universitas ini menyisihkan sedikit gaji mereka untuk kemudian kumpulan gaji itu diimplementasikan kedalam gedung-gedung baru. Sistem infaq yang dilakukan oleh Pak Imam ini sampai saat ini masih berlaku, bahkan pak Imam sendiri merupakan penyalur terbanyak dalam berinfaq. Setiap bulannya, beliau menyumbangkan ke el-Zawa (seperti badan penyalur Bazis yang dibentuk oleh pak Imam) sebanyak 3.000.000 rupiah. Seperti yang dikatakan dalam pidato berulang-ulangnya bahwa uang gaji yang didapat sebagai rektor diinfaqkan semuanya. Dan sekarang ini, yang merasakan kebersamaan yang dilakukan oleh para birokrasi kampus bukan hanya mereka, mahasiswa pun juga. Kalau saya merasakan SPP termurah saat ini disetiap universitas adalah UIN MALIKI Malang. Kalian tahu berapa SPP daripada mahasiswa ? 950.000-900.000, ya masih belum mencapai berjuta-juta. Dan kita doakan semoga tidak akan menambah lagi. &lt;br /&gt;Saya pun cukup terkagum dengan apa yang telah dilakukan oleh pak Rektor. Terobosan-terobosan baru yang spektakuler mampu digulirkan oleh satu orang pemikir strategis. Maka jangan heran kalau dalam 2 periode ini para pembantu rektor, dekan, hingga kebawah masih sulit menemukan sosok pengganti pemikir strategis yang mampu membuat UIN ini bisa go internasional (karena UIN MALIKI saat ini ingin menjadi universitas terhebat kedua sedunia dengan dalih bahwa semua universitas ingin menjadi nomer satu, akan tetapi kata pak Imam :“ kita cukup menjadi universitas kedua saja di dunia ini.“). Dalam menyikap hal ini, kemudian pak Imam menemukan jawabannya, pak Imam cukup lega sepertinya. Di dalam UIN sendiri ada suatu organisasi penghapal al-Quran yang namanya adalah HTQ (Hai’ah Tahfidz Al-Quran). Berangkat dari situlah kemudian pak Imam lega karena sudah menggantikan siapa pemimpin yang akan memimpin 25 tahun yang akan datang, yaitu adalah mahasiswa-mahasiswa yang telah hafidz quran. Mereka inilah yang akan menjadi pengganti saya. Seperti yang pernah dikutip dalam perkataan beliau.&lt;br /&gt;Kembali ke topik semula, sistem jama’ah pun tidak hanya diimplementasikan hanya dengan berinfaq saja. Para dosen, pegawai, dan seluruh elemen diajak oleh pak rektor untuk melakukan sholat Jama’ah dzuhur di masjid yang dibangun di UIN dan kemudian diteruskan dengan taushiyah dari para pegawai, dan dosen. Bahkan pak rektor pun menjadi pembicara dalam taushiyah tersebut. Inilah mengapa UIN hingga saat ini mampu berjuang mempertahankan namanya. Pergulatan-pergulatan ini sebenarnya mulai muncul saat UIN ini lepas dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, karena dulu fakultas Tarbiyah IAIN Suna Ampel ada di Malang, inilah cikal bakal berdirinya UIN Maulana Malik Ibrahim. Hingga saat ini saya masih belum menemukan rektor yang mampu membaur dengan para mahasiswanya dengan sangat erat. &lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-7077520126731209631?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/7077520126731209631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/uin-malang-poros-kekuatan-dalam-hidup.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7077520126731209631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7077520126731209631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/uin-malang-poros-kekuatan-dalam-hidup.html' title='UIN Malang : Poros Kekuatan Dalam Hidup Berjama’ah'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TQHLk7h659I/AAAAAAAAAG0/7eh7yJxTHhU/s72-c/uin-malang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-6465481432963612080</id><published>2010-12-10T07:33:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T07:33:53.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kuningan, the Horse City</title><content type='html'>Do you know where is the Linggarjati’s International treaty ? Yes, Linggarjati is place for International treaty.  Linggarjati is one of place in Kuningan. Kuningan City located on West java, near of Cirebon City . If you want go there from Malang, you must go to the Train Station, and then you must go down to Cirebon City first. If you was arrived on Cirebon City, you go to bus station and you search the vehicle as name is ‘Elf’. That vehicle can carry with you to going Kuningan City. Location Kuningan city in border area of west java and centre java. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ok, lets we talk so far about the Horse City. This city have location on valley of Ciremai Mount. So, if we go there, the air is very cold like ice. When I going there at first time, I so scared if I want to take a bath. A panorama is very good, that city around a mountains. This City in government is regency. Kuningan is area headed by a bupati. In Kuningan so many place for vacation. If you want go to Museum, in Kuningan there is Linggarjati Museum. If you want climb up the mount, in Kuningan there is angle if pitch. In Kuningan there is Waterfall. Sunda language of waterfall is Curug. Ciremai mount is mountain very exotic view. &lt;br /&gt;And kuningan have a nickname a city of horse. Why a horse city ? Because there so many horse. You can look they over the way. If you go to centre of Kuningan, maybe you not found a viewer, but is you go to the village, oh its so beautiful. The view can make you body, eyes, and everything in your body refresh. In this city, you can’t found a mall, bookstore like gramedia, and just have one street connect to other city. But, in this city maybe you found a market, supermarket, and if you want to buy a book. You can buy in that supermarket. &lt;br /&gt;Owh, and don’t forget in kuningan there are a souvenirs. In kuningan, there are special characteristic food. Special characteristic food in kuningan is peuyeum,ubi boled,kecimpring,ketupat tahu and gemblong. Peuyeum made from fermentation of white sticky rice and packed with guava leaf. Ubi boled, I think like a sweet potato colors of  ubi boled is purple.  &lt;br /&gt;I think that is enough. I was describe about panorama/view, souvenirs, and location in Kuningan. So, I think this time for finish my writing. And then….&lt;br /&gt;Wassalam,,,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-6465481432963612080?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/6465481432963612080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/kuningan-horse-city.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6465481432963612080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6465481432963612080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/kuningan-horse-city.html' title='Kuningan, the Horse City'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-3200015359370720800</id><published>2010-12-07T06:38:00.000+07:00</published><updated>2010-12-07T06:38:58.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>Kiat Menata Hati Dalam Bergaul</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TP1z2STXAoI/AAAAAAAAAGs/m9KQIXFF5Yg/s1600/ubuntuTogether.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="http://2.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TP1z2STXAoI/AAAAAAAAAGs/m9KQIXFF5Yg/s200/ubuntuTogether.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia dalam kesehariannya merupakan komponen social yang tidak bisa lepas dari komponen social lainnya, entah itu sesame manusia ataupun dengan hewan dan tumbuhan. Tapi sosok manusia sangat jelas dan tidak diragukan lagi bahwa mereka memiliki keterikatan satu sama lain. Mereka saling membutuhkan, mereka saling tolong menolong. Dalam keterikatan inilah manusia dituntut untuk menjadi manusia yang dapat mengimbangi yang lain. Ketika manusia ditolong yang lainnya, maka suatu saat manusia yang menolong itu akan ditolongnya. Manusia di dunia tidak ada yang sempurna. Yang mampu menyempurnakan hanya saat kita bergaul, berinteraksi dengan manusia lain, dan kemudian membentuk suatu amal Jama’I. Mereka itulah manusia sempurna.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam pergaulan antar manusia dibutuhkan suatu kiat-kiat yang dimana hal ini dibutuhkan oleh manusia untuk meminimalisir chaos. Kiat-kiat ini saya dapatkan ketika sedang membaca bukunya Aa Gym, tapi lupa nama dari judulnya. Dalam bergaul, Aa Gym mengatakan ada tiga aspek yang sangat penting untuk diperhatikan; Aku bukan Ancaman Bagimu, Aku Menyenangkan Bagimu, Aku Bermanfaat Bagimu. Tiga komponen itulah yang mempengaruhi bagaimana kita bergaul dengan manusia lainnnya. Jika salah satu yang lainnya hilang, maka bisa diperkirakan tidak aka nada lagi hubungan harmonis antara kedua manusia tersebut, kecuali kalau ia membenahi komponen yang rusak atau menambah komponen yang belum ada. Disini saya akan menjelaskan satu persatu dari makna ketiga komponen tersebut.&lt;br /&gt;Aku bukan Ancaman Bagimu; dalam bergaul, kita harus meyakinkan kepada mereka bahwa kita ini orang baik, bahwa kita ini bisa saling mengisi dalam ketidaksempurnaan kita. Nah, bagaimana caranya membuktikan kalau kita ini memang bukan Ancaman bagi mereka. &lt;br /&gt;1. Hindarilah Penghinaan&lt;br /&gt;2. Hindari ikut campur urusan pribadi &lt;br /&gt;3. Hindari memotong pembicaraan &lt;br /&gt;4. Hindari membandingkan&lt;br /&gt;5. Jangan membela musuhnya dan mencaci kawannya&lt;br /&gt;6. Hindari merusak kebahagiaan&lt;br /&gt;7. Jangan mengungkit masa lalu&lt;br /&gt;8. Jangan mengambil haknya&lt;br /&gt;9. Hati-hati dengan marah&lt;br /&gt;10. Jangan menertawakannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku Menyenangkan Bagimu; artinya bahwa bergaul ini bisa menjadikan persahabatan yang tidak menjemukan. Kita yakinkan kepada sahabt kita, teman kita bahwa kita adalah teman yang senantiasa menyenangkannya. &lt;br /&gt;a. Wajah yang selalu ceria&lt;br /&gt;b. Senyuman yang tulus&lt;br /&gt;c. Kata-kata yang santun dan lembut&lt;br /&gt;d. Selalu menyapa dan senang mengucapkan salam&lt;br /&gt;e. Bersikap sopan dan penuh penghormatan&lt;br /&gt;f. Senangkan perasaannya&lt;br /&gt;g. Maafkanlah kesalahannya&lt;br /&gt;Aku Bermanfaat Bagimu; ini adalah tingkatan persahabatan yang paling tinggi- menurut saya- setelah kita bergaul dengan sahabat kita dengan meyakinkan bahwa kita bukanlah ancaman baginya, bahwa kita menyenangkan baginya, sekarang kita mencoba untuk memperlihatkan diri kita bahwa kita ini juga bermanfaat baginya.&lt;br /&gt;a. Rajin silaturrahim&lt;br /&gt;b. Saling berkirim hadiah&lt;br /&gt;c. Saling menolong dengan segala cara&lt;br /&gt;d. Sumbangkan ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;e. Mendoakannya&lt;br /&gt;Diantara ketiga komponen itu, kita yakin bahwa yang komponen ketiga inilah yang jarang dilakukan oleh kita. Saat ini kita jarang berkirim hadiah. Sesungguhnya manusia saat ini secara tidak langsung telah terdoktrin oleh pemikiran Machiavelli. Dia mengatakan bahwa tidak ada pertemanan yang abadi, yang ada hanya kepentingan pribadi. Mereka berkirim hadiah saat ada keperluan yang lain. Mereka silaturrahim karena ada maksud yang lain. Apakah ada kita silaturrahim karena kita kangen kepada sahabat kita ? apakah kita ada yang mengirim hadiah kepada sahabat kita karena kita sayang kepada mereka ? mungkin zaman modern telah mengubah hal ini. Sebenarnya ini telah menjadi suatu perilaku sosial yang ada sejak zaman dulu. Mungkin telah terkikis dengan yang namanya Globalisasi.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-3200015359370720800?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/3200015359370720800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/kiat-menata-hati-dalam-bergaul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3200015359370720800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3200015359370720800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/kiat-menata-hati-dalam-bergaul.html' title='Kiat Menata Hati Dalam Bergaul'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TP1z2STXAoI/AAAAAAAAAGs/m9KQIXFF5Yg/s72-c/ubuntuTogether.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-9203625960452978508</id><published>2010-12-02T16:47:00.002+07:00</published><updated>2010-12-02T16:47:30.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Membangun Stabilitas Negara persepektif Negara Madani (Refleksi Tahun Baru Islam Muharram 1431 H)</title><content type='html'>Kalau berbicara masalah Muharram tentu kita berbicara masalah semua kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan selama setahun kemarin, lalu kemudian ketika Muharram dating, kita memohon pada Allah untuk mengampuni semua dosa-dosa yang pernah kita lakukan pada setahun yang lalu. Maka tak jarang, kalau kita sering melihat dalam malam satu Muharram banyak sekali orang-orang atau pengajian-pengajian mengadakan muhasabah (instropeksi diri) baik itu untuk kalangan mereka, masyarakat ataupun bangsa ini. Dalam artian begini, Moment Muharram ini adalah starting point kita untuk melakukan segala bentuk perubahan tentunya dari arah kejelekan menuju arah kebaikan. Kita memohon kepada Allah untuk mengampuni dosa-dosa kita dan kemudian kita meminta untuk membuka lembaran baru untuk menapaki jalan hidup ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dalam negara, moment muharram ini begitu sangat sakral bagi bangsa Indonesia ini, yang katanya sedang berkembang. Muharram bisa membawa semangat perubahan bangsa ini, melebihi jargon-jargon Soekarno dalam ‘ganyang Malaysia’. Saat ini, dan detik ini juga, kita harus memahami bahwa kebutuhan negara saat ini adalah stabilitasnya. Sejak runtuhnya Soeharto, stabilitas negara sampai saat ini masih dibilang kacau. Walaupun di eranya SBY, sudah mulai menunjukkan penurunan. Satu pertanyaan penting yang mendasar, mengapa harus stabilitas negara yang saat ini harus kita perhatikan ? sesungguhnya value of stability terletak di dalam komponen yang menjaga negara ini yaitu masyarakat. Krisis moneter, moral, dan segalanya yang melanda Indonesia berawal dari tiadanya yang menjaga stabilitas negara. Bagaimana tidak, saat krisis moneter melanda, pejabat-pejabat malah asyik-asyiknya memakan uang rakyat, ngalor-ngidul ke satu negara ke negara lain. Inilah sesunguhnya penyebab dari turunnya stabilitas negara. Masyarakat telah kehilangan satu sosok yang dibanggakan, mereka di negara ini telah kehilangan presiden yang seharusnya menjadi panutan. Sosok presiden telah menjadi symbol bagi negaranya saja. Cukup itu.&lt;br /&gt;Maka dari itu, moment muharram kita mencoba membangun stabilitas negara yang sangat diperlukan oleh kita saat ini dan detik ini juga. Persepektif negara madani, ya, negara madani adalah suatu negara yang dimana negara ini memiliki kekuatan dalam menegakkan kebenaran, memiliki kekuatan dalam membangun agama, dan memiliki kekuatan dalam menghapus kedzaliman (saya dapatkan ketika Daurah Marhalah II di Malang). Ketika negara ini telah memiliki ketiganya, maka bisa disebut negara madani. Stabilitas negara madani memang banyak sekali tafsirannya, akan tetapi saya mencoba untuk merangkumnya menjadi satu. Komponen stabilitas negara madani adalah : Pemimpin, para Fuqoha (disini mungkin bisa diwakili oleh ‘Ulama), para Dermawan, dan ahlul qura’ ( orang-orang penghapal, pecinta terhadap al-Quran). Empat komponen itulah yang menjadikan negara madani stabil. Kalau melihat dalam sejarah Islam, maka negara madani adalah negara yang dibentuk oleh Rasulullah saat hijrah ke Madinah. Contoh itu mungkin cukup mewaliki untuk menjadi negara yang dirahmati oleh Allah, penduduknya beriman, pemimpin yang adil, para orang kaya mendermakan harta mereka, ulama yang selalu diberdayakan ( dalam artian mereka selalu diajak diskusi masalah kenegaraan dan tentunya ini menyangkut masalah politik ), doanya para fuqoha agar senantiasa terjauh dari musibah yang ditimpakan Allah, dan akhlak yang baik daripada ahlu qura’. &lt;br /&gt;Itulah tugas-tugas mereka, pemimpin yang adil terhadap rakyatnya tiada pandang bulu, penduduknya yang beriman dengan keimanan yang tinggi, yang Islam maka dia patuh dan taat kepada semua perintah Allah, begitu dengan agama-agama lain, juga harus beriman menurut kepercayaan masing-masing (merujuk konsep pancasila ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’). Para pemegang saham yang ada di Indonesia, para orang kaya yang senantiasa mendermakan harta mereka, bukan ketika akan membayar zakat aja. Kedermawanan Utsman mungkin bisa dijadikan contoh panutan bagi orang-orang pemegang saham, dan orang-orang kaya di Indonesia. Para Ulama yang senantiasa fatwanya diikuti oleh pemimpin hatta rakyatnya, mereka tidak hanya diajak diskusi dalam masalah keagamaan saja, akan tetapi bisa diajak diskusi dalam masalah kenegaraan. Doanya para fuqoha yang menghindarkan negara dari segala musibah. Dan akhlak yang baik tercermin dalam diri setiap ahlu qura’. Ujung dari kesuksesan stabilitas negara ini adalah pemimpin yang mempunyai kepercayaan dari rakyatnya, ulama yang berujung kepada ketaatan, ahlu qura’ yang berujung pada akhlak yang baik dalam setiap personal masyarakatnya. Kedermawanan orang yang dermawan akan berujung kepada swasembada negara.&lt;br /&gt;Inilah sesungguhnya yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia saat ini. Menjadikan moment muharram adalah waktu yang tepat untuk instropeksi diri dan kemudian tidak larut dalam segala dosa lalu bangkit membangun negara ini dengan komponen stabilitas negara madani. Musim pertaubatan mungkin bisa dilakukan pada momen ini, tapi jangan sampai kita terlarut dalam tangisan-tangisan yang kemudian tidak mampu membawa kepada yang lebih berharga. Kita hanya menangisi dosa-dosa kita, tanpa melakukan sebuah perbuatan yang lebih berharga. Bertaubat memang penting, namun terlalu larut dalam kesedihan taubat itulah yang berbahaya. Terlalu larut dalam tangisan dosa, kita mungkin tidak akan segara melakukan pahala-pahala yang dapat menghapus dosa itu. Segera memohon ampun untuk negara ini, dan marilah kemudian kita melakukan amal-amal yang besar untuk terbentuknya stabilitas negara yang dibutuhkan. Bangkitlah Negeriku, Harapan itu Masih Ada !! &lt;br /&gt;Wallahu a’lam. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-9203625960452978508?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/9203625960452978508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/membangun-stabilitas-negara-persepektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/9203625960452978508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/9203625960452978508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/12/membangun-stabilitas-negara-persepektif.html' title='Membangun Stabilitas Negara persepektif Negara Madani (Refleksi Tahun Baru Islam Muharram 1431 H)'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-8329685901132958198</id><published>2010-11-25T21:04:00.001+07:00</published><updated>2010-12-07T06:46:14.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Membina Generasi Intelegensia (Refleksi Hari Guru se-Indonesia)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TP11o4hPR2I/AAAAAAAAAGw/5dol6uHHZlc/s1600/guru.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TP11o4hPR2I/AAAAAAAAAGw/5dol6uHHZlc/s320/guru.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari ini telah terjadi suatu hari yang sangat berarti bagi sebagian orang yang berprofesi sebagai guru, ataupun manusia yang  mendidik manusia yang lainnya entah itu ustadz, kyai, dosen ataupun yang sejenisnya. Guru, atau sering kita kenal dengan ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ adalah salah satu tonggak bangkitnya peradaban bangsa. Kita bisa melihat sejarah Jepang yang setelah mengalami kekalahan pada perang dunia II dengan ditandainya bom Hiroshima dan Nagasaki. Apa yang dilakukan oleh kaisar Jepang saat itu ? Ya, kaisar Jepang menyuruh untuk mengumpulkan guru-guru yang masih hidup untuk kemudian diberi segala fasilitas yang ada untuk membangkitkan semangat belajar dan gairah untuk hidup. Dalam cerita yang ditulis oleh novelis ‘Sang Pemimpi’ Andrea Hirata juga menggambarkan bagaimana pemikiran sang guru yang kemudian ditransformasikan kepada muridnya dalam bentuk yang konkret. Mimpi yang dibuat oleh guru, diwujudkan oleh muridnya. Cita-cita yang diimpikan Arai mungkin tak akan terwujud kalau tanpa semangat yang begitu membara dari guru SMA yang begitu menggebu-gebu memberikan mimpi-mimpi indahnya yang abstrak-karena mereka tinggal jauh dari kota- tapi mampu diterjemahkan oleh muridnya Arai sebagai suatu Visi.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Yah, itulah mungkin sepenggal kisah atau cerita tentang heroiknya guru di mata manusia. Maka, banyaklah orang berlomba-lomba untuk menjadi guru di Indonesia. Sosok yang satu ini memang sangat berguna untuk mendidik anak bangsa. Kalau tanpa seorang guru, maka kita tidak akan mengenal Susilo Bambang Yudhoyono, kita tidak mengenal Hidayat Nur Wahid, Anis Matta. Orang-orang terkenal seperti Aa Gym, Arifin Ilham bahkan artis sekalipun, mereka tidak akan muncul tanpa adanya guru yang membimbing mereka. Guru yang kita kenal, mungkin untuk saat ini lebih terlihat menjenuhkan saat mereka mengajar, saat mereka menjelaskan, kita tidur, ngobrol sendiri. Akan tetapi, bagaimana saat kita sudah tidak bertemu dengannya. Mungkin akan sangat berarti kehadiran mereka dalam mencerdaskan kita. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, membina generasi Intelegensia adalah suatu keharusan bagi seorang guru. Tonggak bangsa ini dari mereka. Ketika mereka gagal membina generasi ini, maka sesungguhnya akan menjadi bomerang bagi bangsa ini. Mereka kritis tapi tidak membangun. Mereka peka tapi tak acuh. Seperti itulah jika para guru gagal membina generasi intelegensia. Generasi yang ditunggu-tunggu oleh bangsa ini yang sedang terpuruk. Gurulah yang mengajari idealisme para murid,santri dan mahasiswa. Pemikiran-pemikiran generasi ini bisa dilihat dari bagaimana mereka dekat dengan guru mereka. &lt;br /&gt;Akhirnya, sosok manusia ini menjadi penting, sangat penting. Para guru, mungkin ini ada sedikit nasehat dari para murid-muridmu. “Jangan sampai engkau mengalami disorentasi dalam membina generasi intelegensia. Bisa fatal akibatnya, jika engkau sampai gagal. Engkau ditakdirkan oleh allah untuk membina generasi ini demi terciptanya bangsa yang sejahtera”&lt;br /&gt;Wallahu a’lam....   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-8329685901132958198?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/8329685901132958198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/11/membina-generasi-intelegensia-refleksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8329685901132958198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8329685901132958198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/11/membina-generasi-intelegensia-refleksi.html' title='Membina Generasi Intelegensia (Refleksi Hari Guru se-Indonesia)'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TP11o4hPR2I/AAAAAAAAAGw/5dol6uHHZlc/s72-c/guru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-586417928581731329</id><published>2010-11-21T19:55:00.000+07:00</published><updated>2010-11-21T19:55:37.751+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Konsep Islam Tentang Perubahan Sosial</title><content type='html'>&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Makna Perubahan Sosial&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;Perubahan Sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar orang, komunitas, atau organisasi, ia dapat menyangkut pola “nilai dan norma” atau “struktur sosial”. Wilbert Moore berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan perubahan sosial adalah “perubahan penting dari struktur sosial”, sedangkan yang dimaksudkan dengan struktur sosial adalah “pola-pola perilaku dan interaksi sosial”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;          Kingsley Davis berpendapat bahwa perubahan sosial adalah perubahan dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya saja adanya organisasi buruh dalam masyarakat kapitalis, terjadi perubahan-perubahan antara majikan dengan buruh, selanjutnya perubahan-perubahan organisasi sosial dan politik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Dan terakhir, dikutip dari Selo Soemardjan mengartikan perubahan sosial itu adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Perubahan sosial yang terbesar dalam sepanjang abad islam mungkin adalah apa yang telah dibawa oleh Muhammad saw. Melalui metode-metode yang dipakai telah mampu mengubah pola perilaku masyarakat dari yang suka berperang, suka membunuh anak perempuan, suka mabuk-mabukan menjadi masyarakat yang progresif, intelektual, terpelajar, dan yang terpenting, semua perilaku masa lalunya hilang ketika Muhammad mengubah sosio-kultural yang ada pada waktu itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Muhammad adalah nabi sekaligus pemimpin yang terhebat sepanjang sejarah ini. Dan ini telah dibuktikan. Michael Hearts dalam bukunya “100 orang yang berpengaruh di dunia” menempatkan Muhammad diurutan pertama. Ajaran Islam yang dibawanya mampu mengakar kedalam sosio-kultural mereka, mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang intelektual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Proses perubahan masyarakat yang digerakkan oleh Muhammad adalah evolusi. Proses itu digerakkan dengan mekanisme interaksi dan komunikasi sosial, dengan imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati. Strategi perubahan kebudayaan yang dicanangkan adalah strategi yang sesuai dengan nalar, fitrah, bakat, asaz atau tabiat-tabiat universal kemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Strategi atau apalah namanya yang diterapkan oleh Muhammad sebenarnya patut kita pelajari, mengapa dalam kurun waktu kurang lebih 22 tahun, Muhammad bisa mengubah masyarakat yang jahiliyah kepada masyarakat yang intelektual tadi. Bahkan bukan Cuma untuk kaum Arar saja, akan tetapi hampir seluruh dunia dihegemoni oleh fikroh/pemikiran Muhammad tadi. Ini sangat jelas, mengapa dan ada apa dibalik dari strategi yang diterapkan oleh Muhammad. Suatu hipotesis yang perlu diketengahkan, bahwa sistem teologi yang dibawa oleh Muhammad sangat bertentang dengan sistem teologi yang ada dalam masyarakat jahiliyah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;b&gt;Faktor Mempengaruhi Perubahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Ada beberapa faktor yang mempengaruhi suatu perubahan, yaitu : bertambah atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan, terjadinya revolusi di dalam masyarakat itu sendiri, adanya gangguan dari alam, seperti gempa bumi, tsunami, dan peperangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;b&gt;Konsep Islam Tentang Perubahan itu sendiri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Perubahan adalah suatu hukum alam atau disebut Sunnatullah. Kita bisa membuktikan bahwa kehadiran manusia di bumi ini adalah dari yang tidak ada menjadi ada. Penciptaan bumi dan lain sebagainya pun hampir sama halnya dengan manusia. Dalam ‘adanya’ manusia, ia telah mengalami perubahan dari anak, dewasa, dan tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Dan juga, perubahan-perubahan itu terjadi di masyarakat-masyarakat muslim. Perubahan-perubahan sosial tentu saja dibolehkan, selama tidak melanggar prinsip asaz-asaz sosial yang telah ditentukan oleh Allah. Akan tetapi, banyak masyarakat islam yang tidak mengerti akan hal itu, terkadang mereka - atau bahkan kita - juga melanggar prinsip-prinsip tersebut. Dan kemudian, apakah perubahan sosio budaya itu sesuai dengan islam atau bukan, itu mereka - atau bahkan kita - sama sekali tidak tahu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Didalam masyarakat islam itu sendiri sebenarnya terbagi menjadi 2 dalam menerima perubahan dan tidak menerima perubahan. Masyarakat muslim yang tidak menerima perubahan adalah mereka untuk menyelamatkan iman dan agama mereka. Tidak menerima perubahan berarti tidak meneriman sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu adalah mungkin berbentuk ide, konsepsi, ataupun gagasan. Selain daripada itu masyarakat islam terbuka dalam perubahan sosial entah itu dalam sesuatu yang baru, ataupun karena asimilasi, difusi, dan akulturasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Namun, ada juga masyarakat muslim yang menerima perubahan sosial tanpa batas. Demi untuk maju, semua perubahan dihalalkan. Apakah mengenai prinsip sosialnya atau cara pelaksanaannya. Dengan menerima prinsip yang bukan dari Islam, maka ia tergelincir kepada cara hidup yang bukan kepada islam, walaupun sebenarnya ia masih beragama islam atau mungkin bisa juga disebut materialisme, hedonisme, dan isme-isme yang baru. Karena sosiobudayanya tidak mengikuti dengan apa yang telah digariskan oleh islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Dan mereka yang menolak perubahan sosial menjadi statik. Prinsip dan cara pengalamannya hanya terhenti saat ada dalil naqli. Akal tidak mempunyai kewenangan untuk mengubahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Jadi konsep islam dalam perubahan sosial itu ada. Bahkan Allah pun menyuruh masyarakat untuk berubah, kalau tidak mau berubah biar Allah saja yang mengubahnya. Akan tetapi, ada beberapa jenis masyarakat muslim yang mau melakukan perubahan sosial karena mereka ingin menjadikan islam itu agama yang fleksibel. Tapi bukan dalam hal yang prinsip. Namun ada juga masyarakat islam yang begitu mereka melakukan perubahan sosial, prinsip-prinsip yang telah Allah gariskan telah hilang dalam perubahan mereka. Artinya Islam sudah menjadi agama kenangan. Akan tetapi ada juga masyarakat islam yang sama sekali tidak ingin melakukan perubahan. Akhirnya mereka terjebak pada satu agama yang statik/ tidak berubah. Mereka menjadi terbelakang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Memahami konsep perubahan sosial dalam islam memang tidak mudah. Karena kita juga akan bersinggungan dengan hal-hal yang baru dalam islam, dimana islam sebenanya mengatur tapi tidak dijelaskan secara detail. Maka dalam hal ini, sebagai masyarakat muslim yang intelektual seharusnya memahami fiqh-fiqh yang seharusnya dipelajari secara mendalam, seperti fiqh muwazanat, fiqh aulawiyat, fiqh kemenangan dan kejayaan, dan mungkin zaman terus akan berlanjut maka akan bermunculan fiqh-fiqh yang baru. “Jikalau tidak ada fiqh-fiqh yang baru atau suatu aturan untuk menyamakan kualitas dan kuantitas agama dalam peredaran zaman, maka sesungguhnya islam ini hanya akan menjadi suatu agama yang catatan sejarahnya berhenti sampai disitu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Referensi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 1. Soejono Soekamto, “Sosiologi Suatu Pengantar”, Penerbit UI Jogjakarta, 1974&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 2. Ali A. Mukti, “Manusia, Islam dan Kebudayaan”, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1980&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 3. Alpizar, “Islam dan Perubahan Sosial (Suatu Teori Tentang Perubahan Masyarakat)”, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 2008 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-586417928581731329?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/586417928581731329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/11/konsep-islam-tentang-perubahan-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/586417928581731329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/586417928581731329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/11/konsep-islam-tentang-perubahan-sosial.html' title='Konsep Islam Tentang Perubahan Sosial'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-4092869444814755327</id><published>2010-11-15T15:52:00.000+07:00</published><updated>2010-11-15T15:52:51.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Hakikat Nilai Kesejahteraan</title><content type='html'>Sebelum tulisan ini dimulai, marilah kita sejenak bermimpi. Apa seandainya kalau uang itu seperti daun yang setiap hari tubuh dan berkembang dan kemudian rontok. Artinya, dengan mudah kita mengambil uang yang seperti daun itu. Ketika telah jatuh ke tanah, uang tersebut kita ambil. Dan kemudian muncul lagi uang-uang muda. Begitu mudahnya mencari uang. Dan coba kita bayangkan, kalau itu juga terjadi pada orang-orang yang dalam kapasitasnya bisa dibilang dibawah orang kaya, tersebut menanam pohon uang. Mungkinkah kita akan membayangkan nantinya tidak akan ada orang miskin, betul begitu ? Mungkin ya untuk sekarang ini, namun apakah dengan banyaknya uang yang diperoleh dengan mudahnya akan membawa kebermanfaatan yang sangat signifikan. Artinya begini, dengan banyaknya uang dan dengan mudahnya uang diambil, akankah kesejahteraan bisa terjadi dengan mudahnya kita mengambil uang ? Itulah pertanyaan yang akan menggiring kita ke dalam inti pembahasan kita.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sekarang kita melihat realita, kita bisa melihat orang-orang yang mungkin dilihat dari segi kapasitas uangnya sangat lebih dari cukup. Benarkah dengan uang yang lebih dari cukup mampu membawa mereka dan keluarga mereka ke dalam kesejahteraan ?  Dan mungkin juga kita melihat di pinggiran kota ada sebuah keluarga yang dilihat dari kapasitas yang sama, mereka sama sekali tidak punya apa-apa. Apakah mereka tidak sejahtera karena mereka tidak punya uang apa-apa atau materi yang ada ? Marilah disini kita merenung.&lt;br /&gt;Orang yang memiliki kapasitas materi yang sangat lebih dari cukup mungkin juga ada yang tidak sejahtera. Sekarang, apa makna dari sejahtera (welfare) ? Makna sejahtera adalah keadaan dimana setiap orang itu bisa merasakan nyaman, tentram, dan damai dalam komunitasnya. Kalau kita melihat, atau saksikan orang-orang yang memiliki materi yang lebih, terkadang justru malah tidak sejahtera. Karena apa ? karena harta yang mereka punya senantiasa ada yang mengincar. Karena orang yang memiliki materi lebih banyak cenderung broken home, mengapa saya berani mengatakan begitu ? karena sekali lagi, mereka sudah gila terhadap uang sehingga keluarga yang mereka punya tidak begitu diperhatikan. Bagi mereka kesejahteraan adalah uang&lt;br /&gt;Sedangkan, orang yang memiliki materi yang sangat kurang dari cukup, mereka hanya hidup di pinggiran kota dan jauh dari teknologi yang semakin pesat. Akan tetapi, hidup mereka selalu dalam senyuman, jika materi datang kepada mereka, mereka tidaklah silau dengan hal tersebut. Ketika materi tidak datang, mereka tidaklah bersedih. Bagi mereka kesejahteraan bukan hanya bicara uang. Mereka bisa tertawa dalam kebersamaan yang memiliki nasib sama mungkin bisa sejahtera. &lt;br /&gt;Sekarang, dari keduanya, apakah benar kesejahteraan bisa dinilai dari materi ? Kita mungkin bisa memberi satu conclusion bahwa dasar dari kesejahteraan adalah hidup yang qona’ah, bukan berarti menyerah dalam hidup. Kesabaran yang senatiasa ditanamkan. Mungkin itu adalah dasar dari kesejahteraan.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-4092869444814755327?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/4092869444814755327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/11/hakikat-nilai-kesejahteraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4092869444814755327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4092869444814755327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/11/hakikat-nilai-kesejahteraan.html' title='Hakikat Nilai Kesejahteraan'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-5591449182179022094</id><published>2010-11-10T08:21:00.000+07:00</published><updated>2010-11-10T08:21:09.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Mbah Marijan dan Hari Pahlawan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TNnzBxYcOLI/AAAAAAAAAGo/cFRw6-4q5D8/s1600/mbah-marijan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TNnzBxYcOLI/AAAAAAAAAGo/cFRw6-4q5D8/s320/mbah-marijan.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jasadnya boleh saja hilang atau bahkan mati, tapi semangatnya belumlah hilang. Saya rasa, inilah esensi dari para pahlawan yang telah meninggal. Orang-orang yang telah meninggal pada saat penjajahan dan masa-masa proklamasi adalah memang pantas untuk dijadikan sebagai pahlawan bangsa. Semangat mereka yang ditularkan kepada anak dan cucu mereka benar-benar menjalar di dalam hati mereka dan kemudian menggerakkan seluruh instrumen tubuh ini untuk semangat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hari pahlawan sendiri sebenarnya adalah kegigihan para arek-arek surabaya yang berani melawan Belanda hanya dengan bambu runcing. Kegigihan mereka tentu sebelumnya dibakar oleh salah seorang yang memiliki semangat anti-penjajahan yang waktu itu dikompori oleh Bung Tomo. Semangat untuk menyingkirkan penjajahan telah menyalur ke setiap arek-arek surabaya. Dengan pekikan “Allahu Akbar”, Bung Tomo mampu membuat surabaya bergelora. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Untuk saat ini dan hari ini, memang penjajah telah hilang. Karena sekarang penjajahan adalah salah satu bentuk penindasan dan pencorengan atas nama HAM. Akan tetapi, ada satu orang yang masih menjaga orisinalitas semangat para pahlawan. Siapakah satu orang itu ? MBAH MARIDJAN. Sebenarnya memang terkesan agak memaksakan, tapi ini memang sungguh. Peribahasa yang saya tulis diawal saya rasa juga cocok disematkan kepada orang ini. Jasadnya boleh saja mati, akan tetapi gelora semangatnya belumlah hilang. Semangatnya yang begitu gigih karena merasa bahwa merapi tidak akan meletus ( pada saat getaran seismik dan wedhus gembel yang masih tidak begitu hebat), sedangkan dari pihak negara menyuruh untuk meninggalkan tempat yang terdekat dengan kawasan berbahaya. Mbah Marijan dan beberapa orang tidak ingin pindah, dan akhirnya mereka menetap disana menemani Mbah Marijan sebagai juru kunci.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Semangat yang mampu ditularkan Mbah Marijan memang bagaikan setrum yang menyengat. Mbah Marijan mungkin punya satu motto hidup : hidup dan mati untuk merapi. Dan akhirnya Allah mungkin juga menjawab doanya tersebut. Mbah Marijan meninggal dalam bencana Merapi akhir ini. Mengejutkan memang, sosok yang “di-tua-kan” oleh masyarakat meninggal dalam keadaan sujud saat meletusnya gunung merapi. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Satu yang menjadi poin diatas, hari pahlawan dan mbah marijan saat ini harus menjadi penyemangat kita dalam kehidupan sehari-hari. Nasionalisme kita hari ini harus dibuktikan dengan itu. Ketika mereka semangat dalam menghadapi penjajah, maka sudah seharusnya, kita sebagai seorang yang nantinya merupakan sosok calon pahlawan harus semangat dalam menghadapi musuh-musuh abstrak kita. Saya meyakini, bahwa para pahlawan itu, selain mereka dihadapkan dengan musuh-musuh yang nyata, ternyata mereka juga harus berhadapan dengan musuh abstrak mereka. Rasa malas itulah yang harus mereka hadapi juga. Nah sekarang, musuh kita hanya satu saja, yaitu musuh abstrak yang seharusnya menjadi kendala bagi kita untuk menjadi sosok pahlawan.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bissowab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-5591449182179022094?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/5591449182179022094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/11/mbah-marijan-dan-hari-pahlawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/5591449182179022094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/5591449182179022094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/11/mbah-marijan-dan-hari-pahlawan.html' title='Mbah Marijan dan Hari Pahlawan'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/TNnzBxYcOLI/AAAAAAAAAGo/cFRw6-4q5D8/s72-c/mbah-marijan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-3818794094342664573</id><published>2010-11-10T08:17:00.000+07:00</published><updated>2010-11-10T08:17:27.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>Syarah Doa Rabithah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagian mungkin ada sudah tahu tentang apa itu doa rabithah, dan mungkin sebagian juga ada yang belum tahu. Doa robithah adalah doa yang disusun oleh asy-syahid imam hasan al-banna. Robithah dari namanya memiliki arti pengikat, jadi doa ini adalah doa pengikat ikatan batin antara orang yang membaca doa ini dengan orang yang menjadi objek doanya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;      “Ya allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cintanya hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkan ikatan pertaliannya. Ya allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, penuhilah dengan cahaya-Mu yang tiada penah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Sebelum saya memulai syarah atau penjelasan terhadap doa ini, saya memohon ampun kepada Allah jikalau dalam men-syarah banyak kekurangan dan banyak hal-hal yang tidak dibenarkan dalam syariat. Dan saya memohon kepada Allah ampunan agar dosa imam hasan al-banna juga diampuni.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Ada yang menarik dari doa ini, kalau kita ingin menjadi atau memiliki suatu persahabatan (ukhuwwah) yang sangat erat yang tidak bisa dipisahkan dengan suatu hal, dalam doanya imam hasan al-banna memberikan syarat-syarat agar persahabatan yang dibingkai tetap dalam islam, kalau di-istilah-kan ‘persahabatan islam’. Syarat-syarat itu adalah :&lt;br /&gt;1.    Berkumpul untuk mencurahkan cintanya hanya kepada-Mu&lt;br /&gt;2.    Bertemu untuk taat kepada-Mu&lt;br /&gt;3.    Bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu&lt;br /&gt;4.    Berjanji setia untuk membela syariat-Mu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Disini, kita dapat kata kunci : mencurahkan cintanya, taat, menyeru, membela. Mencurahkan cintanya adalah saat-saat kita saling menasehati satu sama lain dengan sahabat yang kita cintai karena Allah. Di dalam fase ini, adalah pembentukan visi persahabatan, kira-kira apa yang akan dilakukan ketika telah bersahabat. Fase yang selanjutnya adalah taat. Ketika sudah menyatukan visi, maka sudah saatnya mempersatukan gerakan, tapi di fase ini masih dalam pembentukan qiyadah dan jundiyah (kepemimpin harakah). Ketika fase qiyadah dan jundiyah telah terbentuk, maka sudah sepantasnya kita menyeru kepada yang lain, tanpa menghilangkan fase-fase yang sebelumnya. Fase yang berikutnya adalah membela, disini persahabatan yang sudah dirajut sehingga membentuk kepemimpinan harakah, dan seruan yang kita serukan telah disampaikan kepada mereka, selanjutnya kita membela visi persahabatan, saat ada yang menyerang melalui visi yang memecah belah. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Didalam doa imam hasan al-banna ini, sebenarnya ada dua doa. Doa yang pertama adalah syarat-syarat yang harus terpenuhi dalam pembentukan ukhuwah qowiy. Dan doa yang kedua, imam mohon kepada Allah ketika persahabatan (ukhuwah) yang kuat sudah terbentuk maka, beliau menambahkan dalam doanya yang kedua adalah efek samping dari persahabatan itu. Atau bisa di-istilah-kan  pahala yang didapatkan.&lt;br /&gt;Apa saja pahalanya yang bisa didapat dalam persahabat itu :&lt;br /&gt;1.    Abadikanlah kasih sayangnya&lt;br /&gt;2.    Tunjukkanlah jalannya&lt;br /&gt;3.    Penuhilah dengan cahaya-Mu yang tiada pernah redup&lt;br /&gt;4.    Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu&lt;br /&gt;5.    Hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu&lt;br /&gt;6.    Matikanlah dalam syahid kepada-Mu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Subhanallah sungguh indah apa yang diinginkan dalam doa tersebut. Ketika sudah saling menasehati, taat, menyeru, membela karena Allah, maka pahala pun pantas didapat. Sudahkah kita mendoakan sahabat, saudara, teman-teman, ayah dan ibu kita yang masih belum membela dakwah ini. Marikan sahabat yang saya cintai karena Allah, kita berkumpul disini untuk saling mendoakan. Pejamkan mata kita, dan kemudian kita bayangkan sahabat, saudara, teman-teman, ayah dan ibu kita agar bisa mendapatkan hidayah untuk membela dakwah yang agung ini dengan memulai doa ini. Bismillah. . . &lt;br /&gt;Wallahu a’lam bisshowab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-3818794094342664573?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/3818794094342664573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/11/syarah-doa-rabithah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3818794094342664573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3818794094342664573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/11/syarah-doa-rabithah.html' title='Syarah Doa Rabithah'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1279991529082303573</id><published>2010-10-25T21:34:00.000+07:00</published><updated>2010-10-25T21:34:41.035+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pemuda, Kehilangan Identitasnya</title><content type='html'>Dalam waktu yang singkat ini, kita khususnya pada pemuda akan merayakan satu momentum yang sangat besar. Bahkan peristiwa ini dicatat dalam sejarah Indonesia. Ya, sumpah pemuda, para pemuda berkumpul, mereka berupaya merumuskan suatu solusi yang solutif untuk segera mengakhiri penjajahan di bumi pertiwi ini. Itu disaat jaman mereka, beda pula saat jaman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekarang ini, kita sebagai pemuda hanya bisa mengambil manfaat daripadanya. Kata ulama Ibn Syakir al-Katibi: “ Allah telah memilih kita sebagai ummat yang terakhir dan memberitakan pada kita tentang keadaan orang-orang dahulu, agar yang lalu menjadi nasehat dan petunjuk untuk memasuki jaman yang masih hampa.” Jangan sampai sejarah emas yang dahulu ditorehkan oleh para pemuda hancur karena kita tidak melestarikannya. Jangan sampai kita menjadi antithesis bagi sejarah-sejarah yang ada. Karena sesungguhnya kita adalah mata rantai yang saling berkaitan membentuk barisan yang kokoh(bunyanun marsus). &lt;br /&gt;    Tapi, untuk sekarang ini entah kita meyakini atau tidak. Merasakan atau tidak, yang jelas kita sebagai pemuda ini sudah menjadi antithesis dari apa yang pernah dilakukan oleh para pemuda yang berkumpul untuk membicarakan politik. Mereka mungkin bisa bersatu karena mereka dijajah. Tapi sekarang kita tidak ada yang menjajah, jadi wajar kalau generasi pemuda seperti ini. Perkataan di atas tidak jarang dilontarkan oleh pemuda-pemuda yang tidak bertanggung jawab atas dirinya, negara dan bangsa. &lt;br /&gt;    Maka dari itu kawan sekalian, sesungguhnya kita, hari ini telah dijajah dengan sesuatu yang sifatnya abstrak. Sifat itu adalah kemalasan, kesombongan, dan banyak menghamburkan waktu. Doktrin yang selalu digaungkan bahwa pemuda adalah agent of change, mungkin nanti akan mengalami disintegrasi. Karena apa ? karena para pemudanya kalah dalam 3 sifat tersebut, yang seharusnya bisa dilawan. Kemalasan yang berujung pada kehampaan aktivitas. Padahal pemuda dituntut untuk banyak beraktivitas. Aktivitas yang akan kita kerjaan jauh lebih banyak dari waktu yang tersedia. Sebarapa banyak kita mampu melakukannya itulah yang menjadi indikator manusia abad 21. &lt;br /&gt;    Kesombongan, satu hal yang seharusnya ditakuti oleh para pemuda adalah sifat ini. Kesombongan mampu menghabiskan segala hal yang kita punya. Sejarah telah berkata, bahwa orang-orang yang sombong akan hancur bersama harta dan lain-lainnya. Kita bisa lihat nasib fir’aun, Qarun. Sejarah juga menuliskan bahwa sombong mampu mengakomodasi segala perbuatan jelek lainnya.&lt;br /&gt;    Dan yang terakhir, saya ingin menyimpulkan bahwa saat ini kita, para pemuda telah kehilangan identitasnya. Tidak ada yang bisa dibanggakan dari kita. Karya-karya monumental telah habis ditelan masa. Tapi, sebaliknya, saya juga masih punya harapan kepada para pemuda, bahwa suatu saat Allah akan mengganti generasi yang jelek kepada generasi yang bagus, taat kepada Robb-nya. Seperti yang digambarkan dalam surat kahfi ayat 13&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”                                                                        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1279991529082303573?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1279991529082303573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/10/pemuda-kehilangan-identitasnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1279991529082303573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1279991529082303573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/10/pemuda-kehilangan-identitasnya.html' title='Pemuda, Kehilangan Identitasnya'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-6444572601633616661</id><published>2010-09-16T06:28:00.000+07:00</published><updated>2010-09-16T06:28:14.810+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>Belajar keimanan dari Ibunda Ismail.as</title><content type='html'>Masih terekam dalam memori otak kita bagaimana kisah dari Ibrahim yang diutus oleh Allah untuk dakwah ke Palestina. Sang istrinya, Hajar, ketika Ibrahim akan berangkat ke palestina ini bertanya pada Ibrahim; “Wahai Ibrahim mau kemana engkau ?”. Akan tetapi, pertanyaan itu tidak dijawab oleh kholilullah. Hal ini sangatlah wajar, karena saat itu hajar sedang hamil. Ibrahim tidak ingin menyakiti perasaan sang istri, kemudian ia melanjutkan perjalanannya. Akan tetapi, oleh Hajar ditanya lagi dengan pertanyaan yang sama. Dan Ibrahim pun tidak menjawab, ia tetap berjalan dengan perasaan yang sakit karena harus meninggalkan sang istri yang sedang hamil. Hingga pertanyaan ketiga dari Hajar, Ibrahim tetap melajutkan perjalanan. Karena merasa pertanyaannya tidak pernah dijawab oleh Ibrahim, maka Hajar mengganti pertanyaan; “Apakah ini adalah perintah dari Allah, kalau perintah dari Allah maka sekali-kali Allah tidak akan pernah meninggalkanku di tanah yang tandus ini. Maka seketika itu, Ibrahim menganggukkan kepalanya dan pergi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah di atas, bagaimana hajar yang sedang hamil dan kemudian ditinggal sendiri oleh sang suami untuk berdakwah. Kalau kita mungkin akan menganggap Ibrahim adalah suami yang tidak bertanggung jawab. Akan tetapi, ketika dakwah yang menjadi kepentingan yang teratas dari segalanya, maka ia akan mengorbankan segalanya. Begitu juga dengan Ibrahim. Dengan sangat berat ia meninggalkan istrinya di padang pasir yang tandus, dan belum berpenghuni dalam keadaan hamil. Namun, pelajaran yang dapat diambil disini adalah keimanan Hajar yang sangat kuat ketika akan ditinggal oleh sang suami untuk berdakwah. Ia sama sekali tak pernah ragu kepada Allah bahwa ketika ia ditinggal oleh suami, maka ia akan tidak bisa makan, ia tidak bisa minum. Keimanan yang kuat ini yang akan membawa embrionya kepada anaknya, Ismail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan yang kuat, adalah syarat utama dalam melaksanakan tugas-tugas Allah yang sangat berat. Kalau tanpa keimanan yang kuat, maka Ibrahim tidak akan rela meninggalkan istrinya Hajar. Kalau tanpa keimanan yang kuat, maka tidak mungkin Hajar akan mengatakan bahwa Allah sekali-kali tidak akan pernh meninggalkanku sendirian. Syarat itu pula yang menjadi titik tolak dari seluruh perkataan Allah dalam beberapa ayat yang berbunyi :”ya ayyuhal ladzina amanu…”. Ketika Allah berfirman dengan kata-kata tadi maka perbuatan yang menyuruh orang-orang beriman akan terlihat berat. Seperti contoh: “Hai orang-orang yang beriman minta pertolonganlah pada sabar dan sholat…”. Dua suruhan dari Allah ini kalau tidak dilakukan tanpa keimanan yang kuat, maka sungguh tidak akan bisa terlaksana. Hajar, sesungguhnya telah mereguk nikmatnya keimanan yang kuat melebihi dari segalanya. Dan itu ternyata dibuktikan oleh Allah, Hajar percaya dengan sepenuh hatinya bahwa ia tidak sendirian. Allah menolongnya dengan munculnya Zam-Zam. Dan tempat yang ia tinggali kini menjadi suatu kota yang makmur, Yaitu kota Makkah. Sebelum kota makkah disinggahi, tempat ini sangat gersang, tapi karena keimanan Hajar, bukan hanya hatinya yang menjadi damai, tentram, dan sejuk. Akan tetapi, seluruh Alam disekitarnya akan menjadi damai, tentram dan sejuk pula. Keimanan yang kuat secara vertical, maka dampaknya adalah keimanan yang kuat secara horizontal. Sama ketika harta ini dipengang oleh orang yang saleh, maka berkahlah harta itu. &lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishowab&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-6444572601633616661?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/6444572601633616661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/09/belajar-keimanan-dari-ibunda-ismailas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6444572601633616661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6444572601633616661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/09/belajar-keimanan-dari-ibunda-ismailas.html' title='Belajar keimanan dari Ibunda Ismail.as'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-4960832453711727226</id><published>2010-09-05T22:09:00.002+07:00</published><updated>2010-09-05T22:09:41.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Euphoria di Pinggiran Sejarah</title><content type='html'>Perang Mu’tah telah usai, walaupun umat islam tidak mendapatkan kemenangan di sana. Bahkan, pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid dicaci oleh anak – anak dan warga yang berada di Madinah. Mereka dianggap sebagai pengecut karena telah melarikan diri dari pertempuran. Akan tetapi berbeda dengan sikap yang ditunjukkan Rasulullah, beliau mengganggap itu sebuah strategi perang dan dari situ, Khalid bin Walid dijuluki oleh Nabi gelar Saifullah al – Maslul. Sejenak kita merenungi dengan apa yang telah diperbuat oleh kaum muslimin saat itu. Kekuatan yang tidak sebanding dengan musuh yang waktu itu adalah Romawi yang berkekuatan dua ratus ribu prajurit melawan tiga ribu prajurit dari Muslimin. Maka pantas apa yang dilakukan oleh Khalid bin Walid ini mendapat pujian dari Rasul. Menyelamatkan nyawa yang banyak lebih diutamakan daripada mematikan mereka dalam satu waktu. &lt;span class="fullpost"&gt; Tapi apa dampak dari perang Mu’tah tersebut, ya, perang Mu’tah adalah dasar pijakan untuk menaklukan negeri – negeri yang diduduki Romawi. Bukan itu saja, kekuatan Muslim menjadi satu kekuatan yang diperhitungkan. Dan dari keberanian dan kenekadan kaum Muslimin melawan super power Romawi membuat kabilah – kabilah yang sebelumnya menyerang dan memusuhi kaum Muslimin merasa simpati terhadap Islam dan mereka pun masuk Islam. Bani Sulaim, Bani Asyja’, Bani Ghathafan, Bani Fazarah, dan bani – bani yang lain menyatakan masuk Islam karena Perang Mu’tah tersebut. Dan ini adalah awal sejarah kaum Muslimin mengukir sejarah peradaban di dunia. Kaum Muslimin waktu itu bukan menjadi penonton dalam sejarah peradaban. Akan tetapi, perang ini telah mengubah mereka menjadi super power yang ketiga. &lt;br /&gt; Euphoria yang dilakukan Kaum Muslimin bisa dibilang menuai puncak keemasan. Mereka telah masuk kedalam peradaban besar. Dan ketika itu, mereka menjalankan tugas yang terberat yaitu ustadziyatul alam. Menyebarkan kedamaian di seluruh dunia. Mereka sudah tidak takut dengan ancaman – ancaman yang datang dari Romawi ataupun Persia. Dan ketika itu, mereka membuka wawasan yang lebih luas. Setelah perang itu pula, ilmuwan – ilmuwan Muslim lahir. Nama mereka tercatat dalam sejarah peradaban Islam dan Dunia. Kekuatan Islam pun menjadi disegani oleh musuh.&lt;br /&gt; Itu adalah sepenggal kisah dari masa 14 abad silam. Walaupun mereka dengan kita saat ini adalah sama, yaitu sama -  sama Muslim dan memiliki dasar motivasi yang sama yaitu keimanan. Akan tetapi ada yang membuat berbeda dari generasi mereka dengan kita. Kekuatan muslim dahulu pun kalah jauh dengan kekuatan muslim sekarang jika melihat dari segi kuantitas. Tapi, mereka mampu menjalankan peradaban di bawah kekuasaan mereka. Mereka mampu mengubah arah layar ke arah kemenangan mereka Mereka mampu menciptakan ledakan – ledakan keilmuan yang belum pernah ada sebelumnya. Mereka mampu mengisi celah – celah sejarah dengan kemilitansian mereka. Seolah, seluruh penjuru tahu dengan apa itu Islam.&lt;br /&gt; Pun masa kemerdekaan Indonesia, kaum Muslim mampu menggelorakan semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Hingga nama mereka harum dicatat oleh peradaban bangsa ini. Mereka tidak terlalu memusingkan apakah sejarah akan menuliskan nama mereka sebagai pahlawan peradaban bangsa. Karena mereka yakin bahwa sejarah akan menuliskannya sendiri. Catatan – catatan yang membanggakan dari pahlawan – pahlawan islam pun kini sudah menjadi santapan kita saat mengaji di surau, atau masjid.&lt;br /&gt; Dan kini, yang bisa diperbuat oleh kaum Muslim sekarang adalah membangga – banggakan kesuksesan dari apa yang pernah diraih oleh nenek moyang kita. Kita terlalu bangga sehingga kita sekarang tidak bisa membangun suatu peradaban sama seperti nenek moyang kita. Kita merasa bahwa apa yang dilakukan oleh nenek moyang kita adalah sudah cukup dan tak perlu ditambah – tambahin lagi. Dan paham ke – euphoria – an ini terus dikembangkan hingga ke cucu kita. Tanpa terasa bahwa islam kini menjadi penonton peradaban. Ketika ada hal yang baru dan bagus dalam peradaban ini kita berkata : “Wuii...h..”. Dan ketika ada hal yang jelek dan sangat tidak mengenakan kita berkata : “Alaa..h“. Sama seperti apa yang dilakukan oleh penonton sepak bola. Hanya bisa mengomentari tanpa bisa berbuat. Itulah yang kini menjadi penyakit kaum Muslim sekarang. Hanya bisa bersenang – senang di pinggiran sejarah.&lt;br /&gt;Kita menikmati euphoria ini, sehingga kita lupa terhadap ayat Allah yang mengatakan bahwa Hai orang – orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan kemudian persiapkan hari esok. Kita terlalu bergembira dengan kesuksesan – kesuksesan yang pernah dilakukan oleh nenek moyang kita, tanpa kita tahu apa yang akan kita persiapkan untuk besok pagi. Sejarah apa yang akan kita ukir untuk kembali menuju zaman keemasan yang dulu pernah dibangun oleh pendahulu kita, pun kita belum tahu. Karena kita belum memahami esensi dari Islam itu sendiri. Kita hanya memahami esensi Islam dari luar. Kita sesungguhnya belum berIslam secara kaffah, maka benar apa yang pernah diucapkan oleh Nurcholis Madjid bahwa umat Islam di Nusantara ini memeluk Islam belumlah sungguh – sungguh. Sudah sepantasnya kita harus memasuki era baru. Dimana kita harus sudah memahami Islam secara menyeluruh. Dan jangan lagi kita menjadi penonton peradaban yang euphoria dengan seluruh kesuksesan – kesuksesan pendahulu kita. Bangga terhadap peradaban Islam terdahulu memang boleh, akan tetapi ketika bangga yang sudah sangat terlalu itulah yang akan membahayakan keselamatan kita. Kita akan senantiasa berkhayal tentang kesuksesan – kesuksesan para pendahulu kita. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-4960832453711727226?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/4960832453711727226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/09/euphoria-di-pinggiran-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4960832453711727226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4960832453711727226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/09/euphoria-di-pinggiran-sejarah.html' title='Euphoria di Pinggiran Sejarah'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-8983170943862728926</id><published>2010-09-05T22:08:00.000+07:00</published><updated>2010-09-05T22:08:20.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Di Tengah Dunia Pragmatis</title><content type='html'>Melihat dunia sekarang ini yang semuanya hanya di penuhi oleh kemunafikan, banyak wajah-wajah yang menggunakan topeng hanya untuk menyembunyikan semua kebusukannya. Dunia yang semakin tak menentu arahnya, kemana dunia ini mengarah, akankah kepada pragmatis atau kepada dunia idealis ?&lt;br /&gt;Melihat realita yang sedang berkembang. Boleh rasanya kita membuat wacana yang sepertinya cocok untuk orang-orang realistis. Dunia ini, sungguh telah mengalami sebuah transformasi besar-besaran. Dan sangat tepat dengan apa yang diprediksikan oleh malaikat dalam salah satu ayat dalam surat al-baqarah.”ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sebenarnya ayat yang diatas itu mungkin lebih mengarah kepada kerusakan. Tapi, yang namanya kerusakan belum tentu seperti yang digambarkan orang-orang yang merusak barang sana-sini. Tetapi, lebih dari itu. Membuat kerusakan moral, kerusakan pemikiran, dan kerusakan yang membuat dunia ini berubah. Kalau kita berkaca pada realita, maka di zaman ini terdapat dua manusia saja. Manusia dengan ideologi idealis – realistik dan pragmatis – realistik. &lt;br /&gt;Wacana demi wacana kian menguraikan bahwa yang kita lihat setiap harinya adalah orang – orang yang lebih terhadap pragmatis – realistik. Mereka lebih mengutamakan dengan apa yang mereka anggap mudah, dengan apa yang mereka anggap bahwa inilah satu – satunya jalan yang harus ditempuh, padahal sesungguhnya masih ada banyak jalan yang bisa dilalui. Apalagi orang – orang yang pragmatis realistik ini kebanyakan muncul ketika pemilu, banyak oknum – oknum partai bahwa partai mereka bukanlah partai yang dengan mudah memakai sistem money politic, akan tetapi, realita menunjukkan bahwa kemenangan suatu partai hanya bisa didapatkan dengan uang. Akhirnya, banyak oknum – oknum yang tadinya mencoba untuk idealis, tapi karena melihat realita, mereka pun kalah dengan ke-pragmatis-an dunia. Mereka akhirnya memakai dengan sistem money politic. Dan mereka menang.&lt;br /&gt;Itulah mereka yang tergerus oleh peradaban dunia pragmatis. Mencoba untuk idealis, tapi malah menikmati sisi pragmatis-nya. Ironis sekali. Bahkan, jika kita melihat di ibukota sendiri dimana banyak orang desa yang kebanyakan adalah orang-orang yang idealis ketika mereka pergi ke Ibukota, dan mengalami yang namanya shock culture, maka ketika mereka kembali ke desa, maka pemikiran mereka menjadi pragmatis. Tetapi itu tidak semua.&lt;br /&gt;Itulah orang – orang pragmatis. Maka mereka akan mencoba mencemooh orang – orang yang beda terhadap mereka semua. Dan ini adalah sunnatullah. Bagaimana kita bisa membaca siroh nabawiyah, bahwa setiap rasul selalu mengahadapi musuh – musuhnya yang sama sekali jauh dari sifat idealisme. Kita melihat, nabi kita muhammad yang digoda dengan harta, tahta, dan wanita. Sejenak kita merenung, bahwa hal itu memang telah ada sejak zaman dahulu. &lt;br /&gt;Makanya, mungkin kita akan melihat orang – orang yang idealis ini adalah orang – orang yang beda pada zamannya. Mereka sesungguhnya tahu bahwa yang mereka lakukan adalah benar menurut mereka. Seolah – olah AD/ART mereka tidak pernah mengalami perubahan. Kalaupun mereka akan ubah AD/ART mereka, maka hal-hal yang menurut mereka masih mencerminkan sosok ke-idealis-an mereka maka hal itu tidak akan berani untuk mengubahnya. Jika kita lebih cermat, maka orang – orang idealis ini sangat sedikit sekali pengikutnya. Tapi ini pada mulanya. Nah, sekarang kita bertanya, akankah orang – orang idealis ini bisa memimpin dunia ?&lt;br /&gt;Kita bisa mencontohkan dengan dakwah nabi di fase Madinah, di saat – saat itulah kemenangan dakwah muncul ke permukaan bumi dan menyemai kedamaian yang sangat berbeda dengan kedamaian sebelumnya. Pun juga nanti, pasti ada saatnya, sosok dari seorang manusia atau golongan idealis yang akan memimpin dunia. &lt;br /&gt;Di tengah tempaan orang – orang pragmatis, mereka bukan semakin mengecilkan langkah mereka. Tapi, pergerakan orang – orang idealis ini semakin masif. Mereka berada di tengah-tengah badai kesenangan, tapi prinsip mereka tidak pernah berubah berakit – rakit dahulu, bersenang – senang kemudian. Dan orang – orang yang bergerak di tengah arus pragmatisme ini adalah orang – orang yang terpelajar. Mereka adalah orang – orang yang tidak mau mengorbankan apa yang telah menjadi pijakannya. Tetapi, lagi – lagi banyak ketika mereka telah lepas dengan status orang – orang yang terpelajar, maka mereka kembali bersama orang – orang yang berada dalam badai kesenangan, badai keputusasaan. Seolah mereka tidak menemukan apa yang menjadi pijakannya selama ini.&lt;br /&gt;Maka dari itu, sangatlah berbahaya jika kita mencoba untuk bersikap idealis, tapi tidak tahu pijakan mengapa kita harus besusah – susah untuk mempertahankan ideologi yang bersifat idealis ini. Susah memang. Karena memang, kita dihadapkan dengan sesuatu yang belum atau tidak pernah sama sekali kita menghadapinya. Dan modal dasar dari keidealisan kita adalah IMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-8983170943862728926?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/8983170943862728926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/09/di-tengah-dunia-pragmatis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8983170943862728926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8983170943862728926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/09/di-tengah-dunia-pragmatis.html' title='Di Tengah Dunia Pragmatis'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-453198626264324054</id><published>2010-08-23T09:44:00.003+07:00</published><updated>2010-09-05T22:10:36.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Membumikan Al-Quran</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left" lang="id-ID"&gt;Istilah ‘membumikan al-quran’ ini pernah dipakai oleh Quraish Shihab dalam sebuah bukunya. Buku seorang pemikir besar tentunya sangat memiliki kredibilitas yang besar juga. Sehingga, ‘membumikan al-quran’ ini sangat mungkin digemari oleh beberapa kalangan. Sebenarnya, saya tidak ingin mengkritisi dari buku itu. Dan juga bukan untuk menjiplak. Hanya saja, judulnya yang membuat saya berpikir untuk menuliskannya kembali.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; ‘Membumikan Al-Quran’ sebenarnya adalah bagaimana mentransformasikan nilai-nilai al-quran ini di dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kita sebagai keluarga, bagaimana memposisikan al-quran ini di tengah-tengah komunitas sosial yang terkecil sebagaimana al-quran telah mengajarkan kepada kita untuk berbakti kepada orang tua, bagaimana kita menyayangi adik-adik kita. Sehingga bisa tercipta suatu tatanan yang dimana bisa disebut dengan &lt;i&gt;Keluarga Qur’ani&lt;/i&gt;. Kalau kita memposisikan al-quran di dalam masyarakat adalah sebagaimana nantinya, al-quran ini menjadi suatu dasar dalam mensukseskan kehidupan yang beragam tapi memiliki satu hati yaitu &lt;i&gt;Ukhuwwah.&lt;/i&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat, jika memang benar telah ‘membumikan al-quran’ secara benar, maka tidak akan ada bentrok dengan masyarakat minoritas. Karena di dalam Al-quran mengandung suatu perjanjian yang damai. Dimana tidak ada pertumpahan darah sedikit pun. Dan output yang dihasilkan oleh sebuah masyarakat yang telah ‘membumikan al-quran’ akan menjadi &lt;i&gt;Masyarakat Madani.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; Dan kini, bagaimana memposisikan al-quran ini di dalam tatanan yang lebih besar lagi yaitu negara. Output yang diberikan tentu sudah jelas. Dan itu tertera dalam surat Saba’ yaitu bagaimana nantinya Al-Quran ini memiliki andil besar dalam pembentukan &lt;i&gt;Baldatun Thoyyibatun wa Rabbul Gafur&lt;/i&gt;. ‘Membumikan Al-Quran’ kalau kita turunkan menjadi suatu hal yang tekstual menuju hal yang konseptual. Bagaimana yang tadinya al-quran ini hanyalah sebuah tekstual dan kemudian diterjemahkan ke dalam konsep. Dan hal ini yang masih menjadi perbincangan hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Kalau diterjemahkan secara harfiahnya adalah &lt;i&gt;‘kaifa nata’ammul ma’a al-Quran’&lt;/i&gt; yang artinya bagaimana kita berinteraksi dengan al-quran. Inilah prosesnya yang nanti outputnya adalah pribadi profesional, keluarga Qur’ani, masyarakat madani, dan &lt;i&gt;Baldatun Thoyibatun wa Rabbul Gafur&lt;/i&gt;. Dan tentu yang namanya proses tidaklah cepat, ia butuh waktu yang lebih dari satu hari saja. Tapi, begitu ia sukses maka ia akan meledakkan suatu hasil yang sangat memuaskan. Lalu, bagaimana proses kita ‘membumikan al-Quran’ ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left" lang="id-ID"&gt;Yang pertama kali adalah membacanya dengan tartil. Karena dalam bacaan al-quran dengan tartil itu sanggup menghidupkan hati yang mati.  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left" lang="id-ID"&gt;Yang kedua adalah memahami artinya. Karena dengan memahami arti al-Quran, maka setiap apa yang kita kerjakan menjadi jelas sejelas matahari di siang bolong. Artinya kita memiliki suatu visi yang jelas.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Yang ketiga adalah men&lt;i&gt;tadabburi&lt;/i&gt;nya. Di fase ini, al-quran sudah memulai mentransformasikan nilai-nilai kebenarannya. Ketika sudah memulai berpikir, maka untuk memulai akan semakin mudah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Yang keempat adalah mengamalkannya. Sahabat Umar r.a sering bertanya kepada rasulullah mengenai wahyu yang tiap kali turun. Mungkin ini tidak terjadi pada umar saja, tapi seluruh sahabat. Ketika wahyu turun, maka sahabat umar ini bertanya : Wahai rasul, sudahkah ayat ini menjadi kepribadian saya ? Ketika sudah mendarah daging dalam hati, membumikan al-quran ini sangat mudah. Ini puncak dari transformasi ‘membumikan al-Quran’. Memang tidak banyak orang yang sanggup ke level ini. Karena nanti nasibnya tentu akan seperti apa yang akan dihadapi oleh Muhammad SAW ketika masih di Makkah. Dan sebenarnya ini juga menjadi suatu karakteristik kebaikan bahwa yang namanya kebaikan itu selalu memiliki tiga hal karekteristik ini. &lt;i&gt;Thulut thariq &lt;/i&gt;(panjangnya jalan), &lt;i&gt;Katsirul ‘aqabat&lt;/i&gt; (banyak timpaan), dan &lt;i&gt;qilatur rijal&lt;/i&gt; (sedikit orangnya). Sehingga wajar kalau hingga sekarang untuk ‘membumikan al-Quran’ lumayan susah, karena tidak lain adalah musuh dari ‘membumika al-Quran’ itu sendiri adalah umat islam. Tapi selama harapan itu belum padam, maka Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya yang menolong agama Allah. &lt;i&gt;Intanshurullaha yanshur lakum wa yutsabbit aqdamakum&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left" lang="id-ID"&gt;Wallahu a’lam.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left" lang="id-ID"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-453198626264324054?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/453198626264324054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/membumikan-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/453198626264324054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/453198626264324054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/membumikan-al-quran.html' title='Membumikan Al-Quran'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-2955638885644062689</id><published>2010-08-23T09:40:00.000+07:00</published><updated>2010-08-23T09:43:39.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Jamaah, Kekuatan Islam sesungguhnya</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;Sebelum saya memulai tulisan ini, saya akan mencoba untuk memberikan satu ayat yang mudah-mudahan member kita inspirasi.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;"&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;إنّ الله يحب الذين يقاتلون في سبيله صفاً كأنهم بنيانٌ مرصوصٌ&lt;/span&gt;"&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;“ Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam BARISAN YANG TERATUR seakan-akan mereka seperti SUATU BANGUNAN YANG KOKOH.”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;Ayat di atas sepertinya sudah sering didengar bagi yang suka membacanya. Dan sangat aneh bagi yang sangat jarang membacanya. Tapi, itu hanya sekedar pembukaan untuk memulai apa yang ingin saya sampaikan. Semoga apa yang saya tuliskan ini menjadi ajakan bagi semua ummat umumnya dan khususnya bagi orang islam sendiri. Saat ini, hampir semua bangsa mengalami perpecahan dalam bangsanya. Tidak lain adalah bangsa Indonesia. Ideologi nasionalisme ternyata tidak mampu mewadahi yang namanya persatuan. Nasionalisme hanya menjadi ajang legitimasi oleh orang-orang yang berkepentingan saja. Wadah yang pernah disukseskan oleh dua negara besar yaitu Prancis dan Amerika, bersatu atas jiwa nasionalisme mereka.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;Tapi sekarang telah berbeda zaman. Nasionalisme pun telah berganti bukan secara substansi, tapi secara simbolik. Secara substansi memang nasionalisme memiliki arti yang sangat mulia. Bahkan tidak bertentangan dengan Islam. Tapi, sekarang ini segalanya dipenuhi dengan hal-hal yang berbau simbolik saja. Akhirnya, negara-negara besar seperti Yugoslavia dan Uni Sovyet hancur berantakan. Nasionalisme juga yang menyebabkan syariat Islam tidak bisa tegak. Karena dengan alasan bahwa kemajemukan manusia.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;Saya, jadi teringat akan syair Muhammad Iqbal yang resah akan perpecahan ini. &lt;i&gt;“Walau kita satu keluarga, namun kita tak saling mengenal. Himpunlah daun-daun yang berhamburan ini. Hidupkan lagi ajaran saling mencintai. Ajari kami berkhidmat seperti dulu.”&lt;/i&gt; Ini adalah hati seorang Muhammad iqbal. Nasionalisme yang secara substansi adalah Jama’ah itu sendiri. Dari jama’ah, islam muncul sebagai kekuatan yang sebenarnya. Tanpa rasa nasionalisme (baca : Jama’ah) rakyat Gaza sudah menjadi bagian Israel Raya. Tanpa nasionalisme, Indonesia tidak akan merdeka. Karena mereka sudah disatukan dalam wadah yang bernama jama’ah dan nama itu tertutupi dengan yang namanya Nasionalisme.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;Kalau Eropa, mereka memiliki Uni Eropa. Amerika membuat aliansi yang bernama NAFTA, untuk kawasan Amerika Utara, Kanada, dan Amerika Latin. Atau APEC pada kawasan PASIFIK. Masalah ini yang melatari keinginan bersatu untuk umat islam seluruhnya dibawah naungan OKI.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;Rasa nasionalisme yang melatari kesemuanya. Islam sebagai landasan terbentuknya nasionalisme. Rasa satu hati, satu rasa, dan satu keinginan inilah yang menyebabkan terjadinya suatu kekuatan yang dulu pernah jaya selama satu millennium. Menumbuhkan islam sebagai satu-satunya agama yang terbesar di dunia. Rasa Nasionalisme yang besar inilah yang membuat satu kekuatan islam yang sebenarnya masih tersimpan sampai sekarang. Dan belum terejawantahkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-2955638885644062689?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/2955638885644062689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/jamaah-kekuatan-islam-sesungguhnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2955638885644062689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2955638885644062689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/jamaah-kekuatan-islam-sesungguhnya.html' title='Jamaah, Kekuatan Islam sesungguhnya'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-4853180490469130186</id><published>2010-08-09T11:33:00.003+07:00</published><updated>2010-08-23T09:58:14.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Membangun Arsitek Peradaban (Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-65)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: georgia;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSHEV%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: georgia;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSHEV%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: georgia;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSHEV%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-link:"Footnote Text Char"; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} span.MsoFootnoteReference 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	vertical-align:super;} span.FootnoteTextChar 	{mso-style-name:"Footnote Text Char"; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Footnote Text"; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;}  /* Page Definitions */  @page 	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/SHEV/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") fs; 	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/SHEV/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") fcs; 	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/SHEV/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") es; 	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/SHEV/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_header.htm") ecs;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Saya akan memulai awal tulisan ini dengan satu perkataan bijak dari Quran Surat Fushilat ayat 33 :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-weight: bold;font-size:130%;" lang="AR-SA" &gt;"و من احسن قولاً ممن دعا الى الله و عملا صا لحا وقال : اننى من المسلمين "&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Yang artinya : “ Dan sebaik-baik perkataan adalah perkataan yang mengajak kepada Allah dan amalan yang shalih dan berkata : bahwa sesungguhnya saya termasuk orang yang muslim. “ Saya berharap, ini menjadi suatu tulisan yang nantinya menjadi perkataan yang mengajak kepada Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Sebentar lagi sejarah indonesia akan kembali terulang. Kemerdekaan Indonesia atas segala penjajahan. Pada tanggal 17 agustus nanti, kita akan menyaksikan gegap gempita dari rakyat indonesia. Nanti juga akan kita saksikan di seluruh nusantara ini akan banyak perlombaan untuk menyemarakan kemerdekaan ini. Tapi, apakah kemerdekaan ini harus diwarnai dengan banyaknya perlombaan, apakah kemerdekaan ini harus diwarnai dengan senang-senang. Yang menjadi istimewa dalam perayaan kemerdekaan ini adalah bertepatan dengan puasa. Sehingga kalau kita kalkulasikan, bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya akan datang sebentar lagi. Ini merupakan suatu harapan, dan harapan itu adalah nafas dari setiap pergerakan yang akan tenggelam. Selama masih ada harapan, maka sesungguhnya indonesia ini tidak akan hancur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Memang, selama ini kita mungkin tidak merasakan adanya perubahan dari kemerdekaan itu sendiri. Kemerdekaan itu datang dari seorang arsitek peradaban. Dimana dia memiliki gagasan yang hebat. Karena peradaban-peradaban besar selalu lahir dari gagasan-gagasan besar. Dan gagasan-gagasan besar itu datang dari akal-akal besar yang tidak lain adalah arsitek peradaban&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.do#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Kemerdekaan lahir dari para &lt;i&gt;founding father&lt;/i&gt; yang notabene adalah para arsitek sesungguhnya. Kita melihat disana ada Soekarno, Muhammad Hatta, Haji Agus Salim, Muhammad Natsir. Mereka memiliki akal-akal besar yang melahirkan sebuah gagasan besar dan membawa nama-nama mereka ke dalam peradaban baru yang bernama indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, dimana para arsitek itu sekarang ? dimanakah otak-otak besar yang selalu mencetuskan gagasa-gagasan besar. Dimanakah para umar-umar yang ahli dalam membangun peradaban itu ? dan saat ini, itulah yang menjadi bagian paling krusial yang menimpa indonesia kita. Bagaimana nanti kita bisa membangun arsitek peradaban yang tidak hanya untuk indonesia, tapi untuk seluruh dunia. Kebesaran sejarah yang dimiliki indonesia ini bukan untuk melemahkan apalagi melumpuhkan akal-akal para arsitek baru. Sejarah yang besar dari sebuah negara, bukan untuk dinikmati, akan tetapi bagaimana kita mencoba merenungi hakikat dari kemerdekaan itu seperti apa. Karena sesungguhnya dengan menikmati sejarah bangsa ini, kita bukan menjadi seorang yang mengalami kelumpuhan berfikir kritis, mengalami kelemahan dalam menciptakan gagasan-gagasan baru yang mengguncang dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Dalam sebuah, ayat di dalam al-quran bahwa Allah menegaskan Dia tidak akan mengubah suatu kaum sampai kaum (masyarakat) itu mau mengubah diri mereka sendiri. Artinya apa ? artinya, sebuah peradaban itu akan muncul kembali ketika kita mau mengubah &lt;i&gt;mindset&lt;/i&gt; pikiran kita. kita berhenti sejenak untuk bersenang-senang. Kita mau merekonstruksinya agar mampu menampilkan sebuah peradaban baru untuk indonesia. &lt;i&gt;Mindset &lt;/i&gt;berpikir yang terlalu pragmatis harus kita hilangkan dari dalam tubuh setiap indonesia. Karena saat ini, indonesia benar-benar membutuhkan seorang Soekarno yang ahli dalam pemerintahan, seorang Muhammad hatta yang ahli dalam bidang ekonomi, seorang Muhammad Natsir yang ahli dalam melakukan lobby-lobby besar. Seorang Agus Salim yang ahli dalam islam atau seorang ulama yang disegani. Indonesia sesungguhnya membutuhkan mereka semua. Dan arsitek peradaban muncul hanya dengan ide-ide yang besar sesuai dengan peradaban itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya akan menuliskan suatu hadits riwayat Bukhari dan Muslim dalam shahihnya, halaman 475 terjemahan dalam bahasa indonesia. Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash : Aku mendengar Rasulullah bersabda : &lt;i&gt;“ Allah tidak mengambil ilmu islam itu dengan cara mencabutnya dari manusia. Sebaliknya Allah mengambil para ulama sehingga tidak tertinggal walau seorang pun. Manusia melantik ORANG JAHIL MENJADI PEMIMPIN, menyebabkan apabila mereka ditanya mereka MEMBERI FATWA TANPA BERDASARKAN ILMU PENGETAHUAN. Akhirnya mereka SESAT dan MENYESATKAN orang lain pula.”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Semoga arsitek peradaban bangsa ini bukanlah yang dimaksud oleh Rasulullah dalam ORANG JAHIL itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Wallahu a’lam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;hr style="height: 3px;font-size:78%;" align="left"  width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.do#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dari Gerakan ke Negara. Matta, M Anis. Maret 2010&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-4853180490469130186?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/4853180490469130186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/membangun-arsitek-peradaban-refleksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4853180490469130186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4853180490469130186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/membangun-arsitek-peradaban-refleksi.html' title='Membangun Arsitek Peradaban (Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-65)'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-8174487737534336981</id><published>2010-08-06T20:26:00.002+07:00</published><updated>2010-08-06T21:01:45.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Peran Intelektual Profetik dalam Menegarakan Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Temen-temen mungkin belum mengenal terlalu dalam apa yang dimaksud dengan intelektual profetik itu. Sebenarnya, intelektual profetik dengan para intelektual yang lainnya itu hampir sama. Hanya bedanya terdapat pada landasan mereka. Ketika para intelektual berfikir, mereka hanya berlandaskan kebebasan akal, tanpa melihat bahwa kedudukan mereka adalah sebagai manusia, sehingga mereka menuhankan akal mereka. Beda dengan intelektual profetik, mereka tetap memerdekakan akal mereka, tapi kemerdekaan akal mereka ada batasannya, yaitu adalah al-Quran dan as-Sunnah. Jadi, sebebas-bebasnya mereka berfikir, tetap ada koridor untuk berfikir. Ini bukan berarti membatasi mereka untuk berfikir. Dalam Ali-Imron ayat 190-191 :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal(Ulul Albab). yaitu orang-orang yang mengingat allah sambilberdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata : Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Jikalau dalam bahasa al-Quran, intelektual profetik itu adalah Ulul Albab itu sendiri. Profetik itu sendiri dalam maknanya adalah dari akar kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Prophet &lt;/span&gt;yang artinya Nabi. Kalau profetik itu berarti maknanya adalah kenabian. Artinya bahwa setiap pemikiran-pemikiran dari kita itu ada koridornya yaitu Quran dan Sunnah itu sendiri. Lalu, apa hubungan antara intelektual profetik dengan menegarakan islam ? Mengapa harus intelektual profetik ?&lt;br /&gt;Mari kita kaji bersama, mengapa harus intelektual yang menegarakan islam ? pertama adalah tentunya bagaimana kita mentransformasikan nilai-nilai islam di dalam negara, dan itu yang harus dilakukan oleh orang-orang intelek yang tidak asal intelek saja, tapi dia harus memiliki visi dan misi untuk islam yang universal. Dan itu bisa dilakukan oleh orang-orang intelektual profetik. Mereka selalu mentransformasikan nilai-nilai islam kedalam negeri ini, karena sesungguhnya negeri ini butuh seorang negarawan yang tidak hanya negarawan saja, tapi juga seorang muslim. Muslim negarawan.&lt;br /&gt;Alasan yang kedua, adalah mereka ini mempunyai idealisme seorang muslim sejati, yang tidak rela jika agamanya digadaikan, dan tidak rela jika negaranya hancur. Itulah mengapa seorang intelektual profetik sangat kritis terhadap pergolakan di negaranya.&lt;br /&gt;Negara sangat membutuhkan orang-orang ini, karena mereka sesungguhnya adalah agen kebaikan yang tidak hanya baik dalam konsep, tapi baik dalam teknis. Mereka selalu memberikan solusi yang terbaik dan solusi terbaik mereka adalah solusi islam. Karena dalam ideologi mereka adalah Solusi Islam adalah tawaran perjuangan kammi.&lt;br /&gt;Peran yang sangat signifikan ini tentunya harus dari orang-orang intelek yang tidak hanya profetik, tapi juga seorang intelek yang mau mempertaruhkan nyawa dan waktu untuk memikirkan indonesia ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-8174487737534336981?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/8174487737534336981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/peran-intelektual-profetik-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8174487737534336981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/8174487737534336981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/peran-intelektual-profetik-dalam.html' title='Peran Intelektual Profetik dalam Menegarakan Islam'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-2298447571477462160</id><published>2010-08-06T14:04:00.002+07:00</published><updated>2010-08-06T14:24:42.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Antara Pancasila dan Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang mempergunjingkan bahwa Pancasila adalah ideologi yang membuat indonesia ini hancur. Mereka mengatakan bahwa pancasila adalah bukan hukum islam dan harus diberantas. Pancasila merupakan ideologi orang-orang yang membenci islam. Mereka mencoba meruntuhkan ideologi ini, yang sebenarnya sudah mulai angker ketika jamannya orde baru yang dipimpin oleh rezim yang berkuasa selama 32 tahun. Rezim ini benar-benar menanamkan ideologi pancasila sebagai satu-satunya asas tunggal. Lantas, kalau misalkan kita ingin mencoba menghancurkan pancasila dan mengubahnya dengan ideologi yang berlandaskan Al-Quran dan As-sunnah, apakah pancasila itu butir-butirnya tidak berlandaskan islam ?&lt;br /&gt;Sekarang, kalau memang mencoba menerapkan al-Quran dan as-Sunnah sebagai ideologi negara, akankah banyak orang menaatinya ? iya kalau seperti rezimnya soeharto, kalau mereka yang berkuasa adalah orang yang paham agama islam dan kemudian menerapkan ideologi al-Quran dan as-Sunnah ini layaknya soeharto memimpin bukankah nantinya islam akan semakin mengerikan ? coba marilah kita pikirkan. Pertama memahamkan mereka arti pentingnya al-Quran sebagai ideologi tunggal, dan kemudian kalau mereka memberontak, bukankah ini adalah sebuah penghancuran negara. Dan marilah coba kita pikirkan, dulu di zaman Soekarno, pancasila diibaratkan sebagai demokrasi terpimpin. Dan di zaman Soeharto, pancasila diibaratkan sebagai oligarki (monarki). Nah, sebenarnya inilah peran yang harus diambil oleh orang-orang yang benar(Intelektual Profetik), sehingga nantinya pancasila itu menjadi asas tunggal yang diterima oleh seluruh jajaran pemerintah, penduduk indonesia dan negara itu sendiri.&lt;br /&gt;Sekarang marilah kita perhatikan, adakah dari butir Pancasila yang menyimpang dari Islam ?&lt;br /&gt;Butir-Butir Pancasila :&lt;br /&gt;1. Ketuhanan Yang Maha ESA&lt;br /&gt;2. Kemanusiaan yang ADIL dan BERADAB&lt;br /&gt;3. PERSATUAN Indonesia&lt;br /&gt;4. Kerakyatan yang dipimpin oleh HIKMAH KEBIJAKSANAAN dalam PERMUSYAWARATAN&lt;br /&gt;5. KEADILAN SOSIAL bagi seluruh rakyat indonesia.&lt;br /&gt;Nah sekarang, adakah butir yang bersimpangan dengan islam ? Sebenarnya dalam menyikapi pancasila ini tergantung dari penguasa itu sendiri. Kalau penguasa itu jelek maka, ia akan menyikapi pancasila secara pragmatis. tapi kalau penguasa itu bagus kapabilitasnya, maka ia akan menanamkan kepada penduduk sesuai yang didalam butir-butir pancasila tersebut. Ketuhanan yang ESA, ADIL dan BERADAB, PERSATUAN, SYURO (Musyawarah), KEADILAN SOSIAL.&lt;br /&gt;Mohon dengan saya menulis ini, dengan kemudian memojokkan saya sebagai kaum liberal. Sungguh, saya bukan termasuk darinya, dan bukan juga termasuk dari orang yang dengan tegas ingin menegakkan syariah dengan cepat. Karena sesungguhnya, syariat islam itu sudah tertanam di dalam Pancasila&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-2298447571477462160?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/2298447571477462160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/antara-pancasila-dan-islam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2298447571477462160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2298447571477462160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/antara-pancasila-dan-islam.html' title='Antara Pancasila dan Islam'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1099646006103490344</id><published>2010-08-02T19:56:00.003+07:00</published><updated>2010-08-02T21:02:49.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Muslim substansi dan Muslim simbolik</title><content type='html'>Membicarakan masalah islam substansi dan masalah islam simbolik, alangkah lebih baiknya kita berbicara masalah definisi dari keduanya. Apa itu substansi dan apa itu simbolik. Baiklah, akan saya jelaskan makna dari simbolik itu sendiri. Simbolik artinya adalah dari akar kata SIMBOL, kemudian mendapatkan imbuhan -ik yang artinya adalah hanyalah sekedar simbol/tanda saja tidak lebih. Sedangkan makna dari substansi itu sendiri adalah esensi, atau inti dari suatu kata itu sendiri.&lt;br /&gt;Secara agama memang tidak beda, karena memang sama-sama islam. Sebenarnya masalah ini memang seharusnya sudah tidak lagi di-blow up lagi, karena seharusnya orang-orang muslim itu sudah memahami apa makna dari islam itu sendiri. Dan seharusnya lagi, orang-orang muslim itu sekarang sudah memikirkan masalah yang lebih urgen lagi. Tapi, kenapa masalah ini di naikkan lagi ? Satu pertanyaan yang lumayan bagus, karena sekarang ini ternyata pemahaman orang-orang muslim itu sendiri kurang menyeluruh. Padahal dikatakan bahwa islam itu adalah agama yang paling menyeluruh dan tidaka ada agama yang paling sempurna kecuali islam. Itulah mengapa saya perlu menggangkat tema ini lagi. Bahwa islam itu agama politik, agama ekonomi, agama sosial, agama budaya ataupun yang lainnya.&lt;br /&gt;Muslim substansi atau muslim yang benar-benar islam adalah seseorang muslim yang memahami islam tidak setengah-setengah, atau tidak itu saja. Memahami urgensi sholat yang tadinya menjadi sebuah kewajiban menjadi sebuah keharusan. Kekhusyuan dalam beribadah menjadi identitasnya dalam sebuah islam yang substansi. Muslim substansi terkadang lebih semangat ketika ia mendengarkan hal-hal yang lebih urgen ketimbang mendengarkan perdebatan-perdebatan masalah yang furu', yang itu bisa menimbulkan perpecahan. Muslim substansi adalah muslim yang memberikan pahala bukan hanya untuknya, akan tetapi muslim yang memberikan pahala untuk dirinya dan untuk orang lain. Sebenarnya antara muslim simbolik dan muslim substansi ini hampir tidak ada perbedaannya. Yang membedakan mereka hanya dilihat oleh Allah. Mereka sama-sama mengerjakan sholat, mereka sama-sama menunaikan haji, mereka sama-sama berpuasa.&lt;br /&gt;Muslim simbolik itu adalah seorang muslim yang memahami islam hanya dengan sebatas rukun islam saja. Memahami islam hanya untuk dirinya sendiri. Kita bisa melihat orang seperti ini ketika sholatnya menjadi khusyuk saat ia dilihat oleh orang banyak, oleh mertuanya. Makanya, sebenarnya antara muslim substansi dan muslim simbolik tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah. Mereka lebih suka berdebat dalam hal-hal yang tidak berguna. Muslim KTP belum tentu muslim simbolik, akan tetapi muslim simbolik mungkin bisa menjadi muslim KTP, begitu pun dengan muslim substansi. Tapi, ke-KTP-an mereka tidak begitu mempengaruhi mereka. Karena, sekali lagi bahwa muslim KTP itu adalah KTP-nya yang muslim, bukan orangnya. Mereka muslim tapi sering mabuk-mabukan, sering main dengan cewek yang bukan mahram. sering mengumpat. Tapi kalau muslim simbolik adalah dari pemikiran mereka. Mereka memahami islam itu sempit.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita dijauhkan oleh hal-hal yang seperti itu. Wallahu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1099646006103490344?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1099646006103490344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/muslim-substansi-dan-muslim-simbolik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1099646006103490344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1099646006103490344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/08/muslim-substansi-dan-muslim-simbolik.html' title='Muslim substansi dan Muslim simbolik'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-9155391986117723790</id><published>2010-07-26T11:47:00.002+07:00</published><updated>2010-07-26T11:51:18.035+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>Marhaban ya Ramadhan...!!!</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.3  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;Waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;demi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;berlalu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;bulan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;demi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;bulan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;berlalu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;Kini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;dipertemukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;kembali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;bulan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;indah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;bulan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;agung&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;bulan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;disitu&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;menurunkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;Quran&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;Bulan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;dimana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;lailatul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;Qadr&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;turun&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;dimiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;beriman&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;blockquote&gt;“ &lt;i&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;Hai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;beriman&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;diwajibkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;atas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;berpuasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;diwajibkannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;atas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;sebelum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;kalian&lt;/span&gt;. Agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;muttaqin&lt;/span&gt;.”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.3  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; font-family: georgia;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;Ayat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;atas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;dengar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;kali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;awal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;masuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;puasa&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;Kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;mendengarnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;khotib&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;jumat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;mengawali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;khotbahnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;mendengarkannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;penceramah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;tarawih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;membacakannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;kembali&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;Seolah&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;olah&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;sengaja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;membentuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;bulan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;ramadhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;dicetak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;i&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;muttaqin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;seolah&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;olah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;berharap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;itu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;Sebenarnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;bukan&lt;/span&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;allah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;berharap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;kita&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;tetapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;sebaliknya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;kitalah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;berharap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;kepadanya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; font-family: georgia;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;blockquote&gt;“ &lt;i&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;Hai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;beriman&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;jagalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;diri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;keluarga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;panasnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;api&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;neraka&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;bahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;bakarnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_135"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_136"&gt;batu&lt;/span&gt;. “&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; font-family: georgia;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_137"&gt;Itulah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_138"&gt;mengapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_139"&gt;kita&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_140"&gt;seharusnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_141"&gt;butuh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_142"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_143"&gt;bulan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_144"&gt;ramadhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_145"&gt;ini&lt;/span&gt;. Karena &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_146"&gt;sesungguhnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_147"&gt;bulan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;ini&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;menyelamatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_152"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;akhirat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_154"&gt;nanti&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;kenapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;nanti&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_157"&gt;ingin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_158"&gt;membentuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_159"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_160"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;seorang&lt;/span&gt; yang &lt;i&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;muttaqin&lt;/span&gt;, &lt;/i&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_164"&gt;kasih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_165"&gt;sayang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_166"&gt;Allahlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;masuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;syurga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;bukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;amalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;kita&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;Barang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;siapa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;amalannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;cukup&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;masuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;syurga&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;sesungghunya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;mampu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;mengimbangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;kasih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;sayang&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;hamba&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;Nya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; font-family: georgia;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Nah, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;dalam&lt;/span&gt; moment &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;ramadhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;kali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;tentu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;mengharapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_205"&gt;ibadah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_206"&gt;benar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_207"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_208"&gt;ibadah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_209"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_210"&gt;artian&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_211"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_212"&gt;tidak&lt;/span&gt; main-main &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_213"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_214"&gt;dalamnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_215"&gt;Tentunya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_216"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_217"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_218"&gt;persiapan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_219"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_220"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_221"&gt;siapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_222"&gt;menjelang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_223"&gt;ramadhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_224"&gt;ini&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_225"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_226"&gt;hal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_227"&gt;ini&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_228"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_229"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_230"&gt;persiapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_231"&gt;ada&lt;/span&gt; 4 :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; font-family: georgia;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_232"&gt;Persiapan&lt;/span&gt; Mental&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_233"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_234"&gt;bulan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_235"&gt;ramadhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_236"&gt;tentunya&lt;/span&gt; mental &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_237"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_238"&gt;haruslah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_239"&gt;dipersiapkan&lt;/span&gt;. 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_240"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_241"&gt;persiapan&lt;/span&gt; mental &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_242"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_243"&gt;menyangkut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_244"&gt;niat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_245"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_246"&gt;diawal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_247"&gt;puasa&lt;/span&gt;. 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_248"&gt;Bagaimana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_249"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_250"&gt;memang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_251"&gt;meniatkannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_252"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_253"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_254"&gt;beribadah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_255"&gt;kepada&lt;/span&gt; 	Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_256"&gt;semata&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_257"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_258"&gt;mencari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_259"&gt;hal&lt;/span&gt; yang lain. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_260"&gt;Misalnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_261"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_262"&gt;biar&lt;/span&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_263"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_264"&gt;uang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_265"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_266"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_267"&gt;selesai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_268"&gt;ramadhan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_269"&gt;Ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_270"&gt;biasanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_271"&gt;terjadi&lt;/span&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_272"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_273"&gt;anak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_274"&gt;kecil&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_275"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_276"&gt;mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_277"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_278"&gt;ingin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_279"&gt;dilihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_280"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_281"&gt;seorang&lt;/span&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_282"&gt;alim&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_283"&gt;senantiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_284"&gt;beribadah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_285"&gt;terus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_286"&gt;kepada&lt;/span&gt; Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_287"&gt;Persiapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_288"&gt;Ruhiyah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_289"&gt;Ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_290"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_291"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_292"&gt;dipersiapkan&lt;/span&gt;. Karena &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_293"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_294"&gt;momen&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_295"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_296"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_297"&gt;nantinya&lt;/span&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_298"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_299"&gt;kaget&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_300"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_301"&gt;seluruh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_302"&gt;rangkaian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_303"&gt;ramadhan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_304"&gt;dipersiapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_305"&gt;oleh&lt;/span&gt; 	Allah. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_306"&gt;Seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_307"&gt;berapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_308"&gt;juz&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_309"&gt;seminggu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_310"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_311"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_312"&gt;tunaikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_313"&gt;nanti&lt;/span&gt;. 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_314"&gt;Tujuan&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_315"&gt;tujuan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_316"&gt;apa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_317"&gt;saja&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_318"&gt;menjadi&lt;/span&gt; target &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_319"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_320"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_321"&gt;ramadhan&lt;/span&gt;. 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_322"&gt;Seperti&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_323"&gt;khatam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_324"&gt;al&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_325"&gt;quran&lt;/span&gt; 2 &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_326"&gt;kali&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_327"&gt;qiyamulail&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_328"&gt;setiap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_329"&gt;malam&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_330"&gt;atau&lt;/span&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_331"&gt;i'tikaf&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_332"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_333"&gt;bolong&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_334"&gt;Seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_335"&gt;itulah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_336"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_337"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_338"&gt;siapkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_339"&gt;Persiapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_340"&gt;Fikriyah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_341"&gt;Persiapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_342"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_343"&gt;penting&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_344"&gt;sekali&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_345"&gt;Untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_346"&gt;menunjang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_347"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_348"&gt;kita&lt;/span&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_349"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_350"&gt;tata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_351"&gt;cara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_352"&gt;sholat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_353"&gt;khusuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_354"&gt;misalnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_355"&gt;Atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_356"&gt;bagaimana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_357"&gt;fiqh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_358"&gt;dakwah&lt;/span&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_359"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_360"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_361"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_362"&gt;Persiapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_363"&gt;Materi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_364"&gt;Ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_365"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_366"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_367"&gt;penting&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_368"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_369"&gt;mempersiapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_370"&gt;segalanya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_371"&gt;memang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_372"&gt;harus&lt;/span&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_373"&gt;sebelum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_374"&gt;ramadhan&lt;/span&gt;. Agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_375"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_376"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_377"&gt;terganggu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_378"&gt;amalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_379"&gt;ramadhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_380"&gt;kita&lt;/span&gt;. 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_381"&gt;Kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_382"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_383"&gt;kebingungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_384"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_385"&gt;mencari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_386"&gt;baju&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_387"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_388"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_389"&gt;lebaran&lt;/span&gt;, 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_390"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_391"&gt;memang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_392"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_393"&gt;disiapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_394"&gt;sejak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_395"&gt;awal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_396"&gt;ramadhan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_397"&gt;Sehingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_398"&gt;ramadhan&lt;/span&gt; 	&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_399"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_400"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_401"&gt;khusuk&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; font-family: georgia;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_402"&gt;Mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_403"&gt;ini&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_404"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_405"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_406"&gt;persiapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_407"&gt;menuju&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_408"&gt;amalan&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_409"&gt;amalan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_410"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_411"&gt;bulan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_412"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_413"&gt;dilipatgandakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_414"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_415"&gt;allah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_416"&gt;Maka&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_417"&gt;bersiap&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_418"&gt;siaplah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_419"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_420"&gt;mencari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_421"&gt;keberkahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_422"&gt;ramadhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_423"&gt;ini&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_424"&gt;Jangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_425"&gt;sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_426"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_427"&gt;menyesal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_428"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_429"&gt;akhirnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_430"&gt;Mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_431"&gt;televisi&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_432"&gt;televisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_433"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_434"&gt;di&lt;/span&gt; stop &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_435"&gt;terlebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_436"&gt;dahulu&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_437"&gt;Wallahu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_438"&gt;a'lam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="JUSTIFY"&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.3  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-9155391986117723790?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/9155391986117723790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/07/marhaban-ya-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/9155391986117723790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/9155391986117723790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/07/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban ya Ramadhan...!!!'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1096843554769838549</id><published>2010-07-24T13:09:00.002+07:00</published><updated>2010-07-24T13:12:28.533+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pemuda adalah Pilar Kebangkitan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah salah satu tulisan ana dalam pendahuluan makalah yang ana buat dalam penugasan Daurah Marhalah 2 Malang. Tapi, tidak semua ide itu adalah ide ana. Ana juga mencari referensi yang lainnya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya,semaikin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yaitu iman, ikhlas, semangat, dan amal merupakan karakter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertakwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri seorang pemuda&lt;br /&gt;Oleh karena iotu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dan setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.&lt;br /&gt;“berikan aku 10 orang pemuda ,maka akan aku guncangkan dunia.”(Soekarno). Kutipan dari perkataan soekarno memang tidak mengada-ada. Pemuda yang sehari-harinya, atau yang biasa dibilang sebagai anak yang susah diatur, tapi sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar apabila dikelola dengan baik. Kehidupan sekarang memang menggambarkan dari apa yang kita lihat sehari-hari. Selalu saja pemuda itu ada masalah yang membuat orang takut atau bahkan membenci yang namanya pemuda itu.&lt;br /&gt;Tapi, sebenarnya di tangan pemudalah nasib bangsa ini ditentukan. Kita lihat bagaimana nasib pemuda sekarang, ya itu berarti menggambarkan bagaimana keadaan indonesia sekarang. Dan di tangan mereka jugalah, indonesia akan mengambil gilirannya. Bukan hanya mensejahterakan rakyatnya saja, akan tetapi juga memimpin dunia. Bagaimana seorang usamah bin zaid dalam usianya yang masih sangat belia dijadikan pemimpin perang. Kita tahu padahal zaman itu masih hidup seorang Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan lain sebagainya. Issac Newton, pada umur 18 tahun masuk universitas Cambridge. Dan sekitar umurnya 21 - 27 tahun, dia sanggup meletakkan dasar - dasar teori ilmu pengetahuan.Joan of Arc, seorang perempuan dari tanah Prancis sanggup menjadi panglima perang pada usia 17 tahun. Itu hanya sekelumit dari banyaknya pemuda yang berprestasi.&lt;br /&gt; “Bangsa ini masih hidup selama masih ada pemudanya”. Saya kira ungkapan ini tidaklah cuma celotehan biasa. Karena regenerasi dalam tubuh negara itu penting. Lantas siapa yang bakal melanjutkan estafeta bangsa kalau tidak bangsa ini ? Hidupnya suatu bangsa adalah dilihat dari banyaknya pemuda di bangsanya. Kekuatan para pemuda yang selalu membuat semangat.&lt;br /&gt;Perjalanan kemerdekaan indonesia juga tidak luput dari peran para pemuda.Jika pemuda angkatan 08 berhasil memupuk bibit nasionalisme, pemuda angkatan 28 sukses menggalang ideologi persatuan nasional. Sedangkan pemuda angkatan 45 sanggup mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Untuk angkatan 66, 74, 80, hingga 98-an bisa dikatakan hanya mampu memerankan dirinya sebatas kekuatan korektif. &lt;br /&gt;Pascakekuasaan Orde Lama, politik nasional praktis berada di bawah kendali elite militer, khususnya angkatan darat. Pemuda 66 yang masuk dalam arena kekuasaan perannya tak lebih sebatas "penyuplai ide", sementara mereka yang memilih berada di luar lingkar kekuasaan berfungsi tak lebih sebagai "pengritik" negara. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1096843554769838549?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1096843554769838549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/07/pemuda-adalah-pilar-kebangkitan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1096843554769838549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1096843554769838549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/07/pemuda-adalah-pilar-kebangkitan.html' title='Pemuda adalah Pilar Kebangkitan'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1643557918880652206</id><published>2010-07-22T20:21:00.000+07:00</published><updated>2010-07-22T20:23:37.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Analisis Konstelasi Politik Dalam Menegarakan Islam</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;Sejak runtuhnya daulah turki utsmani, islam tidak lagi bersatu. Kekhilafahan terakhir dari islam hancur karena perang dunia I. Islam tidak lagi menegara, artinya sistem yang dipakai tidak pakai sistem islam. Persatuan dan kesatuan dalam tubuh umat islam mulai runtuh dan hancur. Dan kehancuran di tubuh islam merembet ke Indonesia. Walaupun efek dari hancurnya khilafah tidak terlalu besar, namun untuk mendirikan negara islam tidak lagi mudah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;	Sejarah mencatat, bahwa yang pertama kali menggalang persatuan dan kesatuan islam dan nusantara yaitu sarekat islam pernah berhasil. Namun makar nasionalisme kembali berbuat ketika dalam pengesahan Piagam Jakarta. Partai-partai islam di indonesia kembali bermunculan pada tahun 1955. Suara yang signifikan membuat islam di indonesia kembali berjaya. Namun, hingga tahun 1999 partai islam tidak mendapat dukungan dari rakyat indonesia yang sebagian besar adalah islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;	Akhirnya perkembangan politik di indonesia kembali pada jalur materialisme. Dan jauh dari ajaran-ajaran islam. Paradigma bahwa politik itu kotor pun berhembus sehingga orang-orang yang paham tentang islam tidak mau memasuki parlemen, karena mereka mengganggap bahwa politik dan islam itu berbeda. Partai-partai islam pada akhirnya hanya diisi oleh orang-orang yang keislamannya kurang.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;	Impian-impian umat islam di indonsia semakin kecil dari apa yang diharapkan. Menjadikan islam sebagai negara bukanlah hal yang mudah pada saat itu dan mungkin sekarang masih sulit dirasa. Apalagi setelah banyak para aktivis yang ingin memajukan bangsanya dan islam ditangkapi di era orde baru. Saat itu benar-benar islam tidak dipakai oleh negara. Negara masih mengadopsi aturan-aturan buatan manusia. Dalam menegarakan islam yang sebenarnya tidak bisa, namun ada bebrapa poin yang bisa membuat solusi dalam perwujudan masyarakat islam. Yang pertama, masyarakat yang dibangun adalah masyarakat yang memiliki kedudukan yang sederajat. Artinya, tidak ada kaum kaya dan tidak ada kaum miskin. Yang kedua, tidak adanya diskriminasi. Yang ketiga, pemimpin haruslah bersikap demokratis dan tidaklah bersikap diktator. Yang terakhir, setiap individu diberi kebebasan untuk mengeluarkan pendapat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;	Tapi, alhamdulillah setelah sekian lama masyarakat islam menunggu-nunggu partai islam yang benar-benar menjunjung tinggi nilai keislaman dan membawanya ke parlemen dangan adanya partai keadilan yang kemudian beganti dengan nama partai keadilan sejahtera. Dengan hadirnya partai islam tersebut, islam kembali melekat dengan politik. Tidak ada perbedaan diantara keduanya. Dan mudah-mudahan dengan hadirnya partai islam ini bisa menyatukan kembali umat islam sama seperti yang dilakukan masyumi. Menegarakan islam merupakan dari misi yang diemban oleh partai islam di indonesia. Walaupun kondisi di indonesia tidak memungkinkan, tapi harapan itu masih ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;Wallahu a’lam.&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1643557918880652206?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1643557918880652206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/07/analisis-konstelasi-politik-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1643557918880652206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1643557918880652206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/07/analisis-konstelasi-politik-dalam.html' title='Analisis Konstelasi Politik Dalam Menegarakan Islam'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-2073284865759524255</id><published>2010-07-22T20:19:00.001+07:00</published><updated>2010-07-22T20:21:44.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Konflik ISRAEL – PALESTINA Analisa dari sudut pandang Hukum Internasional</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ini merupakan salah satu tulisan yang ana buat ketika sedang berjuang mati-matian memenuhi tugas dari praDM2 KAMMI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0cm;font-family:georgia;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;	Kita tidak akan pernah tahu kapan konflik berkepanjangan antara israel dengan palestina itu bisa berakhir. Sejak tahun 1955, Israel sudah menduduki tanah palestina. Selama itu pula, mereka melakukan perang dengan palestina, gencatan senjata, perang, dan begitu seterusnya mungkin tidak akan berakhir hingga hari kiamat. Tapi, disini kita tidak akan panjang lebar membahas kedatangan israel ke palestina atau dari segi historisnya. Akan tetapi disini kita coba melihat dari sisi yang lain, yaitu dari segi Hukum Internasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0cm;font-family:georgia;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;	Masalah antara palestina dengan israel ini sebagian besarnya adalah terkait masalah hak asasi manusia (HAM). Dimana hukum internasional juga membawahinya. Artinya, ketika ada pelanggaran HAM, maka hukum internasional tersebut berlaku. Dan ini yang dalam konteks piagam PBB pernah disinggung,”PBB akan memajukan penghormatan dan kepatuhan terhadap HAM dan kebebasan-kebebasan dasar bagi semua bangsa tanpa membedakan suku, bangsa, kelamin, bahasa atau agama.”(pasal 55 c paigam PBB). Tapi apa yang terjadi di lapangan ? 50 resolusi yang dibuat PBB untuk menghentikan konflik yang terjadi di palestina dan israel tidak pernah digubris oleh israel. Maka disini, kita akan bertanya,”Apa PBB tidak bisa menyelesaikan konflik antara palestina dengan israel ?”. PBB itu sebenarnya bukan tidak bisa, dalam arti sebenarnya PBB itu bisa menyelesaikan konflik tersebut, lihat saja konflik di afrika mampu diselesaikan oleh PBB. Akan tetapi, ada pihak ketiga yang senatiasa menggagalkan penyelesaian konflik tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-bottom: 0cm;font-family:georgia;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;	Masalah antara palestina dengan israel ini yang menurut Todung Mulya Loebis adalah sebuah kejahatan perang (&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;war crime&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;) dan kejahatan atas kemanusiaan (&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;crime against humanity&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;). Kenapa kejahatan perang dan kenapa kejahatan atas kemanusiaan ? Dalam hukum internasional, hukum perang (&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;laws of war&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;) diatur sedemikian rinci. Semua hukum yang berlaku mensyaratkan agar dalam perang semua tindakan (&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;ius in bello&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;) tunduk kepada hukum perang, dimana penduduk sipil dan tempat-tempat publik tidak boleh diserang. Tetapi pada kenyataannya, israel yang seharusnya sudah paham dengan hukum ini tidak sekalipun mau tunduk. Kita melihat di televisi-televisi; rumah-rumah, sekolah-sekolah, dan rumah sakit-rumah sakit  yang ada di palestina hancur berantakan. Padahal seharusnya hal ini tidak boleh dilakukan karena melanggar hukum internasional itu tadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0.35cm;font-family:georgia;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;	Lalu, syarat yang kedua adalah alasan untuk perang (&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;ius ad bellum&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;), jadi suatu perang itu dilakukan bukan karena semata-mata ingin perang atau hanya sekedar menguasai daerah tertentu. Disinilah &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;ius in bello &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;ius ad bellum&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; berhubungan satu sama yang lainnya, sehingga membatasi perang ini sebagai &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;self defense &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;dan atau respon terhadap tindakan permusuhan (&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;conduct of hostilities&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0.35cm;font-family:georgia;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;	Jikalau ditelusuri dengan cermat dari kedua syarat tadi atau bahwasanya perang itu boleh asalkan sebagai &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;self defense &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;atau &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;conduct of hostilities&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;, maka israel tidaklah memasuki kriteria dari kesemuanya. Jadi sesungguhnya konflik ini direncanakan oleh israel, karena tidak mungkin israel berdalih dengan &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;self defense&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; dengan persenjataan super canggih melawan persenjataan apa adanya. Kalau secara psikologis, tidak mungkin persenjataan yang apa adanya berani menantang persenjataan yang super canggih. Dan israel tentu  juga tidak mungkin berdalih karena respon terhadap tindakan permusuhan yang dilakukan oleh palestina. Kalau memang itu adalah respon terhadap tindakan permusuhan, maka sudah barang tentu segala tempat-tempat publik yang ada di israel lebih parah ketimbang dari milik palestina. Tetapi, realita di dunia berbicara lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="margin-top: 0.42cm; margin-bottom: 0.35cm;font-family:georgia;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Wallahu a’lam bisshowab.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-2073284865759524255?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/2073284865759524255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/07/konflik-israel-palestina-analisa-dari.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2073284865759524255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2073284865759524255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/07/konflik-israel-palestina-analisa-dari.html' title='Konflik ISRAEL – PALESTINA Analisa dari sudut pandang Hukum Internasional'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-4981871310684106577</id><published>2010-06-15T09:25:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T09:26:14.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>Ridho(Kerelaan)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt; Ikhwan sekalian yang dimuliakan oleh Allah, kali ini kita akan membahas tentang Ridho atau secara bahasa adalah rela. Akan tetapi menurut istilah adalah kerelaan kita terhadap apa yang Allah kehendaki. Apa saja yang Allah kehendaki ?  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" align="LEFT"&gt; &lt;span lang="id-ID"&gt;Kerelaan yang allah kehendaki terhadap kita. Banyak sekali yang tidak diketahui di alam sana(alam ghoib) oleh kita. Dan qodho dan Qodar yang allah telah tulis dalam lauh mauhfudz ada yang bisa kita ubah dan ada yang tidak kita ubah dan ini yang kita sebut dengan takdir. Dan disini Allah menguji kerelaan kita sebagai hambanya setelah kita bersyahadat, apakah kita loyal kepada-Nya ? &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;Boleh jadi engkau membenci sesuatu padahal sesuatu itu amat baik bagimu. Boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal sesuatu itu amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak(2:216)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;. Apapun yang allah perbuat kepada kita baik itu buruk menurut kita atau itu baik menurut kita, maka kita harus ridho terhadap apa yang allah perbuat, jadikan itu adalah sebuah hikmah untuk kita. Apabila kita menyikapi secara positif, maka semua akan jadi kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt; Allah juga menghendaki pada alam ini agar manusia atau kita menjadikannya sebagai eksperimen kita. Karena setiap yang ada dalam alam ini adalah sunnatullah. Dan itu wajib kita imani, Allah telah menciptakan segalanya dan Dia telah menentukan kedarnya masing-masing dengan sedemikian rupa(al-furqon:2). Jadi segala sunnatullah yang terdapat pda alam kita, allah menyuruh kita untuk mempelajari dan mengakaji alam ini sehingga nantinya dalam pemanfaatan tidak terkesan buruk.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" align="LEFT"&gt; &lt;span lang="id-ID"&gt;Allah juga menghendaki kepada kita agar kita ini rela menjalankan apa yang telah disyariatkan-Nya kepada kita. Dan nantinya hal ini akan ditanya oleh Allah atau dimintai pertanggungjawaban. Apakah kita taat kepadanya ataukah kita &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;malah bandel.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt; Dan kesemuanya itu, mulai dari ridho kepada takdir, ridho bahwa allah menyuruh kita untuk mengkaji sunnatullah yang ada pada alam, dan ridho kepada yang telah Allah syariatkan kepada kita. Dan itu merupakan implementasi dari keimanan yang tulus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt; “&lt;i&gt;sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar”(Al-Hujurat:15).&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt; Wallahu ‘alam.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-4981871310684106577?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/4981871310684106577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/06/ridhokerelaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4981871310684106577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/4981871310684106577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/06/ridhokerelaan.html' title='Ridho(Kerelaan)'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-7883032566526447588</id><published>2010-06-15T09:24:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T09:25:27.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>Tahapan Interaksi Dengan Syahadatain (مراحل التفاعل بالشهادتين)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Dalam kehidupan para sahabat ketika islam baru menyebar di Makkah dan ketika itu penyiksaan sangat pedih dari orang-orang musyrik berbagai cara yang dilakukan kaum musyrik kepada orang-orang &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;muslim adalah untuk mengembalikan kepada ajaran nenek moyang mereka. Akan tetapi, para sahabat tidak mau atau bahkan enggan untuk kembali kepada ajaran nenek moyang mereka. Apa alasan kenapa mereka tidak mau kembali kepada agama nenek moyang mereka ? Alasannya cukup singkap : CINTA. Dalam sebuah ayat al-quran dikisahkan bagaimana mereka ini begitu cintanya kepada islam ini.“&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah..&lt;/i&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Inilah yang melandasi mereka kenapa mereka enggan melepaskan agama islam ini. Begitu syahadat terucap, maka cinta kepada islam ini secara tidak langsung akan menghadirkan cinta yang tulus yang didasarkan kepada pengetahuan dan kesadaran penuh yang menjadikan kita ridho untuk menerima Allah sebagai tuhan kita, dan islam sebagai agama kita, dan muhammad sebagai nabi dan utusan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="RIGHT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;رضيت بالله رباً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وبالإِسلا م ديناً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;و بمحمدٍ نبياً و رسولاً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Setelah kecintaan kita yang tulus sehingga membuahkan keridhoan yang sangat kepada allah, islam, dan muhammad dan akhirnya kita terwarnai oleh &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;shibghah allah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;(celupan allah) secara sempurna, sehingga keyakinan kita dan niat kita yang lurus akan Allah, Islam, dan Rasul semakin terwarnai dengan syahadatain itu. Sebagai muslim dalam hati kita memiliki aqidah yang benar, mentauhidkan Allah dalam niat dan perbuatan, dan hanya mengharap keridhoan-Nya. Syahadatain juga akan mewarnai akal kita sehingga pikiran-pikiran dan ide-ide matang kita. Pikiran yang islami menjadikan kita memiliki suatu konsep atau program yang benar dalam menghadapi kehidupan ini yang berorentasi kepada tauhidullah, bermoral islami, dan bermanfaat kepada seluruh alam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Disamping itu, Syahadatain juga mewarnai secara jasad kita, jasad kita yang senantiasa terpelihara kesehatannya dan kekuatannya, sehingga kita nantinya bisa meniru jalan hidup rasulullah . Dan dalam jasad yang kesehatannya bugar dan fit, maka akan menjadi wujud yang nyata dari aqidah kita yang shohih, pikiran kita yang senatiasa berornetasi kepada &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;tauhidullah. Karena terbentuknya iman itu yang terakhir adalah amalan kita, karena kita sudah menancapkan dalam hati, diucapkan dalam lisan atau dipikirkan dalam akal kita, maka akan sempurna dengan kita mengamalkannya. Dan orang yang mengucapkan syahadatain dengan benar dan sungguh-sungguh maka, amal ini yang akan menjadi eksekutor dari hati dan pikiran kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;“&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;Itulah celupan Allah. Siapakah yang lebih baik celupannya daripada celupan Allah ?”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;(Al-Baqarah : 138)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-7883032566526447588?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/7883032566526447588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/06/tahapan-interaksi-dengan-syahadatain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7883032566526447588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7883032566526447588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/06/tahapan-interaksi-dengan-syahadatain.html' title='Tahapan Interaksi Dengan Syahadatain (مراحل التفاعل بالشهادتين)'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1290816691804455827</id><published>2010-06-15T09:23:00.000+07:00</published><updated>2010-06-15T09:24:42.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>Tingkatan Dakwah Rasulullah (مراحل الدعوة رسول الله)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Islam yang di bawa oleh rasulullah tidak serta merta langsung mendunia. Akan tetapi secara perlahan dan ada tahapan-tahapan tersebut. Islam sebagai rahmatan lil alamin hadir di dunia ini datang dan diberitakan pertama kali untuk satu orang dan dari satu orang tersebut nanti akan mendunia. Tahapan-tahapan dakwah yang dibawa oleh rasulullah mempunyai dua fase yaitu adalah fase makkah dan fase madinah. Dan dari kedua fase tersebut hanya di kelompokkan menjadi tiga tingkatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;Syiar.  	&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Islam datang dan dibawa oleh rasulullah tidak langsung menuju ke kancah politik, walaupun sebenarnya saat rasulullah belum diangkat menjadi nabi beliau sudah menjadi orang politik. Dan ini dibuktikan beliau sebagai orang yang mendamaikan kabilah dalam hilful fudhul. Tapi, ketika islam datang yang pertama kali adalah syiar. Dan syiar ini terbagi dua fase. Ketika fase di makkah, syiar yang dikumandangkan adalah tentang aqidah, tentang tauhidullah dan seluruh masalah yang itu menyangkut mengesakan Allah, maka wajar kalau kita melihat atau merenungi dalam al-quran surat-surat yang turun di makkah itu kebanyakan berbicara tentang syahadatain, makrifatullah, dan makrifaturrasul. Karena orang-orang di makkah itu secara akhlak sudah bagus. Karena kaum quraisy itu sudah memiliki prinsip kerjasama yang baik, sifat dermawan, suka memenuhi janji, lemah lembut dan suka menolong sesama. Dan ketika di fase madinah, syiar juga yang pertama kali diusung oleh rasul, yaitu menyatukan muhajirin dan anshor, membuat nota kesepakatan dengan kaum yahudi yang berseberang(piagam madinah) dan membangun masjid. Jadi, pondasi islam yang pertama adalah syiar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;Siyasi&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Di siyasi ini, rasulullah lebih memfokuskan di fase madinah. Dimana kekuatan syiar sudah mengakar kuat, sehingga madinah itu menjadi sebuah madinatul madani(negara madani). Dan rasulullah mulai membuka kancah perpolitikan ini dengan merancang sistem pertahanan negara melalui konsep jihad fi sabilillah. Dan kemenangan dakwah yang pertama adalah dalam perang badar. Dakwah mulai mendapatkan perisai dan komunitas muslim madinah telah mendapatkan kehormatan. Setelah kemenangan islam dalam perang badar, rasulullah kembali membuat manuver-manuver untuk mengokohkan dakwah ini yaitu dengan menempatkan para intelegen di sekitar madinah dan mekkah untuk mengantisipasi adanya kemungkinan penyerangan secara tiba-tiba yang tidak senang dengan kemenangan kaum muslim. Dalam perang uhud pun rasul membentuk majelis permusyawaratan militer. Dan di siyasi dalam islam ini juga mencetuskan rambu-rambu dalam pergerakan amal islami yaitu : kewajiban ketaatan terhadap qiyadah(pemimpin), tidak melibatkan orang-orang kafir dan orang-orang munafik dalam siyasi ini. Semangat dan rela berkorban untuk dakwah. Qiyadah juga melakukan jajak pendapat(syuro). Sabar dan teguh dalam mengharapkan ridha allah(muhammad abu ayyash:92-93).Rasul juga mengirim utusan-utusan ke kisra, muqauqis, dan beberapa raja di sekitar jazirah arab. Di tingkatan dakwah inilah rasulullah memperbaiki &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;tandzim jamaah(aturan masyarakat), ri’ayah maknawiyah(hakikat kerakyatan) dan ri’ayah iqtishodiyah(hakikat perekonomian)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; dibangun. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;Ilmi&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="LEFT"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Tingkatan yang selanjutnya adalah ilmi. Ketika dakwah islam sudah menggema keseluruh penjuru dunia. Dan ilmi ini baru menggema ketika nabi sudah wafat. Tapi, walupun begitu ilmi ini sudah ada dan berdampingan dengan munculnya siyasi yaitu ketika para tawanan perang disuruh untuk menyalurkan ilmu mereka. Yang termasuk dalam didikan para tawanan ini adalah Ibnu Abbas yang oleh rasulullah sebagai &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;bahrul ulum&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;Wallahu ‘alam.&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1290816691804455827?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1290816691804455827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/06/tingkatan-dakwah-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1290816691804455827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1290816691804455827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/06/tingkatan-dakwah-rasulullah.html' title='Tingkatan Dakwah Rasulullah (مراحل الدعوة رسول الله)'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-3890803126316686159</id><published>2010-06-06T14:20:00.002+07:00</published><updated>2010-06-06T14:22:04.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>Gaza Tidak Membutuhkan Aku..</title><content type='html'>Ini tulisan dari mbak Santi   Soekanto, wartawati senior, istri mas  Dzikrullah. Wisnu Ramudya (wartawan   juga) yang keduanya ikut dalam  rombongan kapal Mavi Marvara. Tulisan ini   dibuat hari Sabtu, 29 Mei  2010. Isinya sangat menggugah. Semoga bermanfaat! &lt;p&gt;&lt;strong&gt;GAZA TIDAK MEMBUTUHKANMU !&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.  Sudah   lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak  karena sejumlah   alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal  dari Irlandia dan   datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara  Eropa yang akan ikut   dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami  masih menanti, masih tidak   pasti, sementara berita berbagai ancaman  Israel berseliweran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang  membaca   Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan  halaqah. Beyza   Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab  untuk peserta Muslimah   Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang  seorang ahli hadist, Dr Usama   Al-Kandari, untuk memberikan kelas  Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat   dan berjanji bahwa para  peserta akan mendapat sertifikat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran  perjalanan-perjalanan ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang  petantang-petenteng memasuki   ruang media sambil menyatakan bahwa dia  “tangan kanan” seorang politisi   Inggris yang pernah menjadi motor  salah satu konvoi ke Gaza.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Activism&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Ada begitu banyak activism, heroism…. Bahkan ada  seorang peserta kafilah yang   mengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya  bertuliskan “Heroes of Islam” alias   “Para Pahlawan Islam.” Di sinilah  terasa sungguh betapa pentingnya menjaga   integritas niat agar selalu  lurus karena Allah Ta’ala. Yang wartawan sering   merasa hebat dan  *powerful* karena mendapat perlakuan khusus berupa akses   komunikasi  dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang   berposisi  penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha,    mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar  terhadap Gaza.   Kalau dibiarkan riya’ akan menyelusup, na’udzubillahi  min dzaalik, dan semua   kerja keras ini bukan saja akan kehilangan  makna bagaikan buih air laut yang   terhempas ke pantai, tapi bahkan  menjadi lebih hina karena menjadi sumber   amarah Allah Ta’ala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengerem&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan  kegelisahan memikirkan pekejaan   menyita kesempatan untuk duduk  merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku   untuk mengerem dan  mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi?   Untuk apa kau  lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada   Allah  dari ketidak-ikhlasan dan riya’? Kau pernah berada dalam situasi ketika    orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena  posisimu   di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that  situation led you   to Allah, to Allah’s blessing and pleasure, or had  all those times brought   you Allah’s anger and displeasure?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini,  Subhanallah,   sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh  seisi dunia di sini.   Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim  sampai seorang Muslimah muda   pendiam dan shalihah yang tidak banyak  berbicara selain sibuk membantu agar   kawan-kawannya mendapat sarapan,  makan siang dan malam pada waktunya… Dari   para ‘ulama terkemuka di  atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang   tanpa banyak bicara  sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok   ndableg.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini,  Subhanallah,   di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang  petantang-petenteng karena   ketenaran mereka. Semua berteriak, “Untuk  Gaza!” namun siapakah di antara   mereka yang teriakannya memenangkan  ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Gaza Tak Butuh Aku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan  diriku bahwa Al-Quds tidak   membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan  aku. Palestina tidak membutuhkan aku.   Masjidil Aqsha milik Allah dan  hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza   hanya butuh Allah. Palestina  hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh   mudah bagi-Nya untuk  saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil   Aqsha.  Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh  berada di   sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam  daftar   hamba-hambaNya yang bergerak – betapa pun sedikitnya – menolong  agama-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menolong membebaskan Al-Quds. Sungguh mudah menjeritkan  slogan-slogan, &lt;em&gt;Bir   ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha…Bir ruh bid dam,  nafdika ya Gaza!&lt;/em&gt; Namun   sungguh sulit memelihara kesamaan antara  seruan lisan dengan seruan hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cara Allah Mengingatkan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah  selalu punya cara   terbaik untuk mengingatkan aku. Pagi ini aku ke  kamar mandi untuk   membersihkan diri sekedarnya – karena tak mungkin  mandi di tempat dengan air   terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan  bau asemnya tubuhku. Begitu masuk   ke salah satu bilik, ternyata toilet  jongkok yang dioperasikan dengan sistem   vacuum seperti di pesawat itu  dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua   potongan kuning  coklaaat…menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih   ada satu  bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu,    alangkah tak bertanggung- jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan  kepada   anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka  yang fii   sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka  bukankah sekarang   waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu  ndableg   bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan  kuisi dengan air   sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang  karena semua peserta   kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air –  lalu kusiramkan ke toilet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih ndableg… Kucoba lagi menyiram… Masih ndableg. Tidak ada cara  lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri…&lt;br /&gt;Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol    flush.Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku  ke   lubang toilet…Blus! Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa  entah kemana…&lt;br /&gt;Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik  mungkin   sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku  merasa tak bersih.   Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di  jiwaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi – agar aku berendah-hati,  agar   aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas  dan   pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya  atau   bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Allahumaj’alni minat tawwabiin…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Allahumaj’alni minal mutatahirin…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Allahumaj’alni min ibadikas-salihin…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Salinan dari&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/gaza-tidak-membutuhkan-aku-3704"&gt; http://www.al-ikhwan.net/gaza-tidak-membutuhkan-aku-3704&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-3890803126316686159?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/3890803126316686159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/06/gaza-tidak-membutuhkan-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3890803126316686159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3890803126316686159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/06/gaza-tidak-membutuhkan-aku.html' title='Gaza Tidak Membutuhkan Aku..'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-7974771744723760646</id><published>2010-06-06T14:14:00.000+07:00</published><updated>2010-06-06T14:18:58.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><title type='text'>“Buat apa kita capek-capek Do’a . . . !!”</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.1  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;Buat apa kita berdoa, itu tidak mendatangkan manfaat untukku...Mana sampai sekarang tidak ada buktinya kalau Allah mengabulkan setiap doaku... Malah, Dia mengacaukan semua acara yang mengasyikkan...” Jawab si A enteng yang masih duduk di bangku kuliah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;Fenomena diatas menggambarkan para pemuda sekarang, yang tiada lain adalah kita sendiri, teman. Pemuda yang di gembor-gemborkan sebagai IRON STOCK ternyata dalam hal ini lebih gampang menyerah dari rahmat Allah. Seolah mereka tidak mempercayai bahwa Allah akan mengabulkan setiap doa mereka. Tetapi, mereka sudah terlanjur su’udzan kepada yang telah Menciptakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Dan itu tidak dapat kita pungkiri lagi, mengapa banyak orang atau kita jarang melakukan seperti berdoa atau berobadah lainnya. Seolah itu adalah penghambat kegiatan kita yang lainnya. Kita memang tidak pernah memahami esensi dari setiap ibadah atau doa yang telah Allah karena dalam sekolah kita hanya diajarkan syarat, ataupu rukun di setiap ibadah mahdhoh atau ibadah sunnah. Kita tidak pernah diajarkan apa esensi dari kita sholat atau apa esensi dari kita berdoa. Ya, memang kita tidak pernah memahami bahwa ternyata allah menyuruh kita untuk beribadah bukan hanya sebagai perintahnya. Akan tetapi, ada suatu kekuatan yang lain dimana kalau kita mengetahuinya maka kita akan semakin paham mengapa Allah menyuruh kita untuk beribadah : KEBUTUHAN. Ya, memang itulah kekuatannya, kita itu ternyata butuh Allah, kita ini makhluk yang sangat lemah. Ketika kita ingin meminjam uang, dan kita meminjam pada seseorang, maka secara tidak langsung kita akan membalas kebaikan yang telah dilakukannya pada kita. Itu hanya untuk manusia, lalu bagaimana untuk Tuhan yang selama ini kita lupakan tetapi Dia tidak pernah melupakan hamba-Nya sedikitpun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Di saat kita berdoa, biasanya kita para pemuda sangat yang ingin instan. Serba cepat. Bahkan ketika kita berdoa kita ingin cepat dikabulkan doa kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Sehingga hal ini digunakan para misionaris untuk menguji para anak kecil yang masih dnagkal dlam memahami aqidah islam. Ketika mereka berdoa meminta permen pada Allah, tapi ternyata Allah tidak memberikan permen tersebut. Tetapi ketika mereka meminta pada ibu guru dengan memejamkan mata, tiba-tiba permen sudah ada di depan mata mereka. Na’udzubillah. Mereka sudah dijauhkan dari prasangka baik pada Allah. Dan untuk dipahami wahai teman-teman dan ini sangat penting, ketika kita berdoa pada allah, maka akan ada 3 kemungkinan Allah akan mengabulkan doa kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;Allah 	mengabulkan doa kita langsung dan itu untuk menambah keimanan kita. 	Tapi ketika Allah mengabulkan doa kita, maka oleh orang-orang, kita 	akan dijuluki sebagai orang pintar. Inilah mengapa Allah sangat 	jarang sekali yang langsung mangabulkan doa kita. Kalaupun ada, 	mungkin untuk orang-orang yang merasa terdzalimi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Allah 	mendengar setiap doa kita tapi Allah menunda doa kita dan memberikan 	di saat yang lebih indah untuk menambah kesabaran kita. Dan ini yang 	menjadi problem dari setiap pemuda sekarang, dimana ketika kita 	berdoa dan ternyata Allah tidak mengabulkan, bukan tidak mengabulkan 	hanya Allah menundanya. Pemuda sekarang termasuk kita juga ingin 	serba cepat, baik dalam sholat yang cepat selesai dan doa yang cepat 	dikabulkan. Alangkah lebih baiknya jikalau kita huznudzan kepada 	Allah dan percaya bahwa Allah mendengar setiap doa kita walaupun itu 	orang bejat sekalipun. Bagaimanapun walau doa kita untuk sementara 	waktu tidak dikabulkan maka yakinlah kalau Allah mendengar setiap 	doa kita. Dan inilah yang akan menimbulkan sifat sabar dan optimis, 	karena setiap tentara Allah untuk membela agama-Nya yang dibutuhkan 	hanya kesabaran dan optimisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; 	&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;Allah 	tidak mengabulkan doa yang kita panjatkan, tetapi menggantinya 	dengan yang lebih baik menurut Allah. Kita tentu masih ingat 	bagaimana kisah nabi Ibrahim ketika menyembelih Ismail, anaknya. 	Dalam quran juga disinggung bahwa yang menurut kita baik, belum 	tentu menurut Allah baik. Dan begitu sebaliknya. Ini untuk menambah 	rasa syukur kita kepada allah atas setiap yang telah Allah berikan 	kepada kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;Dan akhirnya kita memahami mengapa Allah tidak mengabulkan setiap doa kita. Teman-teman, marilah kita instropeksi diri kita. Sudahkah kita pantas untk mengaharap doa kita agar segera dikabulkan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;Allah ‘alam...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="RIGHT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="LEFT" lang="id-ID"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-7974771744723760646?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/7974771744723760646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/06/buat-apa-kita-capek-capek-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7974771744723760646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/7974771744723760646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/06/buat-apa-kita-capek-capek-doa.html' title='“Buat apa kita capek-capek Do’a . . . !!”'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-6306531156844132495</id><published>2010-05-28T10:38:00.003+07:00</published><updated>2010-05-29T07:16:15.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><title type='text'>Download Wallpaper</title><content type='html'>Ni buat temen-temen yang pusing nyari wallpaper. Saya punya banyak wallpaper. Ada wallpaper Islami, Club-club sepak bola favorit kalian, Stadion favorit, ma pemain Favorit kalian....&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10046790/wallpaperIslami.rar.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallpaper Islami&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10046724/wallpaperStadionNclub.rar.html"&gt;Wallpaper Stadion dan Club&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10046789/wallpaperpemainBola.rar.html"&gt;&lt;br /&gt;Wallpaper Pemain Bola&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-6306531156844132495?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/6306531156844132495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/05/download-wallpaper.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6306531156844132495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6306531156844132495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/05/download-wallpaper.html' title='Download Wallpaper'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1048111616410381289</id><published>2010-05-13T20:53:00.000+07:00</published><updated>2010-05-13T20:54:01.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jeritan hati'/><title type='text'>Orang-Orang yang telah menginspirasi Hidup saya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/S-wCVtF0fRI/AAAAAAAAAEU/VUOgSGgo4qU/s1600/inspirasi1-tile.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 532px; height: 319px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/S-wCVtF0fRI/AAAAAAAAAEU/VUOgSGgo4qU/s400/inspirasi1-tile.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470750219252825362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah orang-orang yang telah menginspirasi seluruh hidup saya... Tapi ini tidak akan mengalahkan inspirasi terbesar dalam hidup saya yang itu Muhammad, Ibrahim, dan para sahabat dan tabi'innya.&lt;br /&gt;They are the great teacher for me...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to All&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh,, Masih ada satu lagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/S-wDwwnOjwI/AAAAAAAAAEc/eCXIIEAurNE/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 270px; height: 182px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/S-wDwwnOjwI/AAAAAAAAAEc/eCXIIEAurNE/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470751783566348034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ni syaikkh Ahmad Yasin.... Semangatnya yang membakar semua penduduk Palestina untuk berjihad melawan ISrael Laknatullah.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1048111616410381289?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1048111616410381289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/05/orang-orang-yang-telah-menginspirasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1048111616410381289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1048111616410381289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/05/orang-orang-yang-telah-menginspirasi.html' title='Orang-Orang yang telah menginspirasi Hidup saya'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TG8zjn5UG4A/S-wCVtF0fRI/AAAAAAAAAEU/VUOgSGgo4qU/s72-c/inspirasi1-tile.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-115238640801794818</id><published>2010-05-06T11:51:00.001+07:00</published><updated>2010-05-06T11:54:46.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taushiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Apa Pantas Berharap Surga?</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.2  (Win32)"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20100506;11501798"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="16010101;0"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek- pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan, "Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan." Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Qur'an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tandaorang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yangsempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, sedang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan isteri-isteri beliau yang lain. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullaah...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;referensi : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/apa-pantas-berharap-surga.htma" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.eramuslim.com/oase-iman/apa-pantas-berharap-surga.htma&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-115238640801794818?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/115238640801794818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/05/apa-pantas-berharap-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/115238640801794818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/115238640801794818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/05/apa-pantas-berharap-surga.html' title='Apa Pantas Berharap Surga?'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-2126548391027180823</id><published>2010-05-06T10:50:00.004+07:00</published><updated>2010-05-06T12:09:29.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemrograman java'/><title type='text'>pemrograman 2 (IDENTIFIER)</title><content type='html'>Assalamualaikum,,, ikhwtifillah, alhadulillah kita dipertemukan kembali dalam naungan-Nya. Disini saya akan memberikan ilmu sedikit untuk para pembaca dari apa yang telah saya pelajari dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemrograman Java identifier adalah suatu nama yang digunakan untuk menyatakan variabel, konstanta, class, method. Untuk membuat nama identifier perlu memperhatikan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Membedakan huruf besar dan huruf kecil (case sensitive).&lt;br /&gt;   2. Nama identifier bisa terdiri dari satu atau beberapa karakter yang terdiri dari angka (0 – 9), huruf (A – Z, a – z), dollar ($), garis-bawah/underscore(_).&lt;br /&gt;   3. Penamaan identifier harus dimulai dengan huruf, underscore(_), atau karakter dollar ($). Tidak boleh dimulai dengan angka.&lt;br /&gt;   4. Simbol-simbol operator seperti (*), (+), (/), (-) tidak boleh digunakan.&lt;br /&gt;   5. Dalam penamaan identifier tidak boleh menggunakan spasi.&lt;br /&gt;   6. Tidak diperbolehkan menggunakan Kata-kata keyword dalam java (misalnya: public, class, static, dsb).&lt;br /&gt;   7. Panjang nama identifier tidak dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh penamaan identifier yang benar:&lt;br /&gt;Nama&lt;br /&gt;$Nama&lt;br /&gt;NamaSiswa&lt;br /&gt;NomorInduk&lt;br /&gt;namaSiswa&lt;br /&gt;nomorInduk&lt;br /&gt;nama_siswa&lt;br /&gt;nomor_induk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa contoh penamaan identifier yang salah:&lt;br /&gt;1Nama&lt;br /&gt;/NomorInduk&lt;br /&gt;Nama Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyword (kunci) adalah kata-kata khusus dalam Java yang digunakan untuk pemrograman. Berikut adalah keyword yang digunakan dalam bahasa pemrograman Java:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abstract    boolean        break        byte&lt;br /&gt;case        catch        char        class&lt;br /&gt;const        continue    default        do&lt;br /&gt;double        else        extends        final&lt;br /&gt;finally        float        for        future&lt;br /&gt;goto        if        implements    import&lt;br /&gt;instanceof    int        interface    long&lt;br /&gt;native        new        package        private&lt;br /&gt;protected    public        return        short&lt;br /&gt;static        super        switch        synchronized&lt;br /&gt;this        throw        throws        transient&lt;br /&gt;try        void        volatile    while&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variabel dan Konstanta&lt;br /&gt;Variabel digunakan untuk menyimpan suatu nilai yang digunakan dalam program. Nilai tersebut dapat berubah selama proses eksekusi program. Hampir semua program yang dibuat memerlukan lokasi memori yang digunakan untuk menyimpan nilai yang sedang diproses. Kita tidak pernah tahu di mana nilai tersebut disimpan dalam memori komputer. Misalnya, kalau kita ingin mengambil data dan untuk memperoleh data tersebut harus mengetahui dimana lokasi data tersebut disimpan dalam memori komputer, maka ini akan menimbulkan kesulitan tersendiri. Maka dari itu muncullah konsep variabel. Dengan variabel kita tidak perlu mengetahui di lokasi memori mana data tersimpan. Karena Variabel akan merujuk pada alamat dimana data tersebut tersimpan. Sehingga proses penyimpanan dan pengambilan data dapat dilakukan dengan lebih mudah.&lt;br /&gt;Konstanta adalah nilai yang tidak berubah selama berlangsungnya eksekusi program. Misalnya konstanta pi dalam program untuk mencari luas lingkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Data&lt;br /&gt;Dalam java ada dua macam tipe data, yaitu tipe data primitif dan dan komposit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe data primitif&lt;br /&gt;Tipe data primitif adalah tipe data sederhana yang tidak diturunkan dari tipe data lain. Berikut adalah tipe data primitif dalam Java:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Numerik yang terdiri dari bilangan integer dan floating point.&lt;br /&gt;   2. Karakter yang terdiri dari karakter-karakter dalam ASCII.&lt;br /&gt;   3. Boolean yang digunakan untuk menentukan nilai benar atau salah (true or false).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe data komposit&lt;br /&gt;Berikut adalah tipe data komposit dalam Java:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. string&lt;br /&gt;   2. array&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe data integer&lt;br /&gt;Tipe data integer dibagi lagi menjadi beberapa macam tipe data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. byte (byte)&lt;br /&gt;   2. short integer (short)&lt;br /&gt;   3. Integer (int)&lt;br /&gt;   4. Log integer (long)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe data floating point&lt;br /&gt;Tipe data integer dibagi lagi menjadi beberapa macam tipe data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. float (float)&lt;br /&gt;   2. double (double)&lt;br /&gt;   3. Integer (int)&lt;br /&gt;   4. Log integer (long)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe data character&lt;br /&gt;Tipe data karakter terdiri dari huruf-huruf alfabet dan simbol numerik dalam ASCII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe data boolean&lt;br /&gt;Tipe data boolean digunakan untuk variabel yang mempunyai nilai logika. Nilai logika dalam tipe data ini adalah benar (true) dan salah (false).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;referensi : &lt;a href="http://www.uqifumi.tk"&gt;www.uqifumi.tk&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-2126548391027180823?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/2126548391027180823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/05/pemrograman-2-identifier.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2126548391027180823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/2126548391027180823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/05/pemrograman-2-identifier.html' title='pemrograman 2 (IDENTIFIER)'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-228295107472847426</id><published>2010-04-10T16:56:00.000+07:00</published><updated>2010-04-10T16:57:23.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>KETIKA KEPUTUSAN MENJADI SEBUAH YANG SAKRAL</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSHEV%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSHEV%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSHEV%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;                 Suatu ketika sebelum dimulainya perang Uhud, para sahabat dari anshor dan muhajirin berkumpul bersama rasulullah untuk bermusyawarah. Dalam musyawarah itu, menentukan apakah perang kali ini tetap di Madinah ataukah keluar. Itulah pembahasan mereka. Para sahabat berdebat untuk menentukan tempat itu. Para sahabat yang masih muda dengan semangat yang berapi-api, mereka ingin agar peperangan dilakukan di luar madinah atau bukit uhud, sedangkan para sahabat yang tua-tua menganjurkan agar kita di madinah saja. Dan waktu itu, Rasul mendukung yang para sahabat tua, yaitu berperang di madinah saja. Lantas dari kalangan sahabat muda menanyakan : Apakah ini adalah wahyu dari Allah ? Dan Rasul menjawab : Tidak. Maka dari itu para sahabat muda semakin berapi-ai semangatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Menjadi seorang pemimpin seperti Rasulullah yang harus menentukan perkara yang rumit saat itu, karena wahyu yang diturunkan saat itu tidak turun. Maka dari itu rasulullah harus memutuskannya sendiri. Memutuskan untuk keluar berperang menuju uhud mungkin kita perlu bersusah-susah. Beda cerita dengan ketika berperang di daerah sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Memutuskan perkara yang begitu rumit dan pelik memang susah sekali. Terkadang itu yang menjadi pengganjal keputusan kita yang menurut kita enak. Fenomena Pilihan-pilihan yang sulit (Khiyaratus Sho’bah) yang dilakukan oleh Rasulullah untuk menetukan beperang di luar madinah harus mempunyai dasar, pun juga kita ketika ingin melakukannya, yang perlu dipahami agar tidak menyesal nantinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Kita juga harus paham bahwa semua semua keputusan itu datangnya dari Allah. Meskipun kita tidak menyukainya. Dan keputusan itu yang dirancang oleh Allah berupa kelapang dada-an kita untuk menerimanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Keputusan terkadang menuruti hawa nafsu kita, seprti keutusan para dewan yang menuruti keinginan mereka tanpa didasari keimanan. Padahal sebaiknya kita memutuskan sesuatu itu haruslah sesuai dengan prinsip keimanan dalam diri kita&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Dan, yang harus kita ketahui untuk menentukan keputusan dalam piliha-pilihan sulit adalah kita harus tahu medannya. Bagaimana ketika rasulullah memutuskan untuk berperang keluar madinah, beliau langsung menyuruh pasukannya untuk menempati pos di atas bukit uhud.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wallahu a’lam bishowab &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-228295107472847426?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/228295107472847426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/04/ketika-keputusan-menjadi-sebuah-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/228295107472847426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/228295107472847426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/04/ketika-keputusan-menjadi-sebuah-yang.html' title='KETIKA KEPUTUSAN MENJADI SEBUAH YANG SAKRAL'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-6655927845710312021</id><published>2010-04-08T10:18:00.001+07:00</published><updated>2010-04-08T10:21:44.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemrograman java'/><title type='text'>Tugas Sistem Informasi</title><content type='html'>assalamualaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk bapak dosen ini adalah tugas pertama dan kedua Sistem Informasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/9352062/tugas1.rar"&gt;TUGAS PERTAMA DAN KEDUA SI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalamualaikum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-6655927845710312021?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/6655927845710312021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/04/tugas-sistem-informasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6655927845710312021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/6655927845710312021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/04/tugas-sistem-informasi.html' title='Tugas Sistem Informasi'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-1033647367855682695</id><published>2010-04-02T17:20:00.002+07:00</published><updated>2010-04-02T17:26:08.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemrograman java'/><title type='text'>Pemrograman 1</title><content type='html'>Ini adalah tutorial pertama : yaitu tentang penampilan awal/ beginner belajar pemrograman java.Ini adalah script dari tutorial pertama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public class Namaku {&lt;br /&gt;    public static void main (String[] args){&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        System.out.println(" Nama : Syaifullah");&lt;br /&gt;        System.out.println("");&lt;br /&gt;        System.out.println(" NIM : 09650165");&lt;br /&gt;        System.out.println("");&lt;br /&gt;        System.out.println(" Alamat : Jl.Sumber karya");&lt;br /&gt;        System.out.println("          Madiun");&lt;br /&gt;        System.out.println(" Motto Hidupku : Hidup sekali saja");&lt;br /&gt;    }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silahkan kalian coba dengan menggunakan tools dari java: bisa GEL, NETBEANS, dll&lt;br /&gt;untuk aplikasinya insya allah akan menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SABAR ya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-1033647367855682695?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/1033647367855682695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/04/pemrograman-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1033647367855682695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/1033647367855682695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/04/pemrograman-1.html' title='Pemrograman 1'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-292880201034159064</id><published>2010-04-02T17:12:00.002+07:00</published><updated>2010-04-02T17:17:38.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemrograman java'/><title type='text'>Hello World</title><content type='html'>Dengan seiring bertambahnya teknologi, maka disini saya akan menambahkan satu label, yang bernama : Pemrograman JAVA. Diharapkan dengan adanya tutorial ini kita bisa semakin maju menghancurkan musuh2 islam dengan teknologi juga. Kata nabi : hikmah adalah barang yang hilang dari orang islam,bila kalian menemukan,maka ambillah karena itu adalah milik kita. begitu pun juga dengan teknologi sekarang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu 'alam bishowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-292880201034159064?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/292880201034159064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/04/hello-world.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/292880201034159064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/292880201034159064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/04/hello-world.html' title='Hello World'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-3453957248813698337</id><published>2010-03-25T20:42:00.002+07:00</published><updated>2010-03-25T20:48:57.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>public class  cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;public class cinta{&lt;br /&gt;public static void main ( String[] args ){&lt;br /&gt;           System.out.println("\tCinta");&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;System.out.println("------");&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;System.out.println("asin");&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;System.out.println(" ");&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;System.out.println("pahit");&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;System.out.println(" ");&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;System.out.println("manis");&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;System.out.println(" ");&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;System.out.println("asam");&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;System.out.println(" ");&lt;br /&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;System.out.println(" inilah lika-liku cinta");&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;   }&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/655033292884422606-3453957248813698337?l=shevrabbaney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/feeds/3453957248813698337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/03/public-class-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3453957248813698337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/655033292884422606/posts/default/3453957248813698337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shevrabbaney.blogspot.com/2010/03/public-class-cinta.html' title='public class  cinta'/><author><name>Shaber Shev</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-QgFRy12Qvsg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAALA/OPodWlhq7KE/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-655033292884422606.post-2130478099931358888</id><published>2010-03-15T10:10:00.001+07:00</published><updated>2010-03-15T10:11:27.010+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>9 Otensitas SBY versi pengamat politik Eep Saifullah Fattah</title><content type='html'>&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content"&gt;         1. "I don't care with my popularity". Nyatanya ia amat sangat peduli pada popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Demokrasi perlu kesantunan". Nyatanya ia biarkan ketidaksantunan dilakukan secara permanen oleh anggota Partai Demokrat, Ruhut Sitompul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. "Saya tak perlu reaktif terhadap mereka yang mengeritik". Nyatanya, sejak awal termin kedua, ia amat sangat reaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. "Mari selalu bersandar pada etika". Nyatanya, ia langgar etika elementer sebagai pemimpin: cenderung lari dari tangung jawab, minta bawahan yang bertangungg jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. "Ganyang mafia peradilan!". Nyatanya, ia biarkan begitu lama Anggodo melenggang pasca rekaman Mahkamah Konstitusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. (Menangis di dpn wkl korban Lapindo). Nyatanya, setelah itu ia tidak mempertegas dan memperlekas penanganan kasus luapan lumpur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. "Saya senantiasa melangkah dengan matang, terukur dan seksama". Nyatanya, ia senang berputar-putar, lamban, terlambat bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. "Kita perlu pemerintahan yang profesional dan kompeten". Nyatanya, KIB II sama sekali tak mencerminkan 
